📑 Daftar Isi

Ilustrasi krisis keuangan akibat disrupsi ekonomi AI

AI Ancam Ekonomi Global, Lembaga Egan-Jones: “It’s Over”

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Egan-Jones memprediksi AI akan menyebabkan gangguan total pada ekonomi, dengan sektor jasa profesional terdampak pertama.
  • Perusahaan dengan sedikit karyawan atau tanpa karyawan akan menjadi lebih sukses, mengubah peran modal ventura.
  • Firma konsultan dan jasa profesional terancam karena nasihat dapat diberikan oleh chatbot AI.
  • Beberapa ekonom menilai kekhawatiran kehilangan pekerjaan akibat AI mungkin dibesar-besarkan.
  • Lembaga ini adalah pemeringkat kredit minor, sehingga prediksinya tidak sekuat tiga lembaga besar.

Telset.id – Lembaga pemeringkat kredit Egan-Jones memproyeksikan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mendisrupsi ekonomi secara menyeluruh. Dalam komentarnya yang berjudul “It’s Over”, firma tersebut menyatakan bahwa kemampuan model AI terbaru telah melampaui ambang batas kualitas dan kecepatan untuk adopsi massal, sehingga membuat gangguan total terhadap ekonomi menjadi hampir pasti.

Proyeksi ini muncul di tengah ramainya perbincangan mengenai risiko eksistensial AI. Para pemimpin industri seperti Elon Musk, Dario Amodei, dan Mark Zuckerberg baru-baru ini mendatangi Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan yang secara efektif merupakan janji untuk melakukan regulasi mandiri dan tidak membangun model yang dapat menghancurkan dunia. Namun, Egan-Jones menyoroti dampak yang lebih membumi dan finansial.

Egan-Jones memperkirakan bahwa perusahaan yang menjual keahlian berdasarkan jam, termasuk talenta senior, akan menjadi yang pertama terdampak. Ringkasan laporan mereka menyebutkan ekspektasi margin yang tertekan di sektor jasa profesional, penurunan imbal hasil modal ventura, dan tekanan jangka pendek pada harga rumah akibat disrupsi pekerjaan berbasis layar.

Disrupsi Jasa Profesional dan Paradigma Baru Perusahaan

Menurut Egan-Jones, perusahaan tidak hanya akan menggunakan AI untuk menghemat operasional, tetapi AI juga akan menciptakan paradigma yang sepenuhnya baru di mana perusahaan dengan sangat sedikit orang menjadi jauh lebih sukses, dan beberapa di antaranya mungkin tidak memiliki karyawan sama sekali. Karena startup yang mengadopsi AI dapat tumbuh dengan investasi yang lebih sedikit, modal akan mulai kehilangan makna bagi perusahaan-perusahaan yang dulunya bergantung padanya.

Dampak lebih lanjut, Egan-Jones menyatakan bahwa hal ini akan menghancurkan firma konsultan dan jasa profesional lainnya. Nasihat kini bisa datang dari chatbot AI, bukan hanya dari para profesional. Beberapa konsultan bahkan sudah mengurangi jumlah karyawan mereka melalui PHK terkait AI. Perkembangan ini sejalan dengan tren digitalisasi layanan keuangan yang juga mengandalkan otomatisasi, seperti yang terlihat pada layanan Mi Credit.

Lembaga ini menyimpulkan bahwa hasilnya adalah deflasi diam-diam dalam nilai uang: firma ventura kehilangan pengaruh, dan imbal hasil mereka tertekan. Meskipun Egan-Jones adalah lembaga pemeringkat kredit minor, sehingga prediksinya tidak memiliki bobot yang sama dengan tiga lembaga besar, pernyataan ini tetap mencerminkan kondisi di mana kepunahan ekonomi serius diangkat sebagai masa depan.

Beberapa ekonom menilai bahwa gambaran tentang kehilangan pekerjaan akibat AI saat ini belum jelas dan mungkin dibesar-besarkan. Pasalnya, pemberi kerja dianggap lebih mudah mengatribusikan pengurangan jumlah karyawan yang didorong oleh alasan finansial murni kepada AI. Namun, proyeksi Egan-Jones tetap menjadi sinyal bahwa diskusi mengenai AI tidak lagi hanya sebatas risiko eksistensial, tetapi juga telah merambah ke fondasi ekonomi dan pasar kerja.

A photo illustration of a financial crisis.

Di sisi lain, adopsi AI dalam layanan keuangan terus berkembang, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai inovasi pembayaran dan kredit digital. Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan lembaga keuangan, misalnya melalui layanan Visa Credit Card, menunjukkan bagaimana AI dan otomatisasi turut membentuk ekosistem ekonomi baru. Hal ini memperkuat argumen bahwa perubahan besar sedang berlangsung, meskipun dampaknya terhadap keseluruhan ekonomi masih menjadi perdebatan.

Egan-Jones menegaskan bahwa kemampuan model AI terbaru telah melampaui ambang batas kualitas dan kecepatan untuk adopsi luas. Ini menjadi dasar utama proyeksi mereka bahwa disrupsi ekonomi tidak dapat dihindari. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengintegrasikan AI, termasuk dalam sektor ritel dan pembiayaan seperti promo cicilan tanpa bunga, lanskap bisnis diprediksi akan berubah secara fundamental.

Meskipun demikian, perdebatan mengenai seberapa cepat dan seberapa dalam dampak AI terhadap ekonomi masih terbuka. Yang jelas, pernyataan Egan-Jones menambah dimensi baru dalam diskusi global tentang AI, dari yang semula hanya berfokus pada risiko eksistensial menjadi kekhawatiran nyata terhadap stabilitas ekonomi dan masa depan pekerjaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.