Ilustrasi logo ChatGPT dan Roblox dengan latar bendera Uni Eropa

ChatGPT dan Roblox Masuk Daftar VLOP EU, Aturan Lebih Ketat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • EU akan menetapkan ChatGPT dan Roblox sebagai Very Large Online Platform (VLOP) pada Agustus 2026
  • Kedua platform wajib mematuhi aturan lebih ketat di bawah Digital Services Act (DSA)
  • Kewajiban baru termasuk transparansi iklan, sistem rekomendasi, moderasi konten, dan pelaporan tindak pidana
  • Platform harus melakukan penilaian risiko terkait konten ilegal, kekerasan berbasis gender, dan diskriminasi
  • Wajib menjalani audit tahunan, berbagi data dengan Komisi Eropa, dan izinkan peneliti akses data
  • Roblox hadapi masalah perlindungan anak, OpenAI hadapi kritik soal pelaporan akun tersangka kriminal

Telset.id – Uni Eropa (EU) akan menetapkan ChatGPT dan Roblox sebagai “Very Large Online Platforms” (VLOP) pada Agustus 2026. Penetapan ini membuat kedua platform harus mematuhi aturan lebih ketat di bawah Digital Services Act (DSA).

Keputusan ini dilaporkan oleh Bloomberg dan akan menempatkan ChatGPT serta Roblox dalam daftar yang sama dengan Google Maps, Play, Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, WhatsApp, X, dan YouTube. Dasar penetapan VLOP adalah jumlah pengguna aktif bulanan yang melebihi 45 juta di kawasan EU.

Bagi pengguna di Eropa, perubahan ini akan terasa dalam beberapa bulan mendatang. Kedua platform wajib mengumumkan setiap perubahan kebijakan yang memengaruhi pengguna di blok tersebut setelah resmi mendapat status VLOP.

Aturan baru bagi VLOP mencakup sejumlah kewajiban dalam waktu empat bulan setelah penetapan. Platform harus membangun titik kontak untuk otoritas dan pengguna, meluncurkan syarat dan ketentuan yang ramah pengguna, serta bersikap transparan terkait iklan, sistem rekomendasi, dan keputusan moderasi konten.

Bendera Uni Eropa berkibar di depan gedung parlemen

Selain itu, VLOP diwajibkan melaporkan tindak pidana. Mereka juga harus melakukan penilaian dan identifikasi risiko pada layanan mereka yang terkait dengan konten ilegal, proses pemilihan umum, kekerasan berbasis gender, kebebasan berekspresi, kebebasan media, dan diskriminasi.

Setelah mengidentifikasi risiko, platform wajib menerapkan langkah-langkah mitigasi. VLOP juga harus membangun proses kepatuhan internal, diaudit setiap tahun untuk memastikan penerapan rekomendasi auditor, berbagi data dengan Komisi Eropa, dan mengizinkan peneliti terverifikasi mengakses data tersebut.

Keputusan EU ini muncul di tengah berbagai masalah yang dihadapi kedua platform. Roblox diketahui memiliki masalah pelaporan terkait bahaya anak-anak dan menghadapi banyak tuntutan hukum dari berbagai otoritas. Platform game ini dituduh gagal melindungi anak-anak dari perilaku predator pemain dewasa.

Sementara itu, ChatGPT juga menghadapi sorotan tajam. OpenAI baru-baru ini mendapat kritik setelah terungkap bahwa perusahaan tidak memberi tahu otoritas saat memblokir akun ChatGPT milik tersangka penembakan massal Tumbler Ridge pada 2025.

OpenAI sejak itu berjanji akan melaporkan ancaman kredibel kepada otoritas. Perusahaan juga menghadapi gugatan wrongful death dari keluarga pengguna yang meninggal karena bunuh diri, dengan tuduhan bahwa platform tidak memiliki perlindungan yang memadai untuk perilaku bunuh diri.

Penetapan status VLOP ini membawa konsekuensi langsung bagi operasional ChatGPT dan Roblox di Eropa. Kedua platform harus segera menyesuaikan kebijakan dan sistem mereka untuk memenuhi persyaratan DSA dalam waktu empat bulan.

Bagi ChatGPT, aturan baru ini berarti harus lebih transparan dalam sistem rekomendasi konten dan moderasi. Platform AI ini juga harus memastikan kepatuhan terhadap aturan pelaporan tindak pidana, yang relevan dengan kasus sebelumnya di mana OpenAI tidak melaporkan akun tersangka kriminal.

Sementara untuk Roblox, status VLOP mengharuskan platform game ini untuk meningkatkan perlindungan anak. Aturan tentang risiko terkait kekerasan berbasis gender dan konten ilegal menjadi sangat relevan mengingat berbagai tuntutan yang dihadapi Roblox terkait keselamatan anak.

Kedua platform juga harus bersiap menghadapi audit tahunan dan berbagi data dengan regulator. Ini merupakan peningkatan signifikan dalam pengawasan dibandingkan sebelumnya. Kegagalan mematuhi aturan DSA dapat berakibat pada denda besar bagi perusahaan.

Dampak dari penetapan ini tidak hanya dirasakan di Eropa. Kebijakan yang diterapkan untuk mematuhi DSA kemungkinan akan memengaruhi operasional global kedua platform, mengingat perubahan sistem yang harus dilakukan berskala besar.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan kebijakan ChatGPT dan Roblox akibat status VLOP mungkin juga akan terasa. Banyak platform global yang menerapkan perubahan secara seragam di seluruh dunia untuk efisiensi operasional.

Pengguna ChatGPT di Indonesia bisa memantau perkembangan ini melalui harga paket langganan yang mungkin mengalami penyesuaian seiring perubahan kebijakan perusahaan.

Keputusan EU ini menandai babak baru dalam regulasi platform digital global. Dengan menambahkan ChatGPT dan Roblox ke daftar VLOP, EU memperluas pengawasan tidak hanya pada media sosial tradisional tetapi juga pada platform AI generatif dan game online.

Langkah ini menunjukkan bahwa regulator Eropa serius dalam menangani risiko yang muncul dari teknologi baru. Baik ChatGPT maupun Roblox kini harus membuktikan bahwa mereka dapat beroperasi dengan standar keamanan dan transparansi yang ditetapkan DSA.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.