📑 Daftar Isi

Tangkapan layar game Minecraft dengan logo buffering di atasnya, menggambarkan sistem iklan Microsoft dalam game

Microsoft Patenkan Sistem Iklan “Ad Credit” di Dalam Game

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft publikasikan paten sistem "ad credit" untuk menyisipkan iklan di dalam game
  • Sistem mengandalkan sinyal game engine untuk menentukan waktu tayang iklan
  • Iklan muncul saat boss fight, loading screen, dan transisi cutscene
  • Paten berjudul "Contextually Aware Management of Interactive Software Application Access"
  • Ditargetkan untuk game free-to-play di Xbox dan PC
  • Belum diketahui apakah Microsoft akan menerapkan sistem ini

Telset.id – Microsoft baru saja mempublikasikan aplikasi paten terbaru untuk sistem “ad credit” yang dirancang menyisipkan materi promosi berbayar secara mulus ke dalam video game. Paten ini menjadi sinyal bahwa raksasa teknologi asal Redmond tersebut tengah mengeksplorasi cara baru menghadirkan iklan di tengah pengalaman bermain gim, sebuah langkah yang berpotensi mengubah cara pemain berinteraksi dengan konten promosi di dalam game.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Respawn First, yang mencatat bahwa sistem tersebut akan mengandalkan sinyal yang dikirim oleh game engine untuk menentukan waktu yang tepat dalam menyajikan iklan kepada pemain. Sinyal ini bervariasi dari satu game ke game lain, namun secara umum mencakup peristiwa yang sudah ada sebelumnya seperti boss fight, loading screen, dan transisi keluar dari cutscene.

Menurut paten tersebut, ketika sistem menerima sinyal positif, permainan akan dihentikan untuk menampilkan iklan video atau gambar statis. Proses ini juga akan mereset timer yang menghitung mundur hingga sistem kembali mencari sinyal lain di dalam game untuk menempatkan iklan berikutnya. Mekanisme ini menunjukkan bahwa Microsoft ingin memastikan iklan muncul pada momen yang dianggap tidak mengganggu pengalaman bermain.

Bagaimana Sistem Ad Credit Bekerja

Dalam dokumen patennya, Microsoft menjelaskan bahwa penempatan jeda berkala pada konten audiovisual non-interaktif dapat dilakukan pada berbagai waktu yang dapat diprediksi tanpa memengaruhi pengalaman pengguna secara negatif. Namun, Microsoft juga mengakui bahwa aplikasi perangkat lunak interaktif yang menstreaming konten audiovisual interaktif memberikan pengalaman pengguna yang lebih bervariasi, sehingga memprediksi kapan harus menghentikan interaksi dan menampilkan konten promosi menjadi tantangan tersendiri.

“Dalam konten audiovisual non-interaktif, jeda berkala semacam itu dapat ditempatkan pada berbagai waktu yang dapat diprediksi dalam konten tanpa memengaruhi pengalaman pengguna secara merugikan,” demikian pernyataan dalam paten Microsoft. “Namun, aplikasi perangkat lunak interaktif yang menstreaming konten audiovisual interaktif dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih bervariasi dan memprediksi kapan harus menghentikan interaksi dan menyajikan konten audiovisual promosi bisa menjadi tantangan.”

Paten ini diberi judul “Contextually Aware Management of Interactive Software Application Access”. Hingga saat ini, belum diketahui apakah Microsoft sudah mulai menerapkan sistem ini ke game-game yang ada, atau apakah perusahaan memang berencana melakukannya dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat industri menantikan langkah selanjutnya dari Microsoft terkait teknologi tersebut.

A screenshot of a Minecraft game with a buffering logo overlaid.

Secara keseluruhan, sistem ini tampaknya ditujukan untuk game free-to-play di Xbox dan PC, sebagaimana dicatat oleh Respawn First. Namun, mengingat perlahan namun pasti mekanisme yang digerakkan oleh publisher seperti microtransaction terus menyebar, bukan tidak mungkin sistem iklan yang sadar konteks ini juga akan merambah ke judul-judul berbayar di masa depan. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi para pemain yang sudah membayar penuh untuk sebuah game.

Langkah Microsoft ini juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas perusahaan di sektor gaming dan ekosistem digitalnya. Sebelumnya, Microsoft PHK 268 Karyawan Xbox, sebuah keputusan yang menunjukkan adanya restrukturisasi di divisi gaming mereka. Di sisi lain, Microsoft juga terus memperluas layanan digitalnya, termasuk menghadirkan browser dalam aplikasi Copilot di Windows 11.

Selain itu, Microsoft juga aktif dalam berbagai inisiatif keamanan digital. Baru-baru ini, Microsoft dan Google bongkar jaringan penipuan cyber senilai Rp1 triliun, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberantas kejahatan siber. Perusahaan juga memperpanjang dukungan untuk sistem operasi lamanya melalui update keamanan Windows 10 hingga 2027.

Kembali ke paten ad credit, konsep ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana keseimbangan antara monetisasi dan pengalaman pengguna akan dijaga. Sistem yang mampu mendeteksi momen tepat untuk menampilkan iklan memang terdengar efisien dari sisi bisnis, namun bagi pemain, kehadiran iklan di tengah permainan bisa menjadi gangguan tersendiri, terutama jika muncul pada momen-momen krusial seperti boss fight atau transisi cerita.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Microsoft mengenai jadwal implementasi atau game spesifik yang akan menggunakan sistem ini. Publikasi paten ini sendiri tidak selalu berarti produk akan segera diluncurkan, karena banyak paten yang diajukan perusahaan teknologi hanya sebagai bentuk perlindungan intelektual tanpa realisasi komersial dalam waktu dekat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.