Telset.id – Seluruh armada kamera pelat nomor otomatis atau Automatic License Plate Reader (ALPR) milik kepolisian di kota Winona, Minnesota, Amerika Serikat, dilaporkan hilang dicuri. Insiden ini membuat Departemen Kepolisian Winona geram karena kedelapan kamera Flock tersebut raib secara bersamaan.
Dalam siaran pers yang dibagikan melalui Facebook, Departemen Kepolisian Winona mengungkapkan bahwa “semua delapan kamera Flock di kota kami hilang.” Petugas pertama kali curiga pada malam 1 Agustus ketika seorang petugas “mencatat bahwa tidak ada aktivitas terbaru pada kamera-kamera tersebut.”
“Para petugas kemudian memeriksa berbagai lokasi penempatan kamera Flock dan menemukan bahwa tiang-tiangnya telah dipotong dekat bagian pangkal,” demikian bunyi siaran pers tersebut. “Petugas menemukan tiang-tiang tersebut di dekat lokasi di antara rerumputan, tetapi kamera-kameranya telah dicabut. Hingga [4 Agustus], kamera-kamera tersebut belum ditemukan.”
Menurut laporan MPR News, aksi pencurian ini terbilang ekstrem. Departemen kepolisian mencatat biaya penggantian setiap ALPR beserta tiangnya sekitar USD 3.000. Artinya, kota tersebut bisa kehilangan dana sekitar USD 24.000 jika memilih untuk mengganti kedelapan kamera dan tiang penyangganya.
Biaya tersebut belum termasuk biaya layanan dari perusahaan yang bisa menambah tagihan hingga USD 16.000. Total kerugian yang harus ditanggung bisa mencapai puluhan ribu dolar Amerika.
Insiden ini merupakan kasus terbaru dari aksi vandalisme yang melibatkan ALPR di Minnesota dan negara bagian lainnya di Amerika Serikat. Perusahaan Flock dan perangkat pengawasannya telah menjadi sasaran utama kekhawatiran publik terkait pengawasan di AS, mewakili keprihatinan tentang privasi, pengawasan industri teknologi, dan penyalahgunaan kekuasaan polisi dalam satu perangkat publik.
Menariknya, komentar di bawah siaran pers Departemen Kepolisian Winona justru didominasi oleh tanggapan positif. Banyak warganet merayakan aksi vandalisme tersebut dan menganggap pelakunya sebagai pahlawan lokal.
“Orang yang kalian curigai sebenarnya sedang memancing bersama saya antara 29 Juli dan 1 Agustus,” tulis salah satu warganet bercanda. Warganet lain bahkan menyalahkan faktor alam: “Saya pikir rusa-rusa itu yang memakannya. [Mereka] akhir-akhir ini di luar kendali.”
Insiden pencurian ini menunjukkan meningkatnya resistensi publik terhadap teknologi pengawasan yang dianggap mengancam privasi. Flock Safety, perusahaan yang memproduksi kamera tersebut, telah menjadi sorotan karena teknologi pengenalan pelat nomornya yang tersebar luas di berbagai kota di Amerika Serikat.
Kasus di Winona ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi pengawasan dirancang untuk meningkatkan keamanan, penerapannya kerap memicu perdebatan sengit di masyarakat. Sebelumnya, pemberitaan tentang kamera Flock di Atlanta juga menyoroti efektivitas perangkat tersebut dalam menekan angka kejahatan.
Sementara itu, perkembangan teknologi AI di kepolisian AS terus menjadi perbincangan hangat. Adopsi teknologi pengawasan oleh aparat penegak hukum memunculkan pertanyaan besar tentang keseimbangan antara keamanan publik dan hak privasi warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Winona masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya kedelapan kamera Flock tersebut. Belum ada informasi mengenai tersangka atau motif di balik aksi pencurian masif ini.
Kejadian ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan kerentanan infrastruktur pengawasan publik. Meskipun kamera-kamera tersebut dipasang di tempat umum, perangkat tersebut ternyata tidak sepenuhnya aman dari aksi kriminal.
Flock Safety sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden pencurian di Winona. Namun, kasus ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi bagi kota-kota lain yang menggunakan teknologi serupa untuk meningkatkan keamanan infrastruktur mereka.
Bagi warga Winona, hilangnya kamera pengawas ini berarti berkurangnya pengawasan di berbagai titik kota. Pihak kepolisian tentu harus mencari solusi alternatif untuk tetap menjaga keamanan wilayah mereka tanpa mengandalkan perangkat yang kini hilang.
Insiden pencurian kamera Flock di Winona menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pengawasan dapat memicu reaksi beragam dari masyarakat. Di satu sisi, perangkat tersebut membantu aparat dalam menjalankan tugas. Di sisi lain, keberadaannya dianggap mengganggu privasi sebagian warga.





Komentar
Belum ada komentar.