Telset.id – Maraknya penyalahgunaan smart glasses untuk merekam orang secara diam-diam mendorong publik mencari cara mendeteksi keberadaan perangkat tersebut. Berdasarkan laporan Ars Technica, smart glasses kini digunakan untuk merekam orang di kamar mandi, mengabadikan momen pribadi pasangan, hingga alat pelecehan di lingkungan sekolah. Kondisi ini membuat persepsi publik terhadap smart glasses mencapai titik terendah, terutama setelah Meta berupaya menghapus julukan “pervert glasses” dengan menerapkan pengaturan privasi yang lebih aman.
Pertumbuhan pasar smart glasses sendiri meningkat signifikan. Menurut IDC, pasar smart glasses global tumbuh 167% year over year pada Q1 2026, dengan sekitar 2,25 juta unit terkirim dalam satu kuartal. Popularitas model seperti Ray-Ban Meta (Gen 2), Meta Oakley HSTN, dan Rokid AI Glasses turut mendorong angka tersebut. Namun, lonjakan pembelian ini beriringan dengan meningkatnya kasus pelanggaran privasi.
Sebagai respons, masyarakat mulai mencari aplikasi dan perangkat untuk mendeteksi keberadaan smart glasses di sekitar mereka. Metode yang digunakan pun tergolong murah dan mudah diakses.
Aplikasi Pendeteksi Smart Glasses di Sekitar Anda
Terdapat empat aplikasi yang tersedia di App Store untuk mendeteksi smart glasses: Antizuck Smart Glasses Scanner, Nearby Glasses (Original), Zuckoff, dan NoGlasshole: Glasses Detector. Aplikasi Nearby Glasses juga tersedia untuk perangkat Android.
Semua aplikasi ini memiliki fungsi serupa: memindai sinyal Bluetooth yang dipancarkan smart glasses saat perangkat dalam keadaan menyala. Aplikasi-aplikasi ini memberi tahu pengguna ketika ada perangkat berkemampuan merekam di sekitar mereka. Selain melalui aktivitas Bluetooth, smart glasses juga dapat dideteksi melalui sinyal Wi-Fi dan lampu indikator LED di bagian depan bingkai yang berkedip saat kamera merekam video atau mengambil foto.
Perlu dicatat bahwa sebagian pemilik smart glasses mencari cara membuat perangkatnya lebih sulit terdeteksi, misalnya dengan menonaktifkan indikator LED.

Aplikasi Zuckoff menjadi contoh utama aplikasi yang memudahkan pengguna menghindari perekaman tanpa izin. Situs resmi aplikasi tersebut menjelaskan: “Camera glasses announce themselves over Bluetooth. Zuckoff listens for those announcements and tells you when Ray-Ban Meta, Oakley Meta, Snap Spectacles or similar hardware turns up nearby. It also logs every other Bluetooth device it hears along the way. No account, no server, no analytics.”
Situs aplikasi tersebut juga menjelaskan keterbatasannya: “Glasses advertise loudest while powering on, pairing or leaving the case. Once paired to their owner’s phone they can go quiet, so silence is not proof that nobody is recording, and a detection is not proof that anyone is. Signal strength gives a rough distance and no direction at all.”
Perangkat Deteksi yang Tersedia di Pasaran
Selain aplikasi, tersedia pula alat counter-surveillance yang relatif murah di Amazon untuk mendeteksi smart glasses. Perangkat tersebut meliputi RF Signal Detectors dan Optical Lens Finders.
RF Signal Detectors bekerja dengan mengukur semburan frekuensi radio saat smart glasses melakukan streaming audio atau video melalui Wi-Fi atau Bluetooth. Namun, alat ini hanya aktif ketika smart glasses sedang mentransmisikan data, tidak saat perangkat offline atau idle. Pemindaian Bluetooth sendiri hanya mengungkap bahwa smart glasses menyala dan berada di area Anda—tidak dapat memastikan apakah kamera sedang aktif merekam.
Sementara itu, Optical Lens Finders memancarkan LED merah berkedip. Pantulan dari lensa kamera mini pada bingkai smart glasses akan terlihat melalui viewfinder. Perlu diingat bahwa alat ini membutuhkan sapuan visual manual garis pandang oleh pengguna.

Panduan tentang cara mengetahui seseorang memakai smart glasses juga mencakup sejumlah tanda visual yang dapat membantu mengenali perangkat tersebut di tempat umum.
Smart glasses memang memiliki manfaat, seperti mendengarkan media hands-free, mengandalkan asisten suara bertenaga AI untuk tugas sehari-hari, memanfaatkan tampilan augmented reality untuk petunjuk arah berjalan atau bersepeda, serta digunakan sebagai monitor virtual untuk menonton film di rumah. Kemampuan merekam video dan foto juga mengesankan. Namun, melihat cara penggunaannya yang melanggar privasi saat ini, fitur-fitur tersebut dianggap tidak dapat dipercaya oleh banyak orang.
Dengan mengandalkan aplikasi dan perangkat untuk mendeteksi smart glasses, masyarakat menemukan cara unik untuk menjauh dari jangkauan kamera dan menjaga privasi mereka tetap utuh.





Komentar
Belum ada komentar.