2015, Adopsi Cloud Computing di Indonesia Tumbuh 70%

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta – Bisnis dan investasi di bidang TI sangat berkaitan erat dengan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sosialisasi cloud computing dan pemanfaatannya merupakan potensi bisnis di saat krisis nilai tukar.

Sejatinya cloud computing mulai popular di Indonesia pada 2010. Bahkan secara tidak langsung, teknologi cloud computing telah digunakan jauh sebelumnya di Indonesia.

“Contohnya beberapa platform social media dan online game di Indonesia, sudah mengadaptasi sistem cloud computing,” kata Adi Kusma President Director PT Supra Primatama Nusantara, penyedia layanan Biznet Networks dalam keterangannya kepada telsetNews di Jakarta, Jumat (4/10).

Adi memperkirakan di masa mendatang akan semakin banyak perusahaan dan konsumen yang menggunakan layanan cloud computing. Terlebih dengan semakin banyaknya pengguna ponsel pintar dan komputer tablet di Indonesia.

Worldwide Partner Conference yang beberapa pekan lalu diselenggarakan di Houston, Texas, AS, menyebut hasil riset Microsoft mengenai perkembangan dan keuntungan yang dapat diraih dari cloud computing.

Riset tersebut menyatakan cloud computing berpotensi menghasilkan profit 1,6 kali lebih besar dibanding cara konvensional seperti menyimpan dalam data storage, serta mampu meningkatkan bisnis hingga 2,4 kali lebih cepat.

Diprediksi pada tahun 2015 terdapat 915 jenis pekerjaan baru yang berhubungan dengan cloud computing. Pada tahun ini, cloud computing di Indonesia tumbuh 70% dibanding tahun 2012, kebanyakan dari mereka adalah perusahaan dan pebisnis.

Biznet sendiri merupakan salah satu vendor yang aktif mulai mengembangkan bisnis cloud di Indonesia. Sejak diluncurkan tahun 2010 jumlah pelanggan Biznet Cloud semakin bertambah jumlahnya.

Beberapa diantaranya seperti Startup company, perusahaan UKM, content provider, airlines dan e-commerce  mempercayakan datanya pada layanan Biznet Cloud.

Adapun layanan Biznet Cloud Server dengan kapasitas terendah saat ini adalah memori 1 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 2,25 juta per bulan dan yang terbesar adalah memori 32 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 14,5 juta per bulan.

Sebagai informasi, cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Teknologi ini merupakan layanan hosting berbasis virtualisasi, yang memungkinkan akses data dari manapun, termasuk melalui Internet publik.

Cloud dapat menyimpan big data, baik enterprise data (data klien, produk, transaksi perdagangan) maupun sosial data seperti konten, teks, audio, video, dan gambar, bercampur menjadi satu. Sehingga membuat perusahan dan UKM dapat menyimpan data mereka tanpa harus membeli server atau infrastruktur TI yang mahal.[HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0