📑 Daftar Isi

Ilustrasi platform risiko keamanan pangan Chipotle yang berjalan di atas software Foundry milik Palantir

Chipotle Pakai Platform Risiko Keamanan Pangan Palantir Foundry

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Chipotle kembangkan platform risiko keamanan pangan di atas Foundry milik Palantir
  • Platform analisis skor kesehatan toko, insiden hama, dan karyawan sakit
  • Belum diketahui kapan kemitraan mulai dan seberapa luas digunakan
  • Hadir saat FDA catat lebih dari 12.800 kasus penyakit bawaan makanan
  • Chipotle berhenti sajikan jalapeño pemasok tertentu pada Juli
  • Palantir punya kontrak dengan Tyson, General Mills, dan Wendy's
  • Palantir juga dikenal lewat kontrak dengan ICE dan DHS

Telset.id – Chipotle tengah mengembangkan platform risiko keamanan pangan yang berjalan di atas Foundry, software andalan Palantir. Platform ini muncul di tengah periode buruk keamanan pangan di Amerika Serikat, dan berpotensi memicu kontroversi karena Palantir juga dikenal lewat kontraknya dengan lembaga imigrasi.

Informasi ini terungkap dari tangkapan layar yang dilihat WIRED. Platform tersebut menganalisis sejumlah faktor, seperti skor kesehatan toko dari dinas kesehatan, insiden hama, hingga karyawan yang sakit, untuk menghasilkan skor keamanan pangan. Skor itu pada dasarnya menunjukkan tingkat risiko sebuah restoran.

Belum diketahui secara pasti kapan kemitraan ini dimulai atau seberapa luas platform telah digunakan. Yang jelas, langkah Chipotle ini hadir saat keamanan pangan sedang jadi sorotan tajam. US Food and Drug Administration (FDA) mencatat lebih dari 12.800 kasus penyakit yang terkait wabah bawaan makanan sepanjang tahun ini, sebagian besar berasal dari wabah cyclospora besar-besaran yang terhubung dengan selada iceberg.

Chipotle sendiri tidak terdampak langsung oleh wabah tersebut maupun penarikan produk terkait, karena tidak menyajikan selada iceberg. Meski begitu, pada Juli lalu Chipotle secara proaktif berhenti menyajikan jalapeño dari pemasok tertentu yang dikaitkan dengan wabah salmonella yang membuat lebih dari 430 orang sakit.

Platform Risiko Keamanan Pangan

Laurie Schalow, chief corporate affairs and food safety officer Chipotle, menyatakan bahwa perusahaannya sedang menguji coba platform baru tersebut. Menurutnya, platform ini dirancang untuk memberi pandangan yang lebih konsisten dan terpusat atas risiko keamanan pangan di seluruh restoran Chipotle.

“Chipotle is piloting a new Food Safety Risk Management Platform designed to provide a more consistent and centralized view of food safety risk across our restaurants,” kata Laurie Schalow dalam sebuah pernyataan. “The platform brings key information together in one place, enabling our teams to more effectively identify trends, prioritize follow-up, and make proactive, data-informed decisions.”

Palantir tidak merespons permintaan komentar atas informasi ini. Namun, Palantir memang memiliki penawaran besar untuk perusahaan makanan dan minuman. Perusahaan ini punya kontrak dengan pemasok unggas dan daging sapi Tyson, raksasa sereal General Mills, serta koperasi pembelian independen untuk jaringan makanan cepat saji Wendy’s.

Perusahaan dapat memakai Foundry untuk mengelola inventaris, mengotomatiskan pemesanan dan pengiriman, serta melacak rantai pasok mereka. Di Wendy’s, misalnya, software Palantir digunakan untuk mendeteksi potensi kekurangan bahan sebelum terjadi.

Bisnis Palantir ke korporasi Amerika Serikat kini menyumbang hampir separuh dari bisnisnya di negara itu. Pada Agustus, perusahaan melaporkan pendapatan komersial AS mencapai 764 juta dolar AS pada kuartal terakhir, naik 149 persen dibanding tahun sebelumnya. Palantir juga banyak mengerjakan proyek dengan entitas pemerintah yang fokus pada rantai pasok dan keamanan pangan, termasuk kontrak senilai 22 juta dolar AS dengan FDA pada 2022.

Meski begitu, Palantir tetap lebih dikenal lewat kontrak pemerintah lainnya, termasuk pekerjaannya dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Department of Homeland Security. Tahun lalu, ICE memberi Palantir kontrak senilai 30 juta dolar AS untuk membangun platform pengawasan yang menyediakan visibilitas terhadap orang-orang yang melakukan deportasi mandiri.

Pekerjaan Palantir dengan ICE berpotensi menimbulkan kontroversi di industri restoran, tempat imigran menyumbang sekitar seperlima dari tenaga kerja. Pada 2010 dan 2011, Chipotle memecat ratusan pekerja yang tidak memenuhi syarat untuk bekerja di AS, menyusul audit ICE.

Pada 2025, CEO Chipotle Scott Boatwright mengatakan akan “naif” untuk meyakini bahwa karyawan Chipotle tidak akan terdampak oleh pengetatan imigrasi pemerintahan Trump, “whether that’s directly or psychologically.”

“I think it’s a really important moment for us to connect with all individuals in our organization, as a mental check-in, to say, hey, how are you doing, how are you feeling, is there anything we can do to help or support?” kata Boatright kepada NBC News saat itu.

Artikel ini diperbarui pada 16 September 2026 pukul 15.43 ET dengan komentar dari Chipotle.

Kemitraan Chipotle dan Palantir menunjukkan bagaimana data dan analitik makin masuk ke operasional restoran, dari pelacakan rantai pasok hingga penilaian risiko. Perkembangan ini juga memperlihatkan bahwa isu keamanan pangan kini tidak lagi hanya soal kebersihan dapur, tetapi juga soal bagaimana perusahaan mengelola informasi. Sebelumnya, sektor ritel dan makanan juga sempat jadi sasaran insiden siber, seperti yang terjadi pada jaringan toko Saks dan Lord & Taylor.

[CONCLUSION]

Dengan menguji coba platform berbasis Foundry, Chipotle menempatkan data keamanan pangan sebagai bagian dari pengambilan keputusan operasional. Langkah ini berjalan di tengah tekanan wabah penyakit bawaan makanan di AS dan sorotan atas keterlibatan Palantir dengan lembaga imigrasi. Sejauh mana platform ini digunakan di seluruh restoran Chipotle belum diungkap secara rinci.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.