šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi pusat data dengan pencahayaan biru yang menggambarkan infrastruktur komputasi supernode Alibaba Cloud

Alibaba Cloud Jual Supernode AI 64-Card dengan Chip Buatan China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Alibaba Cloud mulai jual komersial instance supernode Lingjun Zhenwu M890 dengan 64 kartu komputasi
  • Tersedia hanya di Wilayah Otonomi Mongolia Dalam, China Utara
  • Prosesor Zhenwu M890 dari T-Head dengan memori HBM 144GB dan bandwidth antar-chip 800 GB/s
  • Interconnect memakai chip ICNSwitch 1.0, scale-up domain naik dari 16 ke 64 kartu
  • Mampu menangani model MoE hingga 10 triliun parameter, sudah dipakai untuk Kimi K3 dan Qwen3.8-Max
  • Peta jalan: Zhenwu V900 (Q3 2027) dan Zhenwu J900 (Q3 2028)
  • Belum ada harga publik dan informasi konsumsi daya

Telset.id – Alibaba Cloud resmi memulai penjualan komersial instance supernode Lingjun Zhenwu M890, yang memungkinkan pelanggan menyewa unit komputasi 64-kartu dengan interkoneksi kecepatan tinggi tanpa harus membangun pusat data sendiri. Peluncuran ini menjadikannya satu-satunya supernode asal China yang dapat digunakan pengguna secara daring tanpa perjanjian pembelian atau menggunakan instance model AI yang telah dikonfigurasi sebelumnya.

Namun, ada catatan penting bagi penggemar teknologi di luar China: layanan ini saat ini hanya tersedia untuk pengguna di Wilayah Otonomi Mongolia Dalam, China Utara. Keterbatasan geografis ini menjadi pembatas utama bagi mereka yang ingin menguji supernode tersebut dari luar negeri.

Supernode merupakan kumpulan akselerator yang terhubung erat sehingga perangkat lunak memperlakukannya sebagai satu chip yang sangat besar, bukan jaringan chip yang terpisah. Pendekatan ini sering kali diperlukan karena model AI yang terlalu besar untuk muat pada satu kartu harus memindahkan data melalui jaringan yang relatif lambat, dan overhead tersebut dapat menentukan apakah model dengan triliunan parameter praktis untuk dijalankan.

Salah satu contoh terbaik adalah Nvidia GB200 NVL72 yang memanfaatkan 72 GPU Blackwell dalam satu konfigurasi, atau konfigurasi Helios AMD dengan 72 GPU yang menawarkan GPU Instinct MI455X dengan memori lebih besar per GPU.

A data center in a blue light

Penawaran Alibaba memang tidak lebih cepat dari kedua contoh tersebut, dan keduanya termasuk opsi tercepat yang tersedia bagi konsumen di seluruh dunia. Namun, supernode ini menawarkan kombinasi keunggulan bagi konsumen domestik China yang tidak akan tersedia dari vendor lain: silikon buatan China, cloud China, dan latensi yang lebih rendah.

Kebijakan Pembatasan dan Sanksi Dorong Penggunaan Chip Domestik

Beijing membatasi penyedia cloud China untuk mengakses chip Nvidia dan AMD terbaru sebagai respons atas kebijakan yang semakin ketat dari pemerintah Amerika Serikat. Akibatnya, opsi terbaik bagi pelanggan enterprise dan startup AI semakin mengarah ke produk domestik. Silikon buatan sendiri dari Alibaba Cloud menjadi contoh utama bagaimana kebijakan tersebut membentuk lini produk mereka.

Prosesor Zhenwu M890 yang mendasarinya pertama kali diperkenalkan di Alibaba Cloud Summit pada Mei 2026, di mana perusahaan juga mengungkapkan peta jalan chip terperinci hingga 2028. Prosesor ini berasal dari T-Head, unit desain chip grup tersebut, dan membawa memori HBM 144GB dengan bandwidth antar-chip hingga 800 GB/s.

Fabric interkoneksi menggunakan chip ICNSwitch 1.0 buatan sendiri, yang meningkatkan domain scale-up dari 16 kartu pada generasi sebelumnya Zhenwu 810E menjadi 64, dengan bandwidth naik dari 700 GB/s. Perusahaan menyatakan bahwa konfigurasi ini secara teoretis mampu menangani konfigurasi AI Mixture of Experts (MoE) hingga 10 triliun parameter.

Chinese Chip

Alibaba menekankan bahwa ini adalah arsitektur supernode pertama di China yang berhasil menjalankan model bahasa besar melebihi 2 triliun parameter. Perusahaan menyebutkan instance saat ini sudah menjalankan layanan komersial untuk Kimi K3 dan Qwen3.8-Max.

Peta jalan Alibaba berlanjut melampaui M890. T-Head telah mengumumkan Zhenwu V900 yang akan hadir pada kuartal ketiga 2027 dengan performa tiga kali lipat dari M890, memori 216GB, dan bandwidth antar-chip 1.200 GB/s. Disusul Zhenwu J900 pada kuartal ketiga 2028.

Keterbatasan Informasi dan Ambisi Masa Depan

Hingga saat ini belum ada harga publik untuk instance ini, dan informasi mengenai konsumsi dayanya juga tidak tersedia. Benchmark yang membandingkannya dengan opsi mainstream juga masih sangat minim. Meskipun informasi terbatas dan ada batasan geografis, langkah ini menunjukkan semakin kuatnya kemandirian China di industri AI serta ambisinya yang bisa membawa supernode ini ke jangkauan konsumen yang lebih luas, baik domestik maupun internasional, dalam waktu dekat.

Kehadiran supernode dengan keamanan AI yang menjadi perhatian industri menunjukkan bahwa infrastruktur komputasi besar seperti ini memerlukan pertimbangan matang. Sementara itu, isu kerentanan perangkat yang terhubung juga menjadi pelajaran bahwa setiap teknologi baru harus dievaluasi secara menyeluruh.

Langkah Alibaba Cloud ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan infrastruktur AI global semakin ketat, dengan China membangun ekosistem mandiri yang tidak bergantung pada vendor asing. Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dipantau karena dapat memengaruhi ketersediaan dan harga layanan cloud AI di kawasan Asia dalam jangka panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.