📑 Daftar Isi

Logo Google DeepMind dengan latar putih

CEO Google DeepMind Demis Hassabis Mundur, Jadi Chairman

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Demis Hassabis mundur dari posisi CEO Google DeepMind setelah memimpin sejak 2010
  • Hassabis tetap bertahan sebagai chairman organisasi dan chief scientist Alphabet
  • Koray Kavukcuoglu, mantan CTO, menjadi senior VP yang melapor langsung ke Sundar Pichai
  • Jeff Dean hengkang untuk mendirikan startup AI Discovery Loop dengan investasi Google
  • Google membubarkan tim AlphaFold dan berinvestasi hingga US$40 miliar dengan Anthropic

Telset.id – Demis Hassabis mundur dari posisi CEO Google DeepMind setelah memimpin sejak 2010. Ia tetap bertahan di perusahaan dengan beralih menjadi chairman organisasi, sekaligus menjabat sebagai chief scientist untuk perusahaan induk Google, Alphabet.

Kabar ini menjadi perubahan besar dalam struktur kepemimpinan Google DeepMind. Hassabis juga akan terus memimpin Isomorphic Labs, anak perusahaan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengembangkan produk farmasi baru.

Koray Kavukcuoglu, yang sebelumnya menjabat CTO Google DeepMind, akan mengambil alih kepemimpinan operasional harian sebagai senior VP dan melapor langsung ke CEO Google Sundar Pichai. Pergantian ini menandai babak baru bagi divisi AI Google yang tengah menghadapi persaingan ketat dalam industri generative AI.

Restrukturisasi Kepemimpinan Google DeepMind

DeepMind selama ini tidak pernah memiliki posisi chairman korporat yang terpisah dari kepemimpinan eksekutif. Dengan transisi ini, struktur organisasi Google DeepMind mengalami perubahan signifikan. Hassabis menambahkan gelar baru sebagai chief scientist Alphabet, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Jeff Dean.

Jeff Dean sendiri memutuskan hengkang dari Google untuk mendirikan startup baru bernama Discovery Loop. Ia membawa sejumlah rekannya dalam venture ini, dan Google dikabarkan akan berinvestasi dalam jumlah yang tidak diungkapkan serta bertindak sebagai penyedia layanan cloud untuk perusahaan baru tersebut.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Dean mengungkapkan fokus Discovery Loop pada pengembangan model AI yang mampu meningkatkan diri sendiri dengan sedikit atau tanpa bantuan manusia. “Kami pikir ada peluang bagi AI untuk lebih mengotomatisasi apa yang secara tradisional menjadi loop eksperimental yang sangat intensif manusia,” ujarnya.

Kavukcuoglu menyambut baik transisi ini melalui cuitan di media sosial. Ia mengucapkan terima kasih kepada Sundar Pichai dan menyebut momen ini sebagai titik penting bagi Google DeepMind untuk fokus pada model Gemini, riset AI frontier, dan produk untuk pengguna serta mitra.

Restrukturisasi ini sejalan dengan perubahan besar di Google yang tengah berupaya memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan OpenAI dan Anthropic.

Transformasi Besar di Divisi AI Google

Google DeepMind tengah mengalami transformasi drastis dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan baru saja membubarkan tim AlphaFold, program AI yang mampu memprediksi struktur 3D protein dari sekuens asam amino dalam hitungan menit—sesuatu yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Sebagian karyawan tim AlphaFold dialihkan ke posisi lain, sementara sebagian lainnya memilih keluar. Teknologi AlphaFold sendiri telah digunakan untuk mengembangkan terapi penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, dan berhasil meraih Nobel Prize di bidang kimia.

Selain perubahan internal, Google juga mengumumkan rencana investasi hingga US$40 miliar dengan Anthropic. Perusahaan telah menginvestasikan US$10 miliar pada bulan April, dengan tambahan US$30 miliar lagi jika Anthropic memenuhi target kinerja tertentu.

Tekanan kompetitif dari OpenAI dan Anthropic menjadi pendorong utama percepatan transformasi ini. Google berupaya mempertahankan relevansinya dalam perlombaan generative AI yang semakin ketat, termasuk melalui peluncuran model Gemini dan berbagai produk AI lainnya.

Pengguna layanan Google juga akan merasakan dampak dari perubahan ini. Google dikabarkan akan menghentikan Google Assistant pada September 2026 dan menggantinya dengan Gemini, sebagai bagian dari strategi konsolidasi produk AI perusahaan.

Dengan struktur kepemimpinan baru ini, Google DeepMind diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam mengembangkan teknologi AI. Hassabis sebagai chairman akan tetap memberikan arahan strategis, sementara Kavukcuoglu fokus pada operasional sehari-hari dan pengembangan produk.

Keputusan Jeff Dean untuk mendirikan Discovery Loop juga menjadi sinyal bahwa talenta senior Google terus melahirkan inovasi baru di luar perusahaan. Dengan dukungan investasi dan infrastruktur cloud dari Google, Discovery Loop berpotensi menjadi pemain baru yang signifikan dalam pengembangan AI otonom.

Investasi Google di berbagai entitas AI menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap berada di garis depan inovasi teknologi. Meskipun ada kekhawatiran tentang model pendanaan yang saling terkait, langkah ini mencerminkan strategi Google dalam membangun ekosistem AI yang komprehensif.

Perubahan kepemimpinan ini menjadi bagian dari siklus evolusi yang wajar dalam industri teknologi yang bergerak sangat cepat. Google DeepMind dengan kepemimpinan baru diharapkan mampu menjawab tantangan kompetitif dan terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.