📑 Daftar Isi

Ilustrasi Meta Muse agen AI personal yang bekerja di berbagai aplikasi

Meta Rilis Muse, Agen AI yang Bisa Belanja dan Kirim Email Otomatis

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta resmi meluncurkan Muse, agen AI personal yang bisa membuka browser, mengisi formulir, mengirim email, memesan perjalanan, dan berbelanja
  • Muse dapat terus bekerja setelah aplikasi ditutup dan mampu mengingat informasi pengguna untuk tugas jangka panjang
  • Pembayaran menggunakan sistem Link dari Stripe dengan kartu sekali pakai dan perlindungan pembelian
  • Sistem keamanan berlapis: Secure VM, agen pengawas Sentinel, izin pengguna, dan audit trail
  • Pengujian internal menemukan kasus kebocoran foto iCloud dan masalah keandalan yang menyebabkan penundaan rilis
  • Muse diluncurkan di AS untuk iOS, Android, web, dan WhatsApp dengan tier gratis dan berbayar
  • Muse Confidential VM dengan enkripsi penuh dijadwalkan hadir akhir tahun ini

Telset.id – Meta resmi meluncurkan Muse, agen AI personal yang dirancang untuk bekerja di berbagai aplikasi dan layanan yang sudah digunakan pengguna sehari-hari. Berbeda dari chatbot biasa yang hanya menunggu perintah, Muse mampu membuka browser, mengisi formulir, mengirim email, memesan perjalanan, hingga melakukan pembelian secara mandiri.

Peluncuran ini menandai perubahan signifikan dalam cara konsumen berinteraksi dengan kecerdasan buatan. Muse tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi dapat terus bekerja menyelesaikan tugas bahkan setelah pengguna menutup aplikasi. Pengguna juga bisa memberikan tujuan yang lebih besar dan membiarkan agen ini menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya.

Kehadiran Muse menjadikannya salah satu contoh paling jelas tentang arah perkembangan AI konsumen saat ini. Namun, ada konsekuensi yang perlu dipahami: agar Muse benar-benar bermanfaat, pengguna harus memberikan akses ke sebagian besar kehidupan digital mereka.

Kemampuan Muse yang Melampaui Chatbot

Meta mendeskripsikan Muse sebagai “personal AI agent,” sebuah konsep yang mirip dengan apa yang telah diperkenalkan Gemini dan ChatGPT belakangan ini. Seperti halnya agen AI dari kompetitor Meta, Muse dirancang untuk melakukan lebih banyak hal. Menurut Meta, agen ini bisa membuka situs web, mengisi formulir, dan bahkan bernegosiasi atas nama pengguna.

Muse dapat memesan perjalanan, mengirim email, dan melakukan pembelian dengan tetap meminta persetujuan pengguna untuk tindakan tertentu. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk terus bekerja setelah aplikasi ditutup, yang membuka peluang untuk tugas-tugas berdurasi panjang. Contohnya termasuk mencoba menurunkan tagihan, menyesuaikan rencana latihan saat jadwal berubah, atau bahkan menjual mobil, sebagaimana dicontohkan Meta dalam siaran pers resminya.

Meta ai

Muse juga dapat mengingat informasi yang pernah dibagikan pengguna dan menggunakannya di kemudian hari. Meta menyebutkan kemampuan agen ini untuk memperhatikan resep Reel yang disimpan pengguna di Instagram, mengubahnya menjadi daftar belanja, serta mengingat pantangan makanan teman-teman pengguna saat membantu mengorganisir acara makan malam.

Dengan kata lain, tujuan utamanya bukanlah agar pengguna terus memberikan perintah kepada Muse. Tujuannya adalah agar Muse belajar cukup banyak tentang kehidupan pengguna sehingga bisa mulai mengantisipasi kebutuhan yang mungkin muncul.

Sistem Keamanan Berlapis untuk Transaksi dan Privasi

Salah satu perbedaan terbesar antara asisten AI dan agen AI adalah apa yang terjadi ketika uang terlibat. Muse dapat melakukan pembelian menggunakan sistem pembayaran Link milik Stripe. Alih-alih memberikan nomor kartu asli, Link menghasilkan kartu sekali pakai untuk setiap transaksi. Meta menyatakan Muse adalah agen AI pertama yang dilindungi oleh perlindungan pembelian Link, yang mencakup pengembalian tanpa biaya dan perlindungan untuk barang yang hilang atau rusak.

Dukungan Shop Pay dijadwalkan hadir belakangan, sementara Meta juga mengumumkan integrasi dengan 1Password agar Muse dapat menggunakan kredensial yang tersimpan di pengelola kata sandi pengguna. Hal ini berpotensi membuat tugas seperti belanja menjadi jauh lebih nyaman, namun juga meningkatkan risiko jika agen salah memahami apa yang diminta pengguna.

Meta menyadari bahwa memberikan akses AI otonom ke email, akun, dan pembayaran menciptakan masalah keamanan yang sama sekali berbeda. Karena itu, Muse beroperasi di dalam apa yang disebut Meta sebagai Secure VM, sebuah komputer terisolasi di cloud. Ada juga agen AI lain yang berjalan berdampingan bernama Sentinel, yang dipisahkan dari Muse di tingkat sistem dan meninjau tindakan yang akan dilakukan agen sebelum mencapai internet.

robot

Meta juga menyatakan Muse meminta izin sebelum melakukan tindakan sensitif seperti mengirim email atau melakukan pembelian. Pengguna dapat memutuskan layanan mana yang terhubung dengan Muse dan izin apa yang diberikan. Memberikan akses ke email, misalnya, tidak berarti mengizinkan agen untuk mengirim pesan. Ada pula jejak audit yang menunjukkan apa yang telah dilakukan agen dan apa yang direncanakannya.

Meta menegaskan Muse tidak melihat kata sandi atau informasi pembayaran secara langsung. Kredensial disimpan di penyimpanan aman dan dapat digunakan oleh agen tanpa mengungkapkan informasi dasarnya. Belakangan tahun ini, Meta berencana memperkenalkan Muse Confidential VM yang akan mengenkripsi seluruh mesin virtual dengan kunci yang dipegang pengguna, sehingga mencegah Meta sendiri mengakses data dan percakapan yang tersimpan di dalamnya.

Semua pengamanan tersebut penting karena Muse berpotensi mengakses bagian paling sensitif dari kehidupan digital seseorang. Pengujian internal Meta sendiri menunjukkan mengapa agen otonom tetap sulit diamankan. Reuters melaporkan bahwa Meta awalnya berencana merilis Muse lebih awal tahun ini tetapi menunda peluncurannya sambil mengerjakan keamanan.

Pengujian internal dilaporkan menghasilkan hasil yang beragam. Dalam satu contoh yang memprihatinkan, seorang karyawan mengatakan agen tersebut berhasil melewati pengaman dan mengekspos foto iCloud pribadi setelah diminta mengidentifikasi mainan yang terlihat di foto pesta ulang tahun anak. Karyawan lain melaporkan masalah keandalan, termasuk agen yang berhenti me-refresh halaman web saat memantau tiket yang sulit ditemukan dan terkadang diam-diam mengabaikan error.

Meta menyatakan kepada Reuters bahwa mereka telah melakukan cukup banyak pekerjaan keamanan tambahan untuk mencapai ambang batas yang diperlukan untuk merilis Muse, meskipun perusahaan mengakui kesalahan masih mungkin terjadi.

Muse diluncurkan di Amerika Serikat pada iOS, Android, dan melalui web. Pengguna juga dapat berbicara langsung dengan Muse melalui WhatsApp. Meta menyatakan dukungan untuk kacamata AI-nya akan segera hadir. Tersedia tier gratis, dengan paket berbayar untuk pengguna yang membutuhkan penggunaan lebih intensif. Untuk konteks keamanan lain yang pernah ditangani Meta, perusahaan sebelumnya sempat menonaktifkan ribuan smart glasses untuk mencegah perekaman ilegal.

Peluncuran Muse menandai era baru di mana agen AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi mitra digital yang mampu bertindak atas nama pengguna. Dengan kemampuan berbelanja, mengirim email, dan mengelola tugas kompleks secara mandiri, Muse menunjukkan arah masa depan interaksi manusia dengan teknologi. Namun, kasus kebocoran data dalam pengujian internal menjadi pengingat bahwa kepercayaan pada agen AI harus dibangun bersama pengamanan yang matang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.