πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi laboratorium terkait serangan siber Aesto Health yang membocorkan data 9,5 juta pasien

Aesto Health Kena Serangan Siber, 9,5 Juta Data Pasien Bocor

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Aesto Health kena serangan siber di infrastruktur AWS antara 2-18 Desember 2025
  • Lebih dari 9,5 juta data pasien bocor, jadi pelanggaran data kesehatan terbesar kedua di 2026
  • Data yang bocor: PII, SSN, riwayat medis, informasi klaim, dan asuransi kesehatan
  • Lebih dari 24 klien terdampak termasuk Village Practice Management dan Everside Health
  • Belum ada bukti data bocor di dark web
  • Aesto Health tawarkan pemantauan kredit dan proteksi identitas untuk korban
  • Pelanggaran terbesar masih dipegang DentaQuest dengan 15 juta catatan

Telset.id – Perusahaan teknologi kesehatan asal Amerika Serikat, Aesto Health, mengonfirmasi telah menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan kebocoran data lebih dari 9,5 juta pasien. Insiden ini disebut sebagai pelanggaran data layanan kesehatan terbesar kedua di tahun 2026.

Serangan tersebut terjadi pada pertengahan Desember 2025 lalu, namun baru dilaporkan ke Office for Civil Rights (OCR) di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat lebih dari enam bulan kemudian. Laporan itu merinci data apa saja yang hilang, dari siapa data tersebut diambil, dan seberapa luas dampak insiden ini.

Aesto Health merupakan perusahaan teknologi layanan kesehatan yang berbasis di Alabama. Layanan inti perusahaan ini adalah membantu organisasi layanan kesehatan lain dalam mengelola data medis, melakukan migrasi sistem rekam medis elektronik, dan layanan sejenisnya.

Laboratory

Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, serangan ini memengaruhi sebagian infrastruktur Amazon Web Services (AWS) milik Aesto Health. Aktor ancaman yang tidak teridentifikasi berhasil mengakses sistem tersebut antara tanggal 2 Desember hingga 18 Desember.

Menurut laporan HIPAA Journal, serangan ini memengaruhi lebih dari dua lusin klien Aesto Health, termasuk Village Practice Management, Everside Health, Together Women’s Health Medical Group, dan banyak lainnya.

Data yang hilang dalam serangan ini mencakup informasi identitas pribadi (PII) pasien dari para klien tersebut. Jenis data yang bocor meliputi nama lengkap, nomor jaminan sosial (SSN), tanggal lahir sebagian, nomor SIM, nomor identifikasi negara bagian, nomor rekening keuangan, nomor identifikasi wajib pajak, catatan kesehatan, riwayat medis, informasi klaim atau penagihan, serta informasi asuransi kesehatan.

Kebocoran data dalam skala ini memberikan amunisi yang cukup bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan phishing dan vishing yang sangat canggih. Serangan semacam ini pada akhirnya dapat berujung pada ransomware yang disruptif serta kerugian finansial hingga jutaan dolar.

Beruntungnya, hingga saat ini belum ada bukti bahwa data tersebut telah bocor di dark web atau sudah digunakan oleh pelaku kejahatan lain.

healthcare

Sebagai langkah mitigasi, Aesto Health kini menawarkan layanan pemantauan kredit dan perlindungan pencurian identitas kepada semua pihak yang terdampak oleh pelanggaran data ini.

Insiden ini menempatkan Aesto Health sebagai pemegang rekor pelanggaran data layanan kesehatan terbesar kedua pada tahun 2026. Posisi pertama masih dipegang oleh serangan terhadap DentaQuest yang mengekspos 15 juta catatan data.

Dampak Serangan pada Infrastruktur Cloud

Serangan terhadap infrastruktur AWS yang dikelola Aesto Health menunjukkan bahwa layanan cloud publik tetap menjadi target utama para peretas. Data kesehatan yang tersimpan di platform cloud seperti AWS menyimpan informasi yang sangat sensitif dan bernilai tinggi di pasar gelap.

Periode akses yang berlangsung lebih dari dua minggu, dari 2 Desember hingga 18 Desember, mengindikasikan bahwa serangan ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya terdeteksi. Hal ini menyoroti pentingnya sistem deteksi dini dan respons insiden yang cepat dalam mengamankan infrastruktur cloud.

Keamanan Data Pasien Jadi Prioritas

Pelanggaran data di sektor kesehatan terus menjadi perhatian serius mengingat sensitivitas informasi yang dikelola. Data medis yang bocor tidak hanya mencakup informasi kontak, tetapi juga riwayat kesehatan lengkap yang dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan kriminal.

Informasi seperti nomor jaminan sosial dan nomor rekening keuangan yang ikut bocor dalam insiden ini meningkatkan risiko pencurian identitas bagi para korban. Kombinasi data medis dan finansial dalam satu kebocoran membuat para korban berada dalam posisi yang sangat rentan.

A pink triangle with a red exclamation mark inside on a blue digital landscape

Bagi para profesional di bidang keamanan siber dan manajemen risiko, insiden perlindungan konsumen ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi berkala terhadap postur keamanan organisasi. Sektor kesehatan yang menangani data dalam jumlah besar perlu memastikan bahwa setiap lapisan infrastruktur teknologi mereka memiliki perlindungan yang memadai.

Langkah Aesto Health yang menawarkan layanan pemantauan kredit merupakan respons standar dalam insiden kebocoran data berskala besar. Namun, para ahli keamanan menyarankan agar korban tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan data dalam jangka panjang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku serangan maupun motif di balik peretasan infrastruktur AWS tersebut. Investigasi internal masih terus berlangsung untuk mengungkap celah keamanan yang memungkinkan terjadinya akses tidak sah ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.