Telset.id β Nvidia resmi membentuk komite aksi politik (PAC) karyawan yang terdaftar di Komisi Pemilihan Federal (FEC) pada Kamis lalu. Langkah ini menandai eskalasi strategi perusahaan chip AI terbesar di dunia untuk memperkuat pengaruhnya di Washington, seiring meningkatnya perhatian para pembuat kebijakan terhadap industri kecerdasan buatan.
PAC tersebut akan menerima kontribusi sukarela dari karyawan Nvidia yang memenuhi syarat, dengan batas maksimal USD 5.000 per tahun. Dana ini nantinya dapat disalurkan kepada kandidat federal dari kedua partai maupun komite partai yang memiliki posisi sejalan dengan kepentingan Nvidia, terutama dalam regulasi AI, kontrol ekspor, pendidikan, belanja infrastruktur, dan kebijakan tenaga kerja.
Keputusan Kongres dalam beberapa tahun ke depan disebut berpotensi membawa konsekuensi besar bagi industri AI dan penggunaan teknologi sehari-hari. Nvidia juga menyampaikan kepada karyawan bahwa para pembuat kebijakan semakin fokus pada industrinya, dan keputusan yang diambil di Washington berdampak langsung pada bisnis perusahaan serta kemampuan pelanggan untuk mendapatkan dan menggunakan teknologinya.
Ekspansi Operasi Politik Nvidia
Pembentukan PAC ini bukan satu-satunya langkah Nvidia dalam memperluas pengaruh politiknya. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California itu telah mengeluarkan lebih dari USD 2,5 juta untuk lobi federal tahun ini. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan laporan pengungkapan lobi yang dilihat Bloomberg.
Pada Juni lalu, Nvidia merekrut Bruce Andrews sebagai chief external affairs officer. Andrews sebelumnya memimpin urusan pemerintahan di Intel dan pernah menjabat sebagai wakil sekretaris di Departemen Perdagangan AS pada era pemerintahan Obama. Selain itu, Nvidia juga telah menggandeng lima firma lobi dan hubungan pemerintahan eksternal di Washington untuk mengadvokasi berbagai isu, termasuk kebijakan AI dan perdagangan.
Perusahaan juga menyumbang USD 1 juta ke Trump Vance Inaugural Committee pada Januari 2025. Total pengeluaran ini menunjukkan betapa seriusnya Nvidia dalam memastikan kepentingannya terwakili di pusat kekuasaan AS.
Alasan di Balik Pembentukan PAC
Keberadaan PAC diperlukan karena lobi dan kontribusi kampanye memiliki fungsi yang berbeda. Nvidia dapat menggunakan uang korporasi untuk melobi para pembuat undang-undang, tetapi perusahaan umumnya tidak dapat menggunakan dana treasury korporasi untuk berkontribusi langsung kepada kandidat federal. PAC yang disponsori perusahaan memiliki mekanisme hukum untuk mengumpulkan kontribusi sukarela dari karyawan dan menyalurkan dana tersebut kepada kandidat serta komite partai dari kedua partai.
Berbeda dengan kontribusi kampanye individu, donasi yang dilakukan PAC akan diungkapkan secara publik dan tunduk pada batas pengeluaran yang tidak meningkat seiring inflasi. Meski demikian, PAC korporasi menghadapi resistensi yang semakin besar dari para pembuat undang-undang. Lebih dari 270 kandidat House dan Senate telah berjanji menolak kontribusi PAC korporasi pada siklus pemilihan ini, angka tertinggi sejak End Citizens United mulai mempromosikan komitmen tersebut pada 2018.
Nvidia tidak sendirian dalam meningkatkan belanja pengaruh di Washington. Sebagian besar perusahaan teknologi besar, yang kini bergabung dengan raksasa AI, cenderung menghabiskan jutaan dolar untuk hubungan pemerintahan dan lobi. Namun, pembentukan PAC ini menyoroti ketergantungan Nvidia yang semakin besar terhadap kebijakan yang ditetapkan di Washington.
Baca Juga:
Konteks Industri AI yang Semakin Diatur
Langkah Nvidia ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap industri AI. Pemerintah AS terus menyesuaikan kebijakan kontrol ekspor chip, sementara perusahaan-perusahaan AI berlomba membangun infrastruktur komputasi yang masif. Nvidia sendiri telah menggelontorkan komitmen besar dalam program AI Compute Partnership yang diperkenalkan pada Juli lalu.
Dalam program tersebut, Nvidia memberikan komitmen take-or-pay untuk menyewa kapasitas fasilitas data center yang baru dibangun serta jaminan pendapatan minimum. Hingga 26 Juli 2026, Nvidia telah mengkomitmenkan USD 36 miliar dalam perjanjian yang umumnya berdurasi enam tahun. Model ini memungkinkan pendanaan data center AI menjadi lebih mudah karena sebagian aliran pendapatan proyek secara efektif didukung oleh Nvidia.
Colette Kress, chief financial officer Nvidia, menjelaskan bahwa perusahaan mendapat keuntungan ganda dari model ini. βDalam model ini, kami dibayar dua kali, sekali dari penjualan perangkat keras, dan lagi melalui pembagian pendapatan sewa, aliran yang sangat berulang yang dilapiskan di atas pembelian peralatan satu kali,β ujarnya dalam panggilan pendapatan perusahaan.
Implikasi bagi Industri dan Konsumen
Ekspansi pengaruh politik Nvidia mencerminkan realitas baru industri AI yang semakin terkait erat dengan kebijakan pemerintah. Keputusan yang diambil Kongres dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan arah regulasi AI, kebijakan ekspor, dan belanja infrastruktur yang berdampak langsung pada ketersediaan teknologi AI di pasar global.
Bagi pelaku industri, meningkatnya aktivitas politik Nvidia berarti kebijakan yang dihasilkan Washington akan semakin mempertimbangkan kepentingan perusahaan teknologi besar. Sementara bagi konsumen, hal ini berpotensi memengaruhi harga, ketersediaan, dan akses terhadap teknologi AI dalam jangka panjang.
Nvidia tampaknya memahami bahwa di pasar yang masih minim regulasi namun bernilai triliunan dolar, kehadiran di ranah politik bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Dengan PAC yang baru dibentuk, perusahaan menambah satu instrumen lagi dalam upayanya memastikan kepentingannya terwakili dalam setiap keputusan politik yang berdampak pada masa depan industri AI.





Komentar
Belum ada komentar.