📑 Daftar Isi

Amazon akan menutup Mechanical Turk secara permanen pada 30 September 2026

Amazon Tutup Mechanical Turk Permanen pada 30 September 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon akan menutup permanen Mechanical Turk pada 30 September 2026
  • Platform yang diluncurkan 2005 ini pernah menghubungkan lebih dari 500.000 pekerja
  • Jeff Bezos menyebut konsepnya sebagai "artificial artificial intelligence"
  • Pekerja menyelesaikan tugas seperti penandaan foto, transkripsi, dan survei dengan bayaran beberapa sen per tugas
  • Penurunan platform terjadi seiring munculnya pesaing seperti Scale AI, Mercor, dan Prolific
  • Studi 2023 menunjukkan 46% pekerja telah menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas
  • Amazon telah berhenti menerima pelanggan baru sebulan sebelum pengumuman penutupan
  • Perusahaan di sektor asuransi dan perjalanan masih mengandalkan layanan ini

Telset.id – Amazon akan menutup permanen Mechanical Turk, platform outsourcing tugas kecil untuk pekerja manusia yang telah beroperasi sejak 2005. Penutupan ini efektif berlaku pada 30 September 2026, menandai berakhirnya layanan yang pernah menghubungkan lebih dari 500.000 pekerja dengan tugas berbayar.

Keputusan ini diumumkan melalui pemberitahuan resmi di situs Mechanical Turk. Amazon menyatakan bahwa penutupan dilakukan setelah melalui proses evaluasi berkala terhadap program, alat, dan layanan yang mereka miliki.

“Kami secara rutin mengevaluasi program, alat, dan layanan kami serta membuat penyesuaian berdasarkan penilaian tersebut,” demikian bunyi pemberitahuan di situs Mechanical Turk. “Setelah penilaian, kami telah memutuskan untuk menutup AWS Mechanical Turk, efektif 30 September 2026.”

Amazon

Sejarah dan Perjalanan Mechanical Turk

Mechanical Turk pertama kali diluncurkan pada 2005 sebagai solusi untuk membantu perusahaan mempekerjakan orang dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil dan rutin yang tidak dapat ditangani komputer pada saat itu. Jeff Bezos, pendiri Amazon, pernah merangkum konsep ini dengan istilah yang melekat: “artificial artificial intelligence” atau kecerdasan buatan palsu.

Nama platform ini sendiri merujuk pada sebuah automaton bersejarah yang tampak bermain catur namun sebenarnya dipandu oleh operator manusia yang tersembunyi. Amazon awalnya membangun Mechanical Turk untuk membantu melabeli volume besar data produk yang tercantum di situs ritelnya sendiri.

Pada puncak kejayaannya, layanan ini menghubungkan lebih dari 500.000 pekerja yang dikenal dengan sebutan turkers ke berbagai tugas berbayar online. Para pekerja biasanya hanya memperoleh beberapa sen per tugas, dengan pekerjaan seperti menandai foto, mengubah ucapan menjadi teks, atau mengisi survei.

Amazon kemudian memasarkan tenaga kerja ini sebagai sumber anotasi data yang nyaman untuk mendukung layanan pembelajaran mesin SageMaker miliknya.

Penurunan Platform di Tengah Pertumbuhan AI

Krista Pawloski, seorang pekerja data sekaligus pengorganisir kelompok advokasi pekerja Turkopticon, mengatakan platform ini jelas telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Amazon tampaknya mengurangi pengeluaran untuk pemeliharaan platform tepat ketika beberapa pesaing baru memasuki pasar dengan cepat.

Perusahaan seperti Scale AI, Mercor, dan Prolific telah muncul untuk merekrut pekerja khusus untuk melatih berbagai model AI yang lebih baru. Kondisi ini menunjukkan pergeseran besar dalam ekonomi AI yang turut mempengaruhi nasib Mechanical Turk.

Sebulan sebelum pengumuman penutupan, Amazon telah mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi menerima pelanggan baru. Langkah ini dibaca oleh para pekerja sebagai tanda peringatan dini akan berakhirnya platform.

Dampak pada Pekerja dan Industri

Penutupan Mechanical Turk berdampak signifikan pada sejumlah pekerja yang masih mengandalkan platform ini sebagai sumber penghasilan. Beberapa perusahaan di sektor asuransi dan perjalanan masih mengandalkan tenaga kerja ini dan kini terburu-buru mencari layanan pengganti.

“Ada beberapa orang yang masih melakukannya hampir full time,” kata Krista Pawloski. “Mereka sekarang khawatir.”

Penelitian yang dilakukan para peneliti di Swiss pada 2023 melaporkan bahwa 46% pekerja yang disurvei telah mengandalkan sistem AI saat menyelesaikan tugas yang diberikan. Angka ini menunjukkan ironi di mana platform yang dibangun untuk membuktikan manusia bisa mengungguli mesin, kini harus ditutup justru ketika alat AI semakin mampu mengungguli banyak pekerja manusia tersebut.

Meskipun Mechanical Turk akan ditutup, Amazon mengklaim tetap berkomitmen melayani basis pelanggan Amazon dan AWS mereka dengan baik. Juru bicara Amazon, Montana MacLachlan, menegaskan bahwa perusahaan fokus memberikan pengalaman terbaik bagi semua pelanggan Amazon dan AWS.

Penurunan Mechanical Turk mencerminkan perubahan ekonomi AI yang lebih luas sekaligus komitmen Amazon yang semakin berkurang terhadap platform tersebut. Layanan yang pernah dibangun untuk membuktikan manusia bisa berpikir melampaui mesin, kini berakhir di tengah era di mana AI semakin mendominasi berbagai jenis pekerjaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.