7 Cara Mudah Menangkal Serangan Hacker

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

HackersJAKARTA – Kasus peretasan yang menimpa Sony Picture beberapa waktu lalu merupakan salah satu aksi hacker paling heboh di tahun ini. Sepak terjang para “dedemit Internet” memang makin meresahkan. Jika tak hati-hati, tak cuma data-data penting yang hilang, tapi juga duit Anda bisa raib.

Kecanggihan teknologi Internet memang sangat berguna jika berada ditangan orang yang benar. Tapi yang ditakutkan adalah jika teknologi ini dimanfaatkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan.

Modus yang digunakan para hacker dalam kasus cyber crime saat ini sudah semakin canggih. Jika Anda tidak hati-hati, maka bisa menjadi korban. Nah, berikut ini ada 7 cara paling mudah untuk menghindari aksi para hacker:

[quote_left]1. Curiga terhadap email[/quote_left]

Penggunaan surat elektronik atau email saat ini sudah sangat jamak digunakan. Biasanya email menjadi salah satu pintu masuk para hacker beraksi. Untuk itu, jangan sembarang membuka email yang dari pihak yang tidak Anda kenal. Para pelaku cyber crime sering mengirimkan email secara acak ke sembarang orang dengan lebih dulu menyelipkan link abal-abal di dalamnya. Saat Anda mengklik link diberikan, maka Anda akan diarahkan pada sebuah web yang secara otomatis akan men-download konten yang telah ditanam malware. Jika ini terjadi, maka malware tersebut akan merusak komputer/ponsel Anda, dan juga memata-matai bahkan mencuri data Anda.

Anda bisa mengatasinya dengan mengecek terlebih dulu IP address dari si pengirim email. Lihat di teks “Received:from” lalu cari di Google IP address-nya. Pada beberapa kasus, “Received:from” sengaja dimasukkan dalam header email (secara manual), karena bias any hacker mengirim email dengan menggunakan lebih dari satu email server.

[quote_left]2. Periksa lokasi link[/quote_left]

Email berbahaya biasanya dikirim oleh orang yang tidak dikenal dan disertai link dari situs yang juga tidak Anda ketahui. Membuka situs tak dikenal akan sangat berisiko bagi kemanan perangkat Anda. Biasanya, situs palsu meniru situs populer atau yang sering Anda kunjungi. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk tidak sembarangan mengklik link yang disisipkan dalam sebuah email yang tak dikenal pengirimnya.

Cara termudah untuk mengecek link abal-abal itu adalah dengan cara copy-paste link di browser baru. Jika yang diberikan adalah shortened link, silakan gunakan URL X-ray untuk melihat URL sebenarnya.

[quote_left]3. Jangan buka attachment[/quote_left]

Hacker juga menggunakan modus memasukkan attachment yang memancing untuk dibuka. Kalau Anda tidak 100% yakin, sebaiknya jangan pernah membuka attachment tersebut. Salah satu cara termudah bagi hacker untuk men-download kode berbahaya ke komputer korban adalah dengan mengirimkan email dengan file yang banyak virusnya. Perlu diketahui, jenis file yang paling berbahaya adalah Word, PDF, dan .EXEs.

[quote_left]4. Gunakan autentikasi 2 langkah[/quote_left]

Banyak perusahaan besar yang berhasil dibobol karena hacker berhasil menembus password yang digunakan. Setelah hacker mendapatkan password, mereka mencoba untuk mencari tahu mana rekening pribadi yang dapat diakses dengan data yang mereka curi.

Oleh sebab itu jangan hanya mengandalkan password untuk keamanan karena ketika hacker telah mengetahui password Anda maka semua data Anda akan bisa dicuri, meski dari jarak jauh.

Sebaiknya Anda menggunakan kode keamanan lain sebagai tambahan keamanan. Metode keamanan lain itu akan memungkinkan Anda mengkonfirmasi sebuah akses ke akun Anda, seperti code yang dikirim ke nomor ponsel Anda via SMS.

[quote_left]5. Bikin password yang sulit[/quote_left]

Ini mungkin tips paling sederhana namun sering diabaikan. Password yang rumit dengan kombinasi huruf besar, hurud kecil, angka, tanda baca, sangat dianjurkan. Jangan pernah menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Ada beberapa tools yang bisa digunakan untuk membuat dan menympan password. Tool tersebut dapat Anda dapatkan di appstore, seperti LastPass dan 1Password.

[quote_left]6. Hati-hati memakai layanan cloud[/quote_left]

Cara terbaik untuk menghindari hacker adalah jangan berbagi informasi, termasuk dengan layanan cloud. Karena tidak peduli seberapa aman platform itu, Anda harus ingat bahwa Anda memberi kepada orang lain untuk diawasi. Bobolnya Apple iCloud beberapa waktu lalu merupakan fakta yang tak terbantahkan soal rapuhnya keamanan cloud.

Lalu apakah ini berarti Anda tidak boleh menyimpan apapun di cloud? Jawabnya tentu saja boleh!. Ini hanya sekadar untuk mengingatkan Anda untuk tetap waspada menyimpan data di cloud. Kalau memang tidak terlalu perlu, sebaiknya jangan menyimpan data di cloud.

Sebaiknya Anda lebih dulu mengetahui banyak hal tentang penyedia penyimpanan awan Anda.Selain itu, pastikan bahwa jika Anda menghapus file di komputer Anda atau smartphone yang juga akan dihapus pada setiap backup cloud Anda.

[quote_left]7. Hati-hati memanfaatkan WiFi Publik[/quote_left]

Bagi Anda “pemburu WiFi”, terkadang suka lupa diri saat mendapatkan akses Internet gratis saat kongkow-kongkow di café, hotel, atau area publik lainnya. Sebaiknya Anda jangan share personal data saat online menggunakan jaringan WiFi publik.

Peneliti keamanan menemukan lalu lintas Wi-Fi rentan terhadap serangan hacker. Jika Anda harus mengakses informasi pribadi saat menggunakan WiFi publik, akan lebih baik untuk menggunakan tools virtual private networks (VPN), yang mengenkripsi lalu lintas sehingga jaringan Wi-Fi tidak bisa melihat di mana Anda sedang berselancar. Atau, lebih baik lagi, hanya mengatur hotspot menggunakan data ponsel Anda.[HBS]