📑 Daftar Isi

Aston Martin Aramco Technology Forum dengan pembahasan AI di balapan F1

Aston Martin F1 Gunakan AI untuk Raih Kemenangan Strategis

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Aston Martin F1 mengungkapkan bahwa AI memainkan peran kunci dalam strategi balapan, termasuk kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona
  • Setiap tim F1 mencerna sekitar 50 petabyte data per akhir pekan balapan dari 250 sensor di mobil
  • Ada dua jenis AI yang digunakan: Machine Learning untuk menemukan pola data dan Generative AI untuk membuat keputusan strategis
  • Bobot mobil berkurang 1,5 kg per lap karena konsumsi bahan bakar, memengaruhi keseimbangan dan membutuhkan analisis AI real-time
  • Manusia tetap "di dalam lingkaran" untuk keputusan kunci, dengan Adrian Newey masih menggunakan papan gambar manual
  • Aston Martin berharap AI membantu mereka naik ke posisi lebih baik di grid melalui rebuild B-spec mobil

Telset.id – Tim Formula 1 Aston Martin Aramco secara terbuka mengungkapkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) telah menjadi faktor kunci di balik strategi balapan yang tidak konvensional namun berbuah kemenangan. Fabrizio Pilotti, Chief Innovation Officer Aston Martin F1, menyatakan bahwa kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona adalah hasil dari strategi yang digerakkan oleh AI.

Dalam dunia F1 yang serba cepat, setiap tim mencerna sekitar 50 petabyte data dalam satu akhir pekan balapan. Data ini berasal dari 250 sensor di mobil, informasi trek, hingga komunikasi radio tim. Tanpa bantuan AI, mustahil bagi manusia untuk menganalisis data sebanyak itu secara real-time untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

Menurut Pilotti, pola strategi yang dihasilkan AI seringkali terlihat tidak masuk akal bagi perhitungan manusia pada awalnya. “Saya pikir penggemar F1 tingkat lanjut akan berkata ‘oke, itu tidak biasa’…itu bukan perhitungan normal (manusia) tentang bagaimana Anda menghitung strategi,” jelas Pilotti dalam forum AMR Network Technology Forum yang digelar tim tersebut.

Eric Ernst, Commercial Technology Ambassador Aston Martin, menambahkan bahwa setiap lap adalah “lap baru” bagi pembalap. Hal ini disebabkan oleh perubahan bobot mobil yang berkurang 1,5 kilogram setiap lap karena konsumsi bahan bakar. Perubahan ini memengaruhi keseimbangan mobil, titik pengereman, dan degradasi ban. Algoritma machine learning membantu insinyur untuk memahami kemampuan mobil di setiap tahap lintasan dan memberikan umpan balik yang akurat secara real-time.

Aston Martin Aramco AMR Network Technology Forum

Dua Jenis AI di Garasi F1

Untuk memahami dampak AI di F1, penting untuk membedakan dua jenis utamanya. Pertama, Machine Learning yang menyerap data dalam jumlah besar, menemukan pola, dan memberikan saran. Kedua, Generative AI yang mampu mengambil data tersebut dan menciptakan sesuatu yang baru, seperti kode untuk aplikasi atau keputusan strategis yang kompleks.

Pilotti mengungkapkan bahwa tim memiliki data yang membentang hingga beberapa dekade ke belakang. “Anda bisa belajar setidaknya dari tahun 80-an, dan mungkin bahkan akhir tahun 70-an,” katanya. Data historis yang sangat besar ini, dikombinasikan dengan informasi real-time, menjadi fondasi bagi AI untuk membangun strategi pit stop yang paling menguntungkan.

Contoh nyata adalah strategi Lewis Hamilton di Barcelona yang disebut Pilotti sebagai “strategi AI”. Saat tim lain memilih strategi dua kali pit stop minimal, Hamilton melakukan tiga kali pit stop. Keputusan yang tampak aneh ini ternyata merupakan hasil kalkulasi AI yang mempertimbangkan degradasi ban, bobot bahan bakar, dan kondisi trek secara akurat, sehingga menghasilkan waktu balapan yang lebih cepat.

Aston Martin Aramco AMR Network Technology Forum

Manusia Tetap di Dalam Lingkaran

Meskipun AI memainkan peran besar, baik Pilotti maupun Ernst menekankan bahwa AI bukanlah pengganti pengalaman manusia. “Manusia tetap berada di dalam lingkaran (human in the loop) untuk keputusan-keputusan kunci,” tegas Ernst. Hal ini terlihat dari kebiasaan Adrian Newey, kepala desainer tim, yang masih menggunakan papan gambar manual di samping mejanya.

“Saya pikir setiap orang sedikit berbeda. Ini seperti cara Anda mengatur meja kerja — berapa banyak layar, bagaimana Anda bekerja?” jelas Ernst. “Saya pikir akan ada proses standar yang menjadi agentic, tetapi kami tidak ingin menggantikan siapa pun. Hanya saja orang-orang melakukan bagian dari pekerjaan itu.”

Pilotti menambahkan, “Banyak pemikiran terjadi di otak, dan beberapa di antaranya terjadi di papan gambar. Apa yang terjadi secara intensif adalah dari momen [desain dan teknik] itu seterusnya, Anda memiliki semua alat simulasi yang sangat bergantung pada algoritma canggih termasuk AI.”

Saat ini, Aston Martin menghadapi tantangan besar di lintasan. Sebagai penggemar Fernando Alonso, Pilotti mengakui performa tim yang kurang kompetitif. Namun, dengan adopsi AI secara penuh dan rencana rebuild B-spec mobil, tim optimistis bisa naik ke posisi yang lebih baik di grid.

Bagi penggemar F1, memahami peran AI ini memberikan perspektif baru dalam menonton balapan. Keputusan strategis yang tampak aneh atau tidak masuk akal mungkin saja merupakan hasil kalkulasi cerdas dari algoritma yang mencari “10% ajaib” untuk mengalahkan kompetisi. Seperti yang dikatakan Pilotti, “Masalah Formula 1 adalah di TV, mereka hanya menampilkan 0,5% dari apa yang sebenarnya terjadi dalam balapan.”

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.