📑 Daftar Isi

Kartu grafis RTX 3070 Ti hasil modifikasi dengan VRAM 16GB GDDR6 oleh YouTuber fmklab

YouTuber Brasil Sukses Rakit RTX 3070 Ti 16GB GDDR6 Pertama di Dunia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • YouTuber Brasil fmklab (Fabian) berhasil merakit RTX 3070 Ti 16GB GDDR6 pertama di dunia
  • Proses modifikasi menggunakan PCB RTX 3070 dengan inti GPU RTX 3070 Ti dan chip memori GDDR6 Samsung HC16 16Gb
  • GPU-Z dan MATS berhasil mengenali kapasitas VRAM penuh 16GB setelah konfigurasi ulang strap memori
  • Pengujian dengan LLM lokal menggunakan hampir seluruh 16GB, sedangkan Call of Duty: Warzone menghabiskan lebih dari 13GB VRAM
  • Skor Unigine Superposition 5.367 poin, lebih rendah dari RTX 3070 Ti standar karena penurunan bandwidth GDDR6
  • Fabian menyarankan RTX 5060 Ti 16GB sebagai alternatif yang lebih rasional untuk kebutuhan performa dan future proofing

Telset.id – Seorang YouTuber asal Brasil bernama Fabian, yang dikenal dengan kanal fmklab, berhasil menciptakan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 3070 Ti dengan VRAM 16GB GDDR6. Modifikasi ini menjadi yang pertama di dunia dan membuktikan bahwa eksperimen teknis tingkat lanjut pada GPU masih sangat mungkin dilakukan oleh para penggemar.

Fabian membangun kartu ini dengan menggunakan PCB RTX 3070 standar, lalu memindahkan inti GPU RTX 3070 Ti ke dalamnya. Ia juga mengganti chip memori GDDR6 Samsung HC14 (8Gb) yang ada di PCB dengan chip HC16 (16Gb), sehingga total kapasitas VRAM berubah dari 8GB menjadi 16GB. Proyek ini berawal dari catatan lama yang menyebutkan bahwa Nvidia sempat berencana merilis RTX 3070 Ti dengan 16GB VRAM, namun pada akhirnya hanya meluncurkan versi 8GB GDDR6X.

Eksperimen ini menarik karena RTX 3070 Ti versi ritel menggunakan memori GDDR6X, sedangkan PCB RTX 3070 yang dipakai Fabian menggunakan GDDR6. Perbedaan tipe memori ini menjadi tantangan tersendiri karena ia tidak bisa sekadar mengganti chip tanpa menyesuaikan konfigurasi pada PCB.

Proses Modifikasi dan Tantangan Teknis

Langkah pertama yang dilakukan Fabian adalah membongkar kartu hingga ke level PCB. GPU RTX 3070 yang awalnya terpasang kemudian dilepas dan diganti dengan chip RTX 3070 Ti. Alasan utama di balik pertukaran ini adalah karena RTX 3070 menggunakan GDDR6, bukan GDDR6X seperti yang digunakan pada RTX 3070 Ti versi ritel.

Sebenarnya, Fabian bisa saja memasang 16GB memori GDDR6X pada kartu RTX 3070 Ti, tetapi biayanya akan sangat mahal. Oleh karena itu, ia memilih untuk menukar chip GDDR6 Samsung HC14 (8Gb) yang sudah ada di PCB dengan chip HC16 (16Gb). Setelah proses penggantian selesai, kapasitas VRAM secara teori meningkat dari 8GB menjadi 16GB.

Namun, saat kartu pertama kali dinyalakan, GPU-Z hanya mengenali 8GB. Masalah ini muncul karena strap memori pada PCB perlu dikonfigurasi ulang agar kartu dapat menggunakan seluruh kapasitas memori yang tersedia. Fabian kemudian menggunakan alat bernama Nvidia BIOS Reader untuk mengetahui strap apa saja yang perlu disesuaikan, lalu melanjutkan proses penyolderan.

Setelah konfigurasi ulang selesai, alat uji MATS berhasil mengenali kapasitas VRAM penuh 16GB tanpa ada kesalahan. GPU-Z juga menampilkan RTX 3070 Ti dengan 16GB memori GDDR6, mirip dengan prototipe yang sempat muncul beberapa tahun lalu.

A VRAM-modded RTX 3070 Ti with 16GB of GDDR6 memory

Pengujian Performa dan Hasil Benchmark

Mengenali kapasitas VRAM tambahan hanyalah langkah awal. Untuk benar-benar menguji kemampuannya, Fabian menjalankan model bahasa lokal (LLM) pada GPU tersebut untuk melihat apakah kartu dapat mengalokasikan lebih dari 8GB memori. Hasilnya, LLM tersebut menggunakan hampir seluruh kapasitas 16GB yang tersedia.

Selain itu, Fabian juga menguji kartu tersebut dengan game Call of Duty: Warzone. Game ini menghabiskan lebih dari 13GB VRAM saat dipasangkan dengan prosesor Ryzen 7 9800X3D, dan tidak menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan sama sekali.

Sebagai bukti keberhasilan eksperimen ini, Fabian menyertakan tautan benchmark Unigine Superposition di deskripsi video YouTube-nya. Skor yang ia dapatkan adalah 5.367 poin, yang sebenarnya lebih rendah dibandingkan kebanyakan hasil benchmark RTX 3070 Ti asli. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan bandwidth memori GDDR6 dibandingkan GDDR6X yang menjadi bawaan standar RTX 3070 Ti. Ini adalah tradeoff terbesar dari kapasitas VRAM yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, eksperimen ini bisa dibilang sukses dan kemungkinan menjadi satu-satunya RTX 3070 Ti 16GB yang berfungsi di dunia. Meskipun demikian, ada titik di mana hasil modifikasi ini mulai menunjukkan keterbatasan.

Perbandingan dengan GPU Generasi Terbaru

RTX 3070 Ti memang masih menjadi kartu grafis yang kuat, tetapi performanya kalah jauh dibandingkan opsi Blackwell generasi saat ini, bahkan dengan kapasitas memori yang lebih kecil sekalipun. Fabian sendiri menyarankan bahwa akan jauh lebih masuk akal untuk membeli kartu seperti RTX 5060 Ti 16GB jika pengguna benar-benar membutuhkan performa lebih baik dengan sedikit persiapan untuk masa depan.

Kartu baru dari seri Blackwell menawarkan efisiensi yang lebih unggul, fitur yang lebih lengkap, serta dukungan purna jual yang lebih baik dibandingkan kartu hasil modifikasi. Meskipun eksperimen ini menunjukkan kemampuan teknis yang luar biasa dari Fabian, hasil akhirnya tetap tidak dapat menyaingi produk komersial yang dirancang khusus oleh Nvidia.

Modifikasi semacam ini memang menarik bagi para penggemar teknologi yang ingin mendorong batas kemampuan perangkat keras. Namun, bagi pengguna umum yang membutuhkan GPU andal untuk kebutuhan harian, membeli kartu baru yang sudah didukung penuh oleh vendor tetap menjadi pilihan paling rasional. Perkembangan GPU RTX 50 Series juga menunjukkan bahwa Nvidia terus menghadirkan inovasi yang sulit ditandingi oleh modifikasi pihak ketiga.

Eksperimen Fabian ini setidaknya membuktikan bahwa komunitas modifikasi GPU masih sangat aktif dan kreatif. Meskipun hasilnya tidak selalu praktis untuk penggunaan sehari-hari, karya seperti ini memberikan wawasan berharga tentang cara kerja internal kartu grafis modern. Bagi para penggemar yang ingin tahu lebih jauh tentang perkembangan GPU Nvidia terbaru, eksperimen ini menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu datang dari pabrikan besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.