πŸ“‘ Daftar Isi

Proton VPN new mobile app interface – promo image

47 Permintaan Data Ditolak Proton VPN pada 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Proton VPN menerima 47 perintah hukum mengikat dari otoritas Swiss pada paruh pertama 2026
  • Semua 47 permintaan ditolak karena kebijakan tanpa log (no-logs policy) yang ketat
  • Total akumulasi permintaan sejak 2019 mencapai 458, tidak ada satu pun yang berhasil dipenuhi
  • Proton VPN lulus audit tahunan kelima berturut-turut oleh Securitum pada Juni 2026
  • Swiss berada di luar aliansi intelijen 5, 9, dan 14 Eyes
  • Ancaman revisi aturan pengawasan Swiss bisa mewajibkan penyimpanan data selama 6 bulan
  • Proton telah mulai memindahkan infrastruktur ke luar negeri sebagai antisipasi

Telset.id – Proton VPN menerima 47 perintah hukum yang mengikat pada paruh pertama 2026, namun tidak satu pun data pengguna yang berhasil diserahkan kepada otoritas. Semua permintaan tersebut ditolak karena kebijakan tanpa log (no-logs policy) yang ketat.

Perusahaan VPN asal Swiss ini merilis laporan transparansi terbarunya pada 14 Juli 2026. Jumlah 47 perintah tersebut tercatat lebih banyak dibandingkan total permintaan yang diterima sepanjang tahun 2019 dan 2020. Seluruh permintaan datang dari otoritas Swiss dan bertujuan mengidentifikasi pengguna yang terhubung ke server tertentu pada waktu tertentu.

β€œProton VPN tidak memiliki data pengguna untuk diserahkan karena kebijakan tanpa log yang ketat berarti kami tidak menyimpan informasi tersebut sejak awal,” ujar juru bicara Proton kepada TechRadar.

Mekanisme Penolakan Data

Setiap perintah dalam laporan tersebut mengikuti pola yang sama. Otoritas menyerahkan alamat IP server beserta stempel waktu dan meminta Proton menyebutkan identitas pengguna di baliknya. Perusahaan menyatakan tidak dapat membuat tautan tersebut karena tidak pernah mencatatnya.

Berdasarkan kebijakan tanpa log, Proton VPN tidak menyimpan aktivitas browsing, kueri DNS, atau metadata koneksi yang dapat menghubungkan pengguna dengan sesi tertentu. Akibatnya, perintah hukum yang mengikat tidak menghasilkan data apa pun untuk diserahkan.

Total akumulasi permintaan data yang diterima Proton VPN sejak 2019 mencapai 458 perintah, dan tidak satu pun yang berhasil dipenuhi.

Janji tanpa log hanya sekuat bukti di baliknya. Pada Juni 2026, Proton VPN berhasil melewati audit tahunan kelima secara berturut-turut. Perusahaan keamanan Eropa, Securitum, memeriksa konfigurasi server dan mewawancarai staf secara langsung di Zurich. Auditor tidak menemukan catatan yang dapat menghubungkan pengguna dengan aktivitas di server yang diperiksa.

Aplikasi Proton VPN bersifat open source dan laporan audit lengkap tersedia untuk publik, sehingga pengguna tidak perlu menerima klaim tersebut begitu saja. Audit tersebut merupakan gambaran sesaat dari sampel server, bukan jaminan menyeluruh, namun tingkat pengawasan rutin yang dipublikasikan tetap jarang ditemukan di kalangan VPN konsumen.

Faktor Swiss dan Ancaman Regulasi

Yurisdiksi VPN menjadi faktor penting lainnya. Hukum Swiss tidak mewajibkan VPN menyimpan catatan koneksi, dan Pasal 271 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Swiss melarang Proton menyerahkan data kepada otoritas asing secara langsung. Hanya perintah pengadilan Swiss yang mengikat, dan Swiss berada di luar aliansi intelijen 5, 9, dan 14 Eyes.

Namun, keunggulan tersebut mungkin tidak bertahan lama. Sebuah revisi aturan pengawasan Swiss yang diusulkan β€” saat ini dihentikan dan sedang direvisi setelah mendapat tentangan β€” dapat mewajibkan layanan dengan lebih dari 5.000 pengguna untuk mengidentifikasi pelanggan dan menyimpan data selama enam bulan.

Proton telah mulai memindahkan infrastruktur ke luar negeri sebagai respons dan telah memperingatkan bahwa perusahaan dapat meninggalkan Swiss sepenuhnya jika undang-undang tersebut disahkan. Untuk saat ini, Proton tetap berbasis di Swiss, dan 47 penolakan tersebut menunjukkan apa yang masih bisa diperoleh dari yurisdiksi tersebut.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan data di era digital, di mana permintaan data dari otoritas terus meningkat setiap tahunnya.

Proton VPN new mobile app interface – promo image

Dengan kebijakan tanpa log yang telah diaudit secara independen selama lima tahun berturut-turut, Proton VPN membuktikan bahwa perlindungan privasi pengguna bukan sekadar klaim pemasaran. Audit yang dilakukan Securitum memverifikasi bahwa tidak ada data yang dapat menghubungkan pengguna dengan aktivitas online mereka.

Bagi pengguna yang peduli dengan privasi, pilihan VPN dengan yurisdiksi yang tepat dan kebijakan tanpa log yang terverifikasi menjadi semakin krusial. Proton VPN menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tekanan hukum yang meningkat, perusahaan tetap dapat melindungi data pengguna selama kebijakan dan infrastruktur dirancang dengan benar.

Ancaman regulasi di Swiss, jika akhirnya disahkan, dapat mengubah lanskap privasi secara signifikan. Proton telah mengambil langkah antisipatif dengan memindahkan infrastruktur ke luar negeri, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mempertahankan komitmen privasinya.

Laporan transparansi ini menjadi referensi penting bagi pengguna yang ingin memahami bagaimana layanan VPN menangani permintaan data dari otoritas. Dengan total 458 permintaan sejak 2019 dan tidak satu pun yang berhasil, Proton VPN mencatat rekor penolakan yang konsisten.

Pengguna juga perlu mewaspadai potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi kebijakan privasi penyedia VPN. Saat ini, Proton masih berada di Swiss dan memanfaatkan hukum setempat untuk melindungi data pengguna, namun situasi dapat berubah jika revisi aturan pengawasan akhirnya disahkan.

Bagi pengguna yang mencari perlindungan data maksimal, memilih VPN dengan kebijakan tanpa log yang telah diaudit secara independen dan berbasis di yurisdiksi yang ramah privasi menjadi langkah awal yang penting.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.