Telset.id – Perdebatan soal artificial general intelligence (AGI) kembali memanas setelah François Chollet menyatakan bahwa pendekatan yang terlalu bergantung pada large language models (LLM) justru menghambat kemajuan menuju AGI. Menurutnya, pengejaran AGI melalui LLM adalah jalan buntu, dan fokus yang berlebihan pada teknologi ini berpotensi memundurkan kemajuan hingga satu dekade.
Pernyataan tersebut disampaikan Chollet dalam sebuah podcast bersama Dwarkesh Podcast pada Juni 2024. Ia menegaskan bahwa banyak pengembang AI dan frontier labs yang secara terbuka mengejar AGI, yang digambarkan sebagai kecerdasan mirip manusia di mana sebuah model dapat bernalar seperti manusia dan mempelajari kemampuan baru di luar data pelatihannya.
Namun, Chollet menilai LLM yang berbasis neural networks bukanlah solusi untuk mencapai AGI. Meski ia mengakui masih ada ruang untuk meningkatkan kemampuan LLM agar lebih kuat, otonom, dan berguna bagi bisnis, hal itu tidak sama dengan AGI.

ARC Prize dan Tolok Ukur AGI Sejati
Untuk mengukur kemajuan nyata menuju AGI, Chollet ikut mendirikan ARC Prize beberapa bulan sebelum berbicara di podcast tersebut. Tujuan utama dari benchmark ARC-AGI adalah menentukan kemajuan sejati menuju AGI, bukan sekadar peningkatan performa model bahasa besar.
Chollet menjelaskan bahwa meskipun LLM menunjukkan performa yang lebih baik pada benchmark yang sangat sulit ini, tidak ada satu pun yang berhasil mendekati target yang ditetapkan. Hal ini memperkuat argumennya bahwa LLM bukanlah jalur yang tepat menuju AGI.
Kekhawatiran akan Risiko AGI terhadap Manusia
Dalam pernyataannya pada Juni 2024, Chollet juga menyoroti risiko besar yang menyertai pengembangan AGI. Ia mengatakan, “Jika kita tidak mencari cara untuk membuatnya aman, ada kemungkinan nyata itu bisa menghancurkan kita. Tidak ada yang tahu bagaimana memperkirakan probabilitasnya—intinya kita belum pernah berada dalam situasi ini sebelumnya. Kita belum pernah membuat sesuatu yang lebih pintar dari diri kita sendiri.”
Pandangan ini senada dengan kekhawatiran yang disampaikan sejumlah tokoh teknologi lain. Beberapa eksekutif teknologi dalam beberapa pekan terakhir ramai membahas potensi ancaman AGI terhadap umat manusia. Isu ini juga sempat diangkat dalam pembahasan mengenai bahaya AI yang diungkapkan Geoffrey Hinton.
Di sisi lain, menjelang IPO OpenAI dan Anthropic yang belum ditentukan waktunya, kedua perusahaan tersebut bergantian mengungkap insiden yang semakin mengkhawatirkan, termasuk pelanggaran keamanan siber. Bagi banyak pihak, cerita-cerita ini justru dianggap sekadar mempromosikan kemampuan teknologi yang ada untuk tujuan pemasaran.

Chollet tetap pada pendiriannya bahwa LLM tidak akan membawa kita lebih dekat ke AGI. Ia menyoroti bahwa dengan mengalirkan dana ke LLM dan mengabaikan jalur atau arsitektur lain, jalan menuju AGI sejati justru diabaikan. Akibatnya, kemajuan menuju AGI bisa tertunda hingga satu dekade.
Isu soal arah pengembangan AI ini juga menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk dalam diskusi mengenai masa depan pekerjaan yang disampaikan Ilya Sutskever. Perdebatan soal apakah LLM adalah jalan menuju AGI atau justru jalan buntu akan terus berlanjut seiring perkembangan teknologi AI di tahun-tahun mendatang.
[ META_DESCRIPTION]
François Chollet menilai fokus berlebihan pada LLM menghambat kemajuan menuju AGI dan berpotensi memundurkan pencapaian AGI sejati hingga satu dekade.





Komentar
Belum ada komentar.