Telset.id – Apple secara resmi menggugat OpenAI atas tuduhan pencurian rahasia dagang oleh dua mantan karyawan. Namun, gugatan yang diajukan pada pekan lalu di Pengadilan California Utara itu sengaja menghilangkan satu nama penting: Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang kini memimpin proyek perangkat keras OpenAI.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dari PhoneArena, keputusan ini bukanlah sebuah kelalaian. Mark Gurman, jurnalis Bloomberg yang meliput Apple, mengungkapkan bahwa penghilangan nama Ive dari dokumen gugatan setebal 40 halaman itu merupakan pilihan yang diperhitungkan dengan matang.
“Apple mempertimbangkan implikasi dari menyebut nama Ive dalam keluhannya,” tulis Gurman dalam buletin Power On-nya.
Gugatan Apple menargetkan Tang Tan, kepala perangkat keras OpenAI yang merupakan veteran Apple selama 24 tahun, serta mantan insinyur Chang Liu. Apple menuduh Tan menggunakan nama kode internal saat merekrut karyawan Apple, sementara Liu dituduh mengambil file rahasia setelah meninggalkan perusahaan.
Keberadaan Ive dalam gugatan ini sebenarnya sulit dihindari. Mantan desainer ikonik Apple itu kini memimpin desain perangkat keras OpenAI setelah membeli perusahaannya sendiri senilai $6,5 miliar. Ia bahkan membawa lebih dari 400 mantan karyawan Apple untuk bergabung dengannya.
Baca Juga:
Alasan di Balik Keputusan Apple
Penghilangan nama Jony Ive dari gugatan ini ternyata memiliki kaitan erat dengan Laurene Powell Jobs, janda Steve Jobs. Gurman melaporkan bahwa hubungan pertemanan antara Ive dan Powell Jobs menjadi faktor utama mengapa Apple memilih untuk tidak menyeret nama Ive ke dalam kasus hukum ini.
Powell Jobs dan Ive dikenal sebagai sahabat dekat. Ia bahkan telah berinvestasi di perusahaan rintisan dan firma desain milik Ive. Pada keynote WWDC Juni lalu, Powell Jobs duduk di barisan depan bersama Tim Cook dan John Ternus, calon penerus Cook. Meski tidak pernah memegang kursi dewan, nama Jobs masih memiliki bobot yang sangat besar di Cupertino.
“Menamai Ive secara publik berisiko merenggangkan ikatan itu sambil menarik simpati untuk sosok lama Apple,” jelas Gurman.
Apple juga telah menghadapi tekanan hukum terkait aplikasi kontroversial di platform mereka. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Apple Hapus Aplikasi Nudify AI dari App Store setelah mendapatkan tekanan hukum, menunjukkan bahwa perusahaan sangat berhati-hati dalam urusan hukum.
Siapa yang Sebenarnya Ditargetkan Apple?
Selain faktor hubungan pribadi, ada penjelasan yang lebih sederhana mengapa Ive tidak disebut dalam gugatan. Ive memang menjadi visioner di balik dorongan perangkat keras OpenAI, tetapi ia tidak terlalu terlibat dalam perekrutan atau rekayasa sehari-hari. Pekerjaan itu justru dilakukan oleh orang-orang seperti Tang Tan.
Gurman menekankan bahwa ini adalah “pengendalian yang diperhitungkan, bukan kelalaian.” Apple membangun kasusnya dengan hati-hati, dan melewatkan nama paling terkenal yang terkait dengan upaya perangkat keras OpenAI bukanlah sebuah kecelakaan.
“Ini terbaca seperti perusahaan yang mempertimbangkan pertarungan publik dengan salah satu kolaborator terdekat Steve Jobs, dan memutuskan untuk tidak melakukannya,” tulis Gurman.
Apple juga baru-baru ini menaikkan harga layanan mereka. Pengguna yang berlangganan layanan streaming harus bersiap karena Apple Music Resmi Naikkan Harga sehingga pelanggan terdampak langsung. Sementara itu, harga perangkat keras juga mengalami penyesuaian di berbagai pasar, termasuk Apple Naikkan Harga iPhone di Jepang yang bukan disebabkan oleh faktor chip.
Gurman menyatakan rasa penasarannya apakah pengendalian ini akan bertahan jika proses penemuan bukti (discovery) mengungkap sesuatu yang baru. Untuk saat ini, semua mata tertuju pada bagaimana OpenAI akan menanggapi gugatan ini.
Di sisi lain, Apple juga terus melakukan penyesuaian pada layanan lainnya. Perusahaan baru-baru ini Apple Larang Iklan Home Services di Apple Maps untuk lebih fokus pada bisnis lokal, menunjukkan strategi yang semakin hati-hati dalam menghadapi tekanan regulasi dan persaingan.
Gugatan ini menjadi babak baru dalam persaingan antara Apple dan OpenAI di bidang kecerdasan buatan dan perangkat keras. Dengan Ive yang memimpin desain perangkat keras OpenAI dan membawa puluhan mantan insinyur Apple, persaingan ini diprediksi akan semakin memanas di masa mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.