📑 Daftar Isi

Logo Apple dan OpenAI bersebelahan dengan latar belakang biru gelap

Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Hardware

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple menggugat OpenAI atas tuduhan pencurian rahasia hardware, termasuk desain prototipe iPhone
  • Tang Tan, Chief Hardware Officer OpenAI dan mantan karyawan Apple 24 tahun, disebut dalam gugatan
  • OpenAI telah merekrut lebih dari 400 mantan karyawan Apple
  • Motif gugatan diduga untuk menghambat ambisi hardware OpenAI yang dianggap ancaman bagi iPhone
  • Karyawan OpenAI mendanai super PAC Guardrails Alliance untuk mendorong regulasi AI yang lebih ketat
  • Kasus ini menambah daftar kontroversi yang membelit OpenAI

Telset.id – Apple resmi menggugat OpenAI atas tuduhan pencurian rahasia hardware, termasuk desain prototipe iPhone yang belum dirilis. Langkah hukum ini menjadi pukulan baru bagi OpenAI di tengah berbagai kontroversi yang membelitnya.

Gugatan tersebut diajukan pada Jumat pekan lalu. Apple menuduh OpenAI secara sistematis mencuri informasi kepemilikan, seperti komponen iPhone yang belum dirilis, prototipe, dokumen desain rahasia, dan detail proyek-proyek internal Apple. Tuduhan ini sangat serius karena menyangkut inti dari budaya kerahasiaan ketat Apple.

Yang membuat kasus ini semakin rumit, Apple menduga pencurian ini sebagian besar dilakukan melalui mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI. Tokoh kunci yang disebut dalam gugatan adalah Tang Tan, Chief Hardware Officer OpenAI. Tan menghabiskan 24 tahun di Apple dan dituding mendorong mantan rekannya untuk membawa informasi serta teknologi rahasia saat pindah ke OpenAI.

Menurut gugatan tersebut, OpenAI telah merekrut lebih dari 400 mantan karyawan Apple. Langkah agresif ini menunjukkan ambisi besar OpenAI di bidang hardware. Tahun lalu, OpenAI bahkan mengakuisisi startup IO Products senilai $6,5 miliar. IO Products didirikan oleh eksekutif lama Apple, termasuk Scott Cannon, Evans Hankey, dan desainer legendaris Jony Ive.

Langkah Apple ini bukanlah hal baru. Brian Barrett, Executive Editor WIRED, dalam siniar Uncanny Valley mengingatkan bahwa Apple dikenal sangat litigius. “Ini bagian dari buku pedoman Apple yang sudah lama tidak kita lihat,” ujarnya. Barrett mencontohkan kasus Tony Fadell, mantan eksekutif Apple yang mendirikan Nest. Saat Nest mempekerjakan ratusan karyawan Apple, Steve Jobs langsung menelepon dan mengancam akan menggugat.

Baca Juga:

Motif di Balik Gugatan: Menghambat Ambisi Hardware OpenAI

Meskipun tuduhan pencurian rahasia dagang sangat serius, banyak pengamat meyakini motif utama Apple bukan sekadar ganti rugi. Zoë Schiffer, Kontributor Editor WIRED, berpendapat bahwa Apple sebenarnya ingin memperlambat ambisi hardware OpenAI.

“Ini bukan tentang mendapatkan ganti rugi dari OpenAI. Saya pikir yang Apple inginkan adalah memperlambat ambisi hardware OpenAI,” ujar Schiffer. Ia menjelaskan bahwa Apple terus menggenjot iPhone sebagai platform komputasi utama di era AI. Kehadiran perangkat berbasis suara dari OpenAI yang bisa bekerja tanpa layar dinilai sebagai ancaman potensial.

Apple khawatir jika OpenAI berhasil menciptakan platform audio-first yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan agen AI tanpa melihat layar, hal ini bisa mengancam dominasi iPhone. “Jika kita melihat platform audio-first yang bekerja lebih baik untuk hal-hal di mana Anda tidak perlu melihat layar dan bisa bicara dengan agen, itu bisa mengintimidasi bagi mereka,” tambah Schiffer.

Laporan Bloomberg menyebutkan perangkat yang sedang dikembangkan OpenAI berbentuk seperti speaker dengan elemen motorik yang bisa bergerak. Namun, Brian Barrett skeptis dengan prospek hardware OpenAI. “Jika OpenAI bertaruh pada hardware, saya skeptis. Pada akhirnya Apple masih bisa membuat speaker,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Apple sebagai pihak yang lebih netral bisa membuat speaker dengan beberapa opsi AI, termasuk Siri yang diperkuat Gemini.

Karyawan OpenAI Bentuk PAC Tandingan untuk Regulasi AI

Masalah OpenAI tidak berhenti pada gugatan Apple. WIRED melaporkan bahwa karyawan OpenAI justru mendanai super PAC saingan yang bertujuan mendorong regulasi lebih ketat untuk laboratorium AI perbatasan.

Super PAC baru bernama Guardrails Alliance ini diluncurkan bulan lalu dengan dana awal $5 juta. PAC ini diposisikan sebagai penyeimbang dari Leading the Future, dana sebesar $100 juta yang didukung eksekutif OpenAI Greg Brockman untuk mempromosikan AI tanpa hambatan.

Guardrails Alliance menggambarkan dirinya sebagai upaya populis oleh pekerja teknologi, serikat buruh, dan kelompok lainnya. Salah satu donatur terbesarnya adalah Juan Felipe Cerón Uribe, seorang peneliti di OpenAI yang menyumbang $200.000. Uribe telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan strategi mitigasi dampak sosial berbahaya dari AI.

Leah Feiger, Direktur Politik dan Sains WIRED, melihat ini sebagai pertarungan akar rumput melawan miliarder, tetapi terjadi di dalam satu perusahaan yang sama. “Silicon Valley kadang dianggap monolit, tetapi jelas tidak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan dana $5 juta, Guardrails Alliance harus fokus pada kampanye lokal di negara bagian kecil untuk mendapatkan dampak maksimal.

Sementara itu, gugatan Apple terhadap OpenAI diperkirakan akan memasuki fase discovery. “Discovery artinya kita akan membaca banyak email dari perusahaan-perusahaan ini yang saling membicarakan keburukan satu sama lain,” kata Brian Barrett. “Ini akan sangat menyenangkan.”

Proses hukum ini diperkirakan akan berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Namun, dampak langsungnya sudah terasa: OpenAI harus menghadapi tekanan hukum dari salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia di saat yang sama mereka sedang berjuang membangun reputasi dan divisi hardware.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.