📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo X dengan latar teknologi digital yang menggambarkan temuan bot farm China

X Temukan 200 Ribu Bot China Penyebar Konten Anti-AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • X menemukan sekitar 200.000 akun bot yang diduga berasal dari China
  • 200 akun aktif menyebarkan narasi anti-pusat data AI dan manipulasi kebijakan energi AS
  • Narasi mencakup kenaikan harga listrik dan tuduhan subsidi rumah tangga untuk perusahaan AI
  • X menangguhkan akun yang melanggar kebijakan autentikasi
  • OpenAI juga mengungkap operasi serupa bernama "Data Center Bandwagon"
  • Akun menggunakan VPN dan bahasa China Sederhana untuk menghindari deteksi
  • Dampak aktual terhadap persepsi publik masih belum jelas

Telset.id – Platform media sosial X mengungkap temuan mengejutkan terkait operasi bot farm berskala besar. Akun Global Government Affairs X mengonfirmasi telah mengidentifikasi sekitar 200.000 akun bot yang diduga berasal dari China, dengan 200 di antaranya aktif memanipulasi diskusi publik tentang kebijakan AI dan energi Amerika Serikat.

Temuan ini menjadi sorotan utama karena menyangkut integritas ruang diskusi digital global. Akun-akun bot tersebut secara sistematis menyebarkan narasi yang menargetkan dan memperkuat kekhawatiran sah warga AS tentang pusat data, menciptakan kekhawatiran akan adanya upaya asing untuk memperlambat inovasi Amerika.

Narasi yang diangkat oleh 200 akun tersebut mencakup klaim bahwa pusat data AI mendorong kenaikan harga listrik rumah tangga, pembangunan pusat data yang cepat membebani jaringan listrik AS, serta tuduhan bahwa rumah tangga biasa mensubsidi perusahaan AI dan pusat data yang kaya raya. Beberapa konten bahkan berbentuk ilustrasi kartun yang menggambarkan operator pusat data menjadi kaya sementara konsumen menanggung biayanya.

X secara eksplisit mengakui bahwa banyak kekhawatiran mendasar tentang permintaan listrik dan tagihan konsumen memang didukung oleh data yang valid. Namun, platform tersebut khawatir akun-akun ini dapat memiringkan wacana publik dan mengganggu apa yang mereka sebut sebagai “perdebatan yang sah” tentang AI dan energi Amerika.

Twitter social media application change logo to X. Elon Musk CEO of twitter rebranded Twitter to X. Social media application technology concept.

Perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu kini telah menangguhkan akun-akun yang melanggar kebijakan autentikasi mereka. X menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi “platform yang terbuka dan autentik,” namun menekankan bahwa akun palsu dan bot tidak diterima di platform mereka.

Operasi Serupa Terungkap Sebelumnya

Temuan X ini bukan kasus yang berdiri sendiri. OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT, juga baru-baru ini mengungkap operasi serupa yang mereka sebut sebagai “Data Center Bandwagon.” Dalam operasi tersebut, OpenAI memblokir sekelompok akun yang diduga berasal dari China yang menggunakan ChatGPT untuk memproduksi materi propaganda dan konten media sosial serupa yang mengkritik pusat data AI Amerika.

Menurut OpenAI, akun-akun tersebut memberikan perintah dalam bahasa China Sederhana, sering meminta output dalam bahasa Inggris, dan menggunakan VPN untuk menghindari pembatasan yang diberlakukan di China daratan. Temuan ini memperkuat indikasi adanya pola yang sistematis dalam upaya memengaruhi opini publik Amerika.

Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa organisasi pro-AI khawatir kampanye bot yang terkait China mempromosikan penolakan terhadap pusat data AS. Kekhawatiran ini muncul karena dugaan upaya memperlambat kemampuan Amerika membangun infrastruktur AI sambil memberi China waktu untuk unggul.

Flags of the People's Republic of China, hanging in a park during National Day in Beijing, China

Dampak dan Respons Keamanan

X menggambarkan aktivitas ini sebagai upaya campur tangan dalam apa yang mereka akui sebagai “perdebatan yang sah” tentang AI dan energi Amerika. Perusahaan menegaskan sikap tegasnya: “Kami menanggapi secara serius setiap upaya untuk merusak integritas alun-alun global dan menangguhkan akun yang melanggar kebijakan Keaslian kami.”

OpenAI dalam laporannya pada Juni 2026 memperingatkan bahwa “industri, pemerintah, masyarakat sipil, dan publik harus tetap waspada terhadap upaya serupa untuk memperbesar pesan-pesan ini dan aktivitas interferensi asing.”

Kedua kasus ini bersama-sama mengindikasikan bahwa operator yang terkait China secara sengaja bereksperimen dengan cara meningkatkan penolakan Amerika terhadap infrastruktur AI menggunakan kekhawatiran yang sudah ada. Namun, seberapa besar dampak akun-akun ini terhadap persepsi publik masih belum jelas.

A US flag with a large green eye peering through the red and white stripes of the flag.

Meskipun X telah mengidentifikasi sekitar 200.000 akun bot, detail lebih lanjut belum diungkapkan. Informasi mengenai operator di balik akun-akun tersebut, keterkaitan langsung dengan China, angka keterlibatan dan jangkauan, serta aktivitas 199.000+ akun lainnya masih menjadi misteri.

Temuan ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang keamanan siber dan perang informasi di era kecerdasan buatan. Kasus ini juga menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap upaya manipulasi opini publik melalui media sosial, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknologi strategis.

[IMAGE_BODY_4]
A long corridor with a sleek black floor, glowing green lights in the ceiling and rows of LEDS on either wall

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.