📑 Daftar Isi

Ilustrasi fitur AI search di aplikasi Airbnb dengan antarmuka visual dan toggle khusus

Airbnb Uji Coba AI Search, Waktu Rilis Fitur Dipangkas 60 Persen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Airbnb uji coba fitur AI search dengan toggle khusus untuk beralih dari pencarian konvensional
  • CEO Brian Chesky klaim AI memangkas waktu pengembangan fitur hingga 60 persen
  • Jumlah fitur yang dirilis meningkat hampir 80 persen dibanding tahun lalu
  • Bot AI untuk layanan pelanggan diperluas ke 50 bahasa, 45 persen masalah selesai tanpa intervensi manusia
  • Biaya dukungan per pemesanan turun 16 persen year-over-year
  • Pendapatan kuartal kedua naik 17 persen menjadi USD 3,6 miliar, EBITDA naik 21 persen

Telset.id – Airbnb mulai menguji coba fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna mencari akomodasi menggunakan bahasa alami. Langkah ini menyusul adopsi AI yang masif di balik layar, di mana perusahaan mengklaim telah memangkas waktu pengembangan fitur hingga 60 persen berkat teknologi tersebut.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Co-founder sekaligus CEO Airbnb, Brian Chesky, dalam panggilan earnings kuartal kedua. Ia mengungkapkan bahwa AI telah membantu perusahaan mempercepat proses dari konseptualisasi hingga perilisan fitur secara signifikan.

“Today, we’re building, testing, and iterating faster than we could just a year ago. Across some of our key initiatives, we’ve reduced the time from concept to launch by as much as 60%,” ujar Chesky dalam panggilan earnings tersebut.

Lebih lanjut, Chesky juga membeberkan bahwa jumlah fitur dan perbaikan yang dirilis tahun ini meningkat hampir 80 persen dibandingkan periode enam bulan yang sama tahun lalu. AI dinilai berperan besar dalam berbagai area, termasuk pencarian, pendaftaran, checkout, dan pembayaran.

Uji Coba AI Search dengan Toggle Khusus

Meski telah lama mengadopsi AI untuk membangun produk, Airbnb sebelumnya lebih berhati-hati dalam menghadirkan fitur AI untuk pengguna. Chesky sebelumnya menilai bahwa sekadar mengadopsi antarmuka chatbot tidak akan cocok untuk kasus penggunaan perjalanan.

Kini, perusahaan akhirnya mulai menguji coba AI search. Namun, Airbnb tidak ingin memaksakan fitur ini kepada pelanggan yang sudah terbiasa dengan pencarian dan filter konvensional di aplikasi. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Airbnb menambahkan toggle yang memungkinkan pengguna beralih ke AI search.

Dengan fitur ini, pengguna dapat mengetik pertanyaan dalam bahasa alami dan mendapatkan hasil dalam format visual. Chesky menjelaskan bahwa judul dalam jawaban tersebut bisa dihasilkan oleh AI dan bersifat percakapan seperti membaca chatbot, namun lebih visual. Setelah masuk ke halaman deskripsi produk, sorotan atau highlights juga akan dihasilkan AI secara real-time dan dipersonalisasi untuk setiap pengguna.

AI untuk Layanan Pelanggan

Di sisi lain, Airbnb telah menerapkan AI secara ekstensif untuk dukungan pelanggan. Perusahaan meluncurkan bot bertenaga AI pada tahun 2025 di Amerika Utara. Tahun ini, bot tersebut telah diperluas ke lebih dari 50 bahasa dengan rencana untuk mendukung panggilan suara pada akhir tahun ini.

Efektivitas AI dalam layanan pelanggan cukup signifikan. Airbnb menyebut bahwa hampir 45 persen masalah pelanggan yang dimulai dengan agen AI dapat diselesaikan tanpa intervensi manusia. Hasilnya, biaya dukungan per pemesanan turun 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Airbnb juga melaporkan hasil keuangan yang positif untuk kuartal yang berakhir pada Juni. Pendapatan perusahaan naik 17 persen secara tahunan menjadi USD 3,6 miliar, sementara EBITDA yang disesuaikan melonjak 21 persen menjadi USD 1,3 miliar.

Adopsi AI yang agresif ini menunjukkan transformasi besar dalam cara Airbnb mengembangkan produk dan melayani pengguna. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan layanan sewa properti kini semakin serius menggarap teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, baik di sisi pencarian maupun dukungan pelanggan.

Dengan uji coba AI search ini, Airbnb tampaknya mulai mengubah pendekatannya terhadap fitur konsumen. Meski langkahnya masih bertahap, integrasi AI yang lebih dalam ke antarmuka pengguna bisa menjadi awal dari perubahan cara orang mencari dan memesan akomodasi di platform tersebut. Sebelumnya, Airbnb juga sempat memperkenalkan fitur untuk membantu host dengan alur orientasi yang lebih cepat, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memanfaatkan AI di berbagai aspek bisnisnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.