šŸ“‘ Daftar Isi

Asisten Alexa+ Amazon dengan dukungan bahasa Hindi di India

Alexa+ Kini Hadir di India dengan Dukungan Bahasa Hindi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Alexa+ hadir di India dengan dukungan bahasa Hindi dan Inggris lewat Early Access
  • Gratis untuk pelanggan Prime, non-Prime bayar ₹2.000 per bulan ($20,85)
  • Bisa berpindah bahasa Inggris-Hindi di tengah kalimat
  • Terintegrasi Swiggy, District, TripAdvisor, MakeMyTrip, EazyDiner, Amazon Music, JioSaavn
  • Alexa hadir di India sejak 2017, dukungan Hindi sejak 2019
  • Perangkat smart home Amazon tumbuh 20% dari tahun lalu

Telset.id – Amazon resmi menghadirkan asisten percakapan Alexa+ di India dengan dukungan bahasa Hindi. Kehadiran Alexa+ di India ini menjadi langkah penting bagi Amazon untuk menjangkau lebih dari 600 juta penutur bahasa Hindi di negara tersebut, sekaligus memperluas pasar perangkat pintar dan layanan berbasis kecerdasan buatan miliknya.

Alexa+ tersedia bagi seluruh pelanggan di India melalui program Early Access dalam bahasa Hindi dan Inggris. Setelah periode pengujian awal selesai, Amazon akan menggratiskan asisten ini bagi pelanggan Prime. Sementara itu, pelanggan non-Prime harus membayar ₹2.000 per bulan atau setara $20,85 untuk menggunakan layanan tersebut.

Asisten baru ini diklaim mampu melakukan percakapan lebih lama dan menjaga konteks selama percakapan berlangsung. Alexa+ juga disebut memiliki suara yang lebih ekspresif serta mampu menangani tugas-tugas kompleks dengan banyak langkah. Kemampuan itu mencakup pemesanan bahan makanan dari layanan quick commerce Amazon Now hingga menyalakan dan mematikan perangkat smart home.

Pengguna dapat berpindah antara bahasa Inggris dan Hindi bahkan di tengah kalimat. Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai jual utama Alexa+ di pasar India, di mana penggunaan dua bahasa dalam percakapan sehari-hari merupakan hal yang umum.

Integrasi Layanan Lokal India

Amazon menyatakan bahwa Alexa+ telah terintegrasi dengan sejumlah layanan berbasis di India. Layanan tersebut meliputi layanan pengantaran makanan Swiggy, platform pemesanan tiket District milik Zomato, situs perjalanan seperti TripAdvisor dan MakeMyTrip, serta aplikasi reservasi restoran EazyDiner.

Selain itu, asisten yang telah ditingkatkan ini juga terintegrasi dengan layanan streaming musik seperti Amazon Music dan JioSaavn. Kombinasi integrasi lokal ini menunjukkan upaya Amazon menyesuaikan Alexa+ dengan kebutuhan pengguna di India, bukan sekadar menghadirkan versi global ke pasar setempat.

Perjalanan Alexa+ di India tidak berlangsung singkat. Pada Juni, TechCrunch melaporkan bahwa Amazon telah mengundang pengguna untuk mendaftar dalam program pengujian Alexa+, yang memungkinkan mereka bercakap-cakap dengan asisten dalam bahasa Hindi. Setelah itu, Amazon juga mulai menguji versi bahasa Inggris dari Alexa+.

Perjalanan Panjang Alexa di India

Amazon pertama kali meluncurkan Alexa di India dalam bahasa Inggris pada 2017, kemudian menambahkan dukungan bahasa Hindi pada 2019. Dengan lebih dari 600 juta penutur bahasa Hindi di negara itu, Amazon berupaya menangkap pasar tersebut melalui perangkat pintar dan fitur-fitur barunya.

Meski tidak memberikan angka absolut, Amazon menyebut bahwa perangkat smart home miliknya tumbuh 20% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini menjadi indikasi bahwa strategi lokalisasi bahasa dan layanan mulai menunjukkan hasil di pasar India.

Amazon awalnya mengumumkan Alexa+ bertenaga AI generatif pada 2025 dan menyediakannya untuk semua pengguna di Amerika Serikat pada 2026. Pada tahun ini pula, Amazon telah meluncurkan asisten baru tersebut di sejumlah pasar seperti Inggris, Kanada, Brasil, Meksiko, Italia, dan Jerman dengan konteks bahasa lokal masing-masing.

Ekspansi Alexa+ ke berbagai negara menunjukkan bahwa Amazon tidak hanya berfokus pada satu pasar, tetapi membangun kehadiran global dengan pendekatan yang disesuaikan secara lokal. Langkah ini juga memperkuat posisi Amazon di tengah persaingan asisten berbasis AI yang semakin ketat.

Bagi pengguna di India, kehadiran Alexa+ dalam Early Access berarti mereka dapat mencoba kemampuan baru asisten ini lebih awal, termasuk percakapan dua bahasa dan integrasi layanan sehari-hari. Model harga yang diterapkan Amazon setelah masa Early Access juga memberi gambaran jelas tentang bagaimana perusahaan memonetisasi layanan AI-nya di pasar berkembang.

Sejumlah langkah Amazon di berbagai sektor turut mewarnai ekspansi perusahaannya, termasuk upaya pembersihan produk tertentu dari marketplace-nya, seperti yang terlihat pada kasus colokan palsu yang masih dijual. Amazon juga memperluas penggunaan teknologi ramah lingkungan melalui pemasangan truk listrik Mercedes-Benz di Eropa, serta menjadi salah satu pemberi kerja terbesar penerima bantuan pangan AS menurut laporan GAO.

Dengan hadirnya Alexa+ di India, Amazon mempertegas ambisinya menjadikan asisten berbasis AI generatif sebagai bagian dari ekosistem perangkat pintar dan layanan digitalnya di berbagai wilayah. Dukungan bahasa Hindi dan integrasi layanan lokal menjadi fondasi utama strategi tersebut di pasar India.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.