Telset.id – Pengguna perangkat Fitbit yang menyaksikan acara iPhone Duo Apple kemarin berpotensi merasakan kekhawatiran yang sama saat melihat rencana baru Apple untuk aplikasi Health. Aplikasi tersebut kini hadir dengan pembaruan bertenaga AI yang berpotensi membangkitkan emosi tidak nyaman bagi banyak penggemar Fitbit. Keputusan Apple menambahkan AI ke dalam aplikasinya tidak otomatis membawa dampak buruk. Namun, kemiripan antara Apple Health dan aplikasi Google Health yang selama ini digunakan pengguna Fitbit, lengkap dengan halusinasi liar dan ketidakakuratan data kebugaran, tidak bisa dipungkiri.
Jika pengalaman Fitbit menjadi acuan, ada risiko bahwa pelanggan Apple akan menghadapi pengalaman yang tidak mulus. Google-owned Fitbit mengumumkan perombakan total aplikasi pendamping untuk perangkat wearable mereka pada Mei 2026, dan responsnya hampir langsung negatif. Aplikasi yang berganti nama itu disebut “unbelievably bad” karena fitur yang hilang dan keputusan antarmuka pengguna yang membingungkan, membuat aplikasi jauh kurang menyenangkan digunakan dibanding versi sebelumnya.
Keluhan Pengguna Google Health
Seiring berjalannya waktu, media sosial dipenuhi keluhan pengguna yang mengarah langsung ke satu target: asisten AI Google Health. Alat ini dirancang untuk menganalisis data kebugaran dan memberikan saran cara meningkatkan kebugaran serta hidup lebih sehat. Masalahnya, AI tersebut sering kali keluar jalur. AI Google dilaporkan memberikan saran kebugaran “unhinged”, menyampaikan “nonstop lies”, dan menghasilkan metrik pelacakan makanan yang sepenuhnya fiktif.
Ini menjadi perhatian serius dan sumber frustrasi besar bagi siapa pun yang harus menggunakannya. Kini dengan perombakan Apple Health, fitur serupa berpotensi hadir di iPhone. Dalam aplikasi lain, performa yang tidak konsisten mungkin hanya menjadi gangguan ringan. Namun di aplikasi seperti Google Health, di mana AI memberikan saran yang dapat memengaruhi kesehatan fisik secara langsung, dampaknya jauh lebih serius.

Pertanyaannya, dapatkah Apple menghindari masalah serupa dengan perombakan AI-nya sendiri? Meskipun Apple memiliki rekam jejak yang baik dan implementasi LLM yang hati-hati, hal itu belum menjadi jaminan. Apple mencoba mengambil jalur sendiri dengan Apple Intelligence, tetapi tertinggal jauh dari kompetisi sehingga harus meminta bantuan Google. Artinya, model AI yang sama yang membuat Google Health bermasalah kini menopang Apple Intelligence, dan dengan itu, Apple Health.
Baca Juga:
Harapan pada Apple Health
Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa Apple Health akan mengalami nasib yang sama dengan Google Health. Meskipun AI Google menopang banyak fitur di Apple Intelligence dan Siri AI, belum diketahui secara pasti bagaimana hal itu akan bekerja di aplikasi Health Apple yang diperbarui. Apakah Apple telah menyesuaikan model Google sesuai preferensinya sendiri atau mengimpornya secara utuh?
Harapannya, Apple telah melakukan modifikasi sendiri. Situs web Apple menyatakan bahwa “all of our health innovations are subject to rigorous scientific validation and are developed with clinical experts from start to finish”. Selain itu, Apple sangat memperhatikan privasi dan keamanan pengguna, dan tidak ada yang lebih rentan daripada data kesehatan. Hampir setiap fitur terkait kesehatan yang diperkenalkan Apple dalam beberapa tahun terakhir menekankan langkah-langkah yang diambil untuk mengenkripsi, melindungi, dan mengamankan informasi kebugaran sensitif.

Mengingat Google bisa dianggap relatif lebih longgar terhadap privasi pengguna, akan mengejutkan jika Apple tidak memeriksa secara mendalam untuk memastikan AI Health-nya seaman dan seandal mungkin. Apple tentu sulit mengabaikan kegemparan yang ditimbulkan Google Health terhadap penggemar Fitbit. Tidak mungkin Apple menginginkan umpan balik serupa dari penggunanya sendiri, sehingga harapannya Apple telah melakukan penyesuaian agar AI-nya tidak seaneh AI Google.
Kepastian baru akan diketahui setelah aplikasi Health baru tersedia, yang menurut Apple tidak akan hadir hingga “later this year”. Hingga saat itu tiba, penantian akan terasa mencemaskan bagi pengguna Apple yang menyadari dampak yang dialami rekan-rekan mereka pengguna Fitbit. Sebagai konteks, Google juga sempat mengubah hasil pencariannya di Eropa demi menghindari denda Rp16 triliun, menunjukkan betapa seriusnya tantangan regulasi dan kepercayaan pengguna yang dihadapi perusahaan teknologi besar saat ini.

Perombakan Apple Health menandai langkah besar Apple dalam mengintegrasikan AI ke dalam layanan kesehatannya. Namun bayang-bayang pengalaman buruk Google Health terhadap pengguna Fitbit menjadi peringatan nyata. Bagi pengguna iPhone yang mengandalkan aplikasi Health untuk memantau kondisi tubuh, kualitas dan keandalan AI menjadi faktor penentu. Apple memiliki rekam jejak dalam menjaga privasi dan keamanan data kesehatan, tetapi penggunaan model AI dari Google menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar kendali Apple atas teknologi yang mendasarinya.
Sementara itu, pengguna Fitbit yang telah merasakan langsung dampak dari AI Google Health hanya bisa berharap Apple belajar dari kesalahan tersebut. Perombakan aplikasi pendamping Fitbit pada Mei 2026 yang menuai kritik tajam, mulai dari fitur yang hilang hingga antarmuka yang membingungkan, menjadi pelajaran berharga tentang risiko integrasi AI yang terburu-buru. Jika Apple mampu menghadirkan Apple Health dengan AI yang lebih terkendali dan akurat, langkah ini bisa menjadi standar baru untuk aplikasi kesehatan berbasis AI.
Hingga peluncuran resmi nanti, pengguna hanya bisa menantikan apakah Apple Health akan menjadi terobosan yang aman atau mengulang masalah yang menimpa Google Health. Yang jelas, ekspektasi tinggi terhadap Apple untuk menghadirkan pengalaman kesehatan digital yang andal kini diuji oleh penggunaan model AI yang sama yang sempat bermasalah di Google Health.





Komentar
Belum ada komentar.