Telset.id – Barclays akan memangkas 5.000 posisi karyawan hingga akhir 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang membuat sejumlah proses dialihkan ke kecerdasan artifisial (AI). Angka itu setara 5% dari total tenaga kerja global Barclays, dan sebanyak 1.000 posisi telah ditutup lebih dulu, sementara 4.000 lainnya diperkirakan menyusul sebelum akhir tahun.
Pemangkasan ini menyasar mayoritas posisi di lini operasional dan fungsional pada unit perbankan ritel Barclays di Inggris, namun divisi investment banking juga ikut terdampak. Keputusan Barclays menjadi salah satu sinyal paling konkret bahwa efisiensi berbasis AI kini mulai dihitung sebagai pengurang jumlah tenaga kerja di sektor jasa keuangan, bukan sekadar wacana teknologi.
Alasan yang disampaikan Barclays mencakup investasi teknologi baru, dengan AI membantu membuat proses lebih efisien melalui otomatisasi alur kerja. “Kami memosisikan Barclays untuk masa depan, membangun tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi kami dan memenuhi kebutuhan pelanggan dan klien yang terus berkembang,” kata juru bicara Barclays kepada The Guardian.
“Dalam melakukannya, kami berkomitmen membantu rekan-rekan kami mengembangkan dan membangun karier yang bermanfaat, sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan dan klien yang berubah serta memastikan Barclays terus berhasil di tahun-tahun mendatang,” lanjut pernyataan tersebut.
Investasi Teknologi dan Target Penghematan
Chief executive CS Venkatakrishnan kepada wartawan menyatakan perusahaan telah melakukan “investasi mendalam” pada teknologi dan penyederhanaan proses. “Itu mendorong sebagian besar perolehan efisiensi yang Anda lihat sejauh ini. AI memiliki peran penting dan mungkin memiliki peran yang lebih penting di masa depan,” ujarnya.
Venkatakrishnan juga menyebut AI sebagai “icing on the cake” atau pelengkap dalam investasi tersebut. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi dengan wartawan, di mana perusahaan turut melaporkan laba £2,3 miliar (US$3 miliar) untuk periode Juli hingga September, naik 12% dibanding tahun sebelumnya.
Chief financial officer Anna Cross menyebut pemangkasan merupakan bagian dari rencana penghematan £1,1 miliar (US$1,4 miliar) pada 2027. “Tindakan ini melibatkan pengurangan sekitar 5.000 karyawan penuh waktu, sekitar 60% dari aksi grup berkaitan dengan fungsi pendukung, termasuk theory developers,” kata Cross. “AI membuat orang-orang kami lebih produktif.”

Pernyataan Cross menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan strategi investasi teknologi dan penyederhanaan proses yang sudah berjalan. Bagi Barclays, AI diposisikan sebagai lapisan tambahan yang mempercepat perolehan efisiensi dari investasi yang lebih dulu ditanam.
Dampaknya terasa paling langsung pada fungsi pendukung, yang menurut Cross mencakup sekitar 60% dari aksi grup. Ini menjelaskan mengapa unit perbankan ritel di Inggris menjadi wilayah dengan pemangkasan terbesar, sementara investment banking tetap menerima efek samping berupa pengurangan posisi.
Baca Juga:
Konteks Pemangkasan di Sektor Keuangan
Langkah Barclays menambah deretan keputusan efisiensi di industri keuangan yang kini bersinggungan langsung dengan adopsi AI. Dalam pengumuman yang sama, Barclays menegaskan posisinya untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan dan klien yang berubah, seraya menyesuaikan komposisi tenaga kerja.
Angka yang dipaparkan manajemen memberi gambaran jelas soal skala: 5.000 posisi penuh waktu, 1.000 di antaranya sudah ditutup, dan sisanya dijadwalkan hingga akhir tahun. Target penghematan £1,1 miliar pada 2027 menjadi bingkai finansial yang menjelaskan mengapa pemangkasan dilakukan dalam rentang waktu tersebut.
Bagi pasar, kombinasi laba £2,3 miliar yang naik 12% dan rencana penghematan besar menunjukkan bahwa efisiensi bukan respons terhadap tekanan kinerja, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas. Venkatakrishnan menyebut investasi mendalam pada teknologi dan penyederhanaan proses sebagai penggerak utama perolehan efisiensi yang telah terlihat.
Di sisi lain, pernyataan juru bicara Barclays menempatkan komitmen pengembangan keterampilan karyawan sebagai bagian dari transisi. Perusahaan menyatakan akan membantu rekan-rekan mereka mengembangkan dan membangun karier yang bermanfaat, seiring perubahan kebutuhan pelanggan dan klien.
Perubahan komposisi tenaga kerja ini juga relevan bagi pembaca yang mengikuti dinamika industri teknologi dan keuangan, termasuk yang mencermati bagaimana perusahaan lain menyesuaikan operasi mereka. Sejumlah artikel Telset.id sebelumnya membahas pergerakan serupa di sektor lain, seperti Tesla Q2 2026 dan Tesla Kirim 480.126 Unit.
Yang membedakan Barclays adalah keterkaitan eksplisit antara AI dan pengurangan jumlah karyawan. Venkatakrishnan tidak hanya menyebut AI sebagai bagian dari investasi teknologi, tetapi juga memberi ruang bahwa perannya bisa lebih besar di masa depan. Cross melengkapinya dengan pernyataan bahwa AI membuat orang-orang Barclays lebih produktif.
Dengan 60% aksi grup menyentuh fungsi pendukung, termasuk theory developers, pemangkasan ini menyoroti area yang paling terdampak oleh otomatisasi alur kerja. Barclays memilih menyampaikan angka dan target secara terbuka, mulai dari 5.000 posisi, 1.000 yang sudah ditutup, hingga target penghematan £1,1 miliar pada 2027.
Bagi pelanggan dan klien, pernyataan resmi Barclays menempatkan perubahan ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Bagi karyawan, komitmen pengembangan keterampilan menjadi bagian yang disebutkan perusahaan dalam proses transisi. Bagi pengamat industri, kombinasi laba naik 12% dan pemangkasan 5% tenaga kerja global menjadi contoh bagaimana efisiensi AI diukur dalam angka nyata.
Informasi lain seputar penyesuaian operasi perusahaan teknologi dapat ditelusuri melalui artikel Skema Leasing Baru. Sementara itu, Barclays menegaskan seluruh langkah ini merupakan bagian dari posisinya untuk masa depan, dengan tenaga kerja dan keterampilan yang disesuaikan terhadap strategi perusahaan.
[WARN]
Jangan pernah menambahkan fakta, angka, atau kutipan yang tidak ada di sumber. Seluruh data di artikel ini mengacu pada pengumuman Barclays sebagaimana dilaporkan TechRadar dan The Guardian.
[/WARN]





Komentar
Belum ada komentar.