Zach Yadegari, pendiri Cal AI, saat berbicara di panggung TechCrunch Disrupt

Cal AI Raup Rp30 Juta Dolar, Yadegari Ungkap Strategi Influencer

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Cal AI didirikan Zach Yadegari pada 2024 dan meraup lebih dari 30 juta dolar AS dalam dua tahun
  • Diakuisisi MyFitnessPal pada Maret dengan nilai yang tidak diungkap
  • Strategi influencer: rekrut cepat, bayar berbasis jangkauan dan retensi unggahan
  • Kunci sukses memilih influencer dengan komunitas sangat erat
  • Yadegari luncurkan Persona, agen AI dengan dana 10 juta dolar AS

Telset.id – Cal AI, aplikasi pelacak kalori berbasis AI yang didirikan Zach Yadegari pada 2024, berhasil meraup lebih dari 30 juta dolar AS dalam dua tahun sebelum diakuisisi MyFitnessPal pada Maret lalu. Pencapaian ini diraih Yadegari yang baru lulus SMA dan kini berusia 19 tahun, menjadikannya salah satu pendiri startup AI termuda dengan capaian pendapatan signifikan.

Keberhasilan Cal AI tidak lepas dari strategi pemasaran yang mengandalkan sejumlah besar influencer. Yadegari mengungkapkan bahwa sinyal awal kesuksesan muncul ketika sebuah unggahan influencer tentang aplikasinya menghasilkan sekitar seribu pengguna baru dalam dua hari. Temuan itu menjadi titik balik yang meyakinkan dirinya bahwa model promosi tersebut bisa bekerja secara konsisten.

Dalam sesi di TechCrunch Disrupt pada Kamis, Yadegari menjelaskan bahwa pihaknya kemudian mulai merekrut influencer secepat mungkin dan membayar sebanyak mungkin orang untuk mempromosikan brand. Ia menyebut pola yang terlihat cukup linier namun berlangsung sangat cepat, di mana setiap unggahan menghasilkan jumlah penonton tertentu yang berkonversi menjadi pengguna. Strategi ini menjadi fondasi pertumbuhan Cal AI hingga menembus pendapatan puluhan juta dolar.

Pendekatan yang dijalankan Cal AI mencakup negosiasi tarif dengan para influencer. Yadegari menuturkan, perusahaan menawarkan pembayaran tertentu dengan imbalan jangkauan audiens pada skala yang disepakati. Menurutnya, banyak influencer merupakan “anak kuliah yang bokek” yang “hanya ingin uang tunai”. Ia mencontohkan pola komunikasi yang digunakan, yakni menawarkan bayaran dengan syarat influencer terus mengunggah konten sampai mencapai jumlah penggunaan tertentu.

Selain soal tarif, faktor penting lain adalah memilih influencer yang tepat. Yadegari menekankan bahwa hal terbesar bagi Cal AI adalah menemukan influencer yang memiliki komunitas sangat erat. Komunitas yang solid dinilai lebih efektif dalam mengonversi audiens menjadi pengguna dibandingkan jangkauan yang luas namun longgar.

Baca Juga:

Di atas panggung, Yadegari juga menyampaikan bahwa ayahnya hadir di antara penonton. Ia memberikan kredit kepada keluarganya karena telah memberinya kebebasan untuk mengejar ambisinya. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya masuk ke daftar Forbes 30 Under 30.

Ketika ditanya soal pendidikan tinggi, Yadegari tidak mengaitkannya dengan kesuksesan. Ia menilai satu-satunya alasan nyata untuk kuliah adalah jika seseorang ingin menikmati waktu sosial yang menyenangkan sebagai anak muda dan berkumpul dengan orang lain. Pernyataan itu disambut tawa penonton di ruangan.

Sejalan dengan ekspansi bisnisnya, awal bulan ini Yadegari meluncurkan Persona, sebuah startup agen AI baru yang telah mengumpulkan dana 10 juta dolar AS. Ia menyebut misi menyeluruh Persona adalah membuat komputasi menjadi mulus menyatu dengan kehidupan manusia. Asisten AI personal perusahaan itu, menurut Yadegari, akan “hidup di mana saja yang ada koneksi internet”, termasuk di iMessage, aplikasi, email, dan panggilan telepon.

Ia menambahkan bahwa salah satu pembeda dari rencana Persona untuk asisten AI tersebut adalah membangun ekosistem perangkat keras di sekitar aplikasinya. Langkah ini menandai pergeseran dari sekadar perangkat lunak menuju integrasi yang lebih dalam antara layanan AI dan perangkat fisik pengguna.

Bagi pelaku industri, perjalanan Cal AI memperlihatkan bagaimana distribusi berbasis komunitas dan negosiasi berbasis performa dapat mempercepat pertumbuhan produk AI. Model pembayaran yang dikaitkan dengan jangkauan dan retensi unggahan menjadi salah satu variabel yang menentukan hasil kampanye. Sementara itu, peluncuran Persona menunjukkan bahwa pendiri yang sama kini menyasar lapisan yang lebih luas, yakni asisten AI yang hadir di berbagai kanal komunikasi sehari-hari.

Dengan akuisisi Cal AI oleh MyFitnessPal dan pendanaan awal Persona, Yadegari memposisikan diri pada dua jalur berbeda: produk yang sudah terbukti secara komersial dan eksperimen baru di ranah agen AI. Perkembangan keduanya akan menjadi perhatian bagi pengamat yang mengikuti arah pertumbuhan startup AI di segmen konsumen.

[CONCLUSION]
Perjalanan Cal AI menunjukkan bahwa strategi influencer berbasis komunitas erat dan negosiasi performa dapat mendorong pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam waktu singkat. Sementara peluncuran Persona menandai langkah Yadegari menyasar integrasi AI yang lebih luas ke dalam kehidupan sehari-hari melalui asisten personal dan ekosistem perangkat keras.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.