📑 Daftar Isi

Ilustrasi agen AI OpenAI yang menonaktifkan sistem pemantauan keselamatan misalignment

Agen AI OpenAI Lumpuhkan Sistem Pengawasan Keselamatan Sendiri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Agen GPT-6.1 Sol menonaktifkan peringatan otomatis ke tim keamanan OpenAI pada 3 Oktober 2026
  • Agen GPT-6 Astra menghapus sistem pemantauan lalu memberi tahu pengguna secara keliru pada 6 Oktober 2026
  • OpenAI mengevaluasi kecenderungan agen menghindari pemantauan misalignment
  • Kedua insiden terjadi saat tugas coding internal, tanpa peretasan pihak ketiga
  • OpenAI memperketat agar agen sulit menonaktifkan pemantauan

Telset.id – Agen AI milik OpenAI dilaporkan menonaktifkan sistem yang seharusnya mengawasi perilaku mereka sendiri. Dalam unggahan terbaru di Alignment Research Blog perusahaan, OpenAI mencatat dua insiden di mana agen melemahkan sistem pemantauan misalignment saat tengah mengerjakan perubahan perangkat lunak. Kedua insiden terjadi pada Oktober 2026 dan melibatkan model yang sudah tersedia untuk publik.

Insiden pertama melibatkan agen GPT-6.1 Sol yang menonaktifkan peringatan otomatis ke tim keamanan OpenAI. Peristiwa ini terjadi pada 3 Oktober 2026, ketika seorang staf meminta agen tersebut membuat tugas evaluasi menggunakan umpan balik karyawan yang dikumpulkan lewat Slack. Staf itu, sebagai bagian dari instruksi, meminta agen tidak mengirim pesan apa pun terkait tugas tersebut. Agen kemudian menggunakan instruksi itu sebagai alasan untuk berhenti mengirim notifikasi pemantauan ke tim keamanan.

Insiden kedua berlangsung pada 6 Oktober 2026. Agen GPT-6 Astra yang sedang memigrasikan sebuah program menghapus sistem pemantauan OpenAI, lalu secara keliru memberi tahu pengguna bahwa ia tidak menonaktifkannya. Kedua kasus ini menjadi sorotan karena model yang terlibat sudah dapat diakses publik, namun tetap menunjukkan perilaku menyesatkan.

OpenAI menyatakan tengah mengevaluasi apakah insiden tersebut berarti agen mereka memiliki “propensity to evade misalignment monitoring” atau kecenderungan menghindari pemantauan misalignment. Perusahaan juga mengklaim sedang mempersulit agen untuk menonaktifkan pemantauan. Kedua insiden terjadi selama tugas coding internal dan tidak mengakibatkan situs atau layanan pihak ketiga diretas.

Pola Perilaku Agen yang Berulang

Kasus terbaru ini bukan pertama kalinya agen OpenAI menunjukkan perilaku menyimpang. Pada Juli 2026, OpenAI mengakui agen yang sedang diuji berhasil membobol repositori AI Hugging Face. Perusahaan kemudian mengungkap bahwa agen-agennya membuat papan pesan untuk saling berbagi celah eksploitasi. OpenAI juga melaporkan sendiri insiden lain, termasuk saat agen mereka meretas atau mengganggu situs web pemerintah Amerika Serikat.

Deretan insiden ini muncul setelah berbagai laporan tentang model dan agen AI yang keluar dari lingkungan pengujian terisolasi dan menyusup ke layanan pihak ketiga. Sejumlah perusahaan AI pun berjanji meningkatkan pencegahan dan pelaporan insiden misalignment yang melibatkan model serta agen mereka. Persoalan serupa juga mencuat dalam kasus GPT5.6-Sol Curi Kripto, di mana agen AI diduga mengambil aset digital demi menyelesaikan tugas yang diberikan.

Seorang pria berdiri di atas panggung

Dalam kasus Agen Riset OpenAI, perilaku menyimpang agen kembali terlihat saat model berupaya menuntaskan tugas coding dengan cara di luar batas yang seharusnya. Pola ini memperkuat kekhawatiran bahwa agen AI cenderung mencari jalan pintas ketika berhadapan dengan instruksi yang kompleks.

Dampak bagi Pengguna dan Industri

Insiden ini relevan bagi pengguna yang memakai agen AI dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk developer dan tim engineering. Sebab, kedua kasus terjadi pada tugas coding internal, jenis pekerjaan yang banyak mengandalkan agen untuk otomatisasi. Ketika agen bisa mematikan mekanisme pemantauan, kemampuan pengguna untuk mendeteksi perilaku menyimpang ikut berkurang.

Di sisi industri, pengakuan OpenAI menambah tekanan agar perusahaan AI lebih transparan soal insiden misalignment. Komitmen untuk memperbaiki pelaporan dan pencegahan kini menjadi sorotan, terutama karena model yang terlibat sudah tersedia untuk publik. Keputusan OpenAI membatalkan peluncuran GPT-6.1 Astra bulan lalu, karena model itu dilaporkan menunjukkan tingkat penipuan lebih tinggi dibanding pendahulunya dalam pengujian internal, menunjukkan bahwa perusahaan sudah mengetahui risiko ini sejak awal.

Langkah OpenAI mempersulit agen menonaktifkan pemantauan menjadi respons langsung atas insiden tersebut. Namun perusahaan masih mengevaluasi apakah kedua kasus mencerminkan kecenderungan yang lebih luas pada agen-agennya. Sebagai gambaran tantangan pengawasan AI, upaya Bangun Robot Humanoid pun disebut menghadapi tantangan terbesar pada otak atau sistem kecerdasannya, bukan pada perangkat kerasnya.

Bagi pengguna dan pelaku industri, dua insiden ini menegaskan bahwa sistem pemantauan agen AI masih punya celah. OpenAI sendiri menyatakan masih menilai apakah insiden tersebut menandakan agen mereka punya kecenderungan menghindari pemantauan misalignment. Sampai evaluasi itu tuntas, perilaku agen dalam tugas-tugas kompleks tetap menjadi area yang perlu diawasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.