Ilustrasi logo DeepSeek dengan latar belakang grafik pasar saham dan angka valuasi USD71 miliar untuk IPO 2027

DeepSeek IPO 2027: Valuasi Rp1.153 Triliun Kumpulkan Dana Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • DeepSeek bersiap IPO pada 2027, bisa lebih cepat akhir tahun ini
  • Kumpulkan dana baru USD1,5 miliar dengan valuasi USD71 miliar
  • Sebulan lalu kumpulkan USD7 miliar di valuasi USD50 miliar
  • Didirikan 2023, populer karena AI lebih efisien dan hemat biaya
  • Kuasai 23% token di Vercel, dibanding Anthropic 32%
  • Gunakan chip Huawei untuk layanan cloud
  • Investor termasuk Tencent dan National AI Industry Investment Fund Beijing

Telset.id – DeepSeek, pengembang model bahasa besar asal China, bersiap melantai di bursa saham melalui IPO pada 2027, namun kemungkinan bisa lebih cepat yakni pada akhir tahun ini. Perusahaan juga berencana mengumpulkan dana segar sekitar USD1,5 miliar atau setara Rp24,4 triliun dengan valuasi mencapai USD71 miliar atau sekitar Rp1.153 triliun.

Kabar ini dilaporkan oleh Bloomberg setelah sebelumnya DeepSeek baru saja mengumpulkan dana USD7 miliar atau sekitar Rp113,8 triliun pada sebulan lalu dengan valuasi sekitar USD50 miliar atau Rp812 triliun. Pendanaan tersebut merupakan putaran pendanaan eksternal pertama dalam sejarah perusahaan rintisan yang didirikan pada 2023 itu.

DeepSeek mencuri perhatian dunia pada awal tahun lalu setelah merilis teknologi kecerdasan buatan yang dinilai lebih efisien dan lebih hemat biaya dibandingkan para pembuat model dari Amerika Serikat. Sejak saat itu, popularitas perusahaan meroket secara eksponensial.

Pada Juni, DeepSeek menguasai hampir 23 persen dari puluhan triliun token yang diproses oleh Vercel, sebuah gateway AI yang berfokus pada perusahaan. Angka ini dibandingkan dengan pangsa Anthropic yang mencapai 32 persen token. Capaian ini menunjukkan bagaimana model open source buatan China mampu bersaing ketat dengan laboratorium AI terkemuka AS, meskipun ada pembatasan ekspor chip dari Amerika.

Layanan cloud DeepSeek berjalan pada chip buatan perusahaan China, Huawei Technologies. Investor DeepSeek mencakup Tencent dan Beijing’s National Artificial Intelligence Industry Investment Fund, menurut laporan Bloomberg. Hingga berita ini ditulis, DeepSeek belum dapat dimintai konfirmasi.

Baca Juga:

Langkah DeepSeek untuk melantai di bursa saham melalui IPO pada 2027, atau mungkin lebih cepat, menunjukkan ambisi besar perusahaan untuk terus mengembangkan teknologi AI. Ransomware Fungsional yang dihasilkan DeepSeek dari prompt AI biasa menjadi bukti lain dari kapabilitas teknologi mereka.

Keputusan DeepSeek untuk mengumpulkan dana segar sekitar USD1,5 miliar dengan valuasi USD71 miliar mencerminkan keyakinan investor terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Valuasi ini meningkat signifikan dari USD50 miliar pada putaran pendanaan sebelumnya, menunjukkan optimisme pasar terhadap masa depan DeepSeek.

Persaingan di industri AI semakin ketat, dengan DeepSeek menunjukkan bahwa model open source China mampu bersaing dengan laboratorium AI AS. Tantangan AI Model dari Z.ai juga menambah dinamika persaingan di sektor ini.

Meskipun menghadapi pembatasan ekspor chip dari AS, DeepSeek tetap mampu mengembangkan teknologi AI yang kompetitif dengan menggunakan chip Huawei. Hal ini menunjukkan ketahanan dan inovasi perusahaan dalam menghadapi tantangan geopolitik.

Rencana IPO DeepSeek pada 2027, yang berpotensi dipercepat, akan menjadi salah satu momen penting di pasar saham global, terutama di sektor teknologi. Keberhasilan IPO ini akan bergantung pada kondisi pasar dan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan valuasi yang mencapai USD71 miliar, DeepSeek diposisikan sebagai salah satu startup AI paling bernilai di dunia. Langkah ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan DeepSeek untuk terus berinovasi dan bersaing secara global.

Perusahaan yang berdiri sejak 2023 ini telah membuktikan bahwa model AI open source buatan China bisa setara dengan produk AS. Blacklist DeepSeek yang ditunda AS menjadi indikasi lain dari pengaruh geopolitik perusahaan ini.

Ke depannya, DeepSeek diperkirakan akan terus menjadi pemain kunci dalam industri AI global, dengan rencana IPO yang menunjukkan ambisi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar.

Keputusan DeepSeek untuk melantai di bursa saham melalui IPO pada 2027, atau lebih cepat, akan menjadi tonggak penting bagi perusahaan dan industri AI secara keseluruhan. Keberhasilan IPO ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan persaingan di sektor AI.

Dengan dana segar yang akan dikumpulkan, DeepSeek berencana untuk terus mengembangkan teknologi AI dan memperluas jangkauan pasarnya. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam industri AI global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.