Telset.id – Adobe resmi mengakuisisi startup marketing intelligence asal India, Rilo, dalam kesepakatan yang mencakup lisensi teknologi dan akuisisi tim. Langkah ini menandai akuisisi kedua Adobe dari India setelah membeli platform video Rephrase.ai pada 2023 lalu.
Akuisisi ini menghadirkan tim kecil dan teknologi yang berfokus pada otomatisasi alur kerja pemasaran bagi Adobe. Teknologi Rilo dinilai dapat memperkuat produk Adobe yang sudah ada, terutama untuk melayani pelanggan korporat yang lebih besar.
Rilo didirikan oleh Georgi Boby dan Dhruv Jaglan pada 2025. Keduanya merupakan lulusan IIT (Indian Institute of Technology) dan bertemu sebagai rekan sekelas. Sebelum diakuisisi, Rilo berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1 juta dari investor seperti Peak XV, DeVC, dan Day Zero Ventures dengan valuasi USD 10 juta.

Rilo mengembangkan platform yang memungkinkan tim go-to-market membuat alur kerja khusus. Beberapa fitur utamanya mencakup intelijen kompetitor, pembuatan ulang dan distribusi konten, hingga analisis panggilan penjualan. Platform ini juga memungkinkan pengguna menyusun alur kerja khusus yang sebanding dengan alat seperti Claude Cowork dan ChatGPT Work.
Baca Juga:
Perusahaan tidak mengungkapkan nilai kesepakatan akuisisi ini. Namun, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada TechCrunch bahwa investor akan mendapatkan keuntungan (exit) dari kesepakatan ini. Adobe disebut akan mengintegrasikan sebagian kekayaan intelektual (IP) Rilo bersama dengan tim yang beranggotakan enam orang.
Menariknya, akuisisi ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat sejak Rilo didirikan. Dhruv Jaglan menyebutkan di LinkedIn bahwa lebih dari 10.000 orang telah mencoba alat yang mereka kembangkan. Angka ini menunjukkan adopsi awal yang cukup kuat untuk produk Rilo.
Rahul Gupta, managing partner Day Zero Ventures, menyambut baik akuisisi ini. “Kami sangat senang bahwa Rilo telah diakuisisi oleh Adobe dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya kepada TechCrunch melalui email. “Produk workflow builder mereka jauh di depan kurva dan akan sangat bernilai bagi raksasa seperti Adobe dalam meningkatkan pengalaman pelanggan dan produktivitas.”
Rahul Mathur dari DeVC menambahkan bahwa Rilo dapat masuk ke dalam suite CX dan marketing milik Adobe untuk menangani alur kerja yang kompleks. Teknologi ini juga dapat memberikan visibilitas kepada pelanggan mengenai tindakan yang mereka lakukan di platform perusahaan kreatif tersebut.
Pasca akuisisi, Rilo akan ditutup dan tidak akan lagi tersedia bagi pelanggannya. Ini berarti pengguna layanan Rilo perlu mencari alternatif lain untuk kebutuhan otomasi alur kerja pemasaran mereka.
Langkah Adobe mengakuisisi Rilo menunjukkan tren konsolidasi di industri alat pemasaran berbasis AI. Perusahaan-perusahaan besar terus mencari cara untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam produk mereka. Hal ini sejalan dengan upaya Adobe yang sebelumnya telah mengintegrasikan berbagai Mode AI ke dalam produk kreatifnya serta menghadirkan integrasi aplikasi untuk meningkatkan produktivitas pengguna.
Sebelumnya, Adobe juga melakukan akuisisi besar di bidang pemasaran dengan membeli perusahaan optimasi SEO, Semrush, senilai USD 1,9 miliar tahun lalu. Pesaing seperti Canva juga telah memperkuat portofolio pemasaran mereka melalui akuisisi dan peluncuran produk baru. Sementara itu, Amazon, Google, dan Meta telah membangun jalur pemasaran bertenaga AI mereka sendiri.
Dengan akuisisi Rilo, Adobe semakin serius dalam menghadirkan solusi otomasi pemasaran yang cerdas. Teknologi Rilo diharapkan dapat melengkapi ekosistem produk Adobe dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan korporat yang membutuhkan efisiensi dalam kampanye pemasaran mereka.
Bagi para pelaku industri kreatif dan pemasaran, perkembangan ini patut diperhatikan. Kemampuan Adobe untuk mengotomatisasi alur kerja pemasaran yang kompleks dapat mengubah cara tim bekerja, mirip dengan bagaimana integrasi PDF telah memudahkan kolaborasi dokumen. Ke depannya, pengguna platform Adobe mungkin akan melihat fitur-fitur baru yang terinspirasi dari teknologi Rilo untuk meningkatkan efektivitas kampanye mereka.





Komentar
Belum ada komentar.