šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi logo Windows 11 pada layar laptop yang menunjukkan pertumbuhan pangsa pasar sistem operasi

Windows 11 Tembus 71,5%, Windows 10 Terjepit Biaya ESU

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Windows 11 kuasai 71,5% instalasi Windows per September 2026 versi Statcounter
  • Biaya ESU Windows 10 naik dua kali lipat jadi $122 per perangkat di tahun kedua
  • Total biaya ESU tiga tahun capai $427 per perangkat atau $42.700 untuk 10 PC
  • Perangkat keras khusus dan perangkat lama jadi penghalang teknis upgrade
  • Mengacu Windows 7, Windows 10 diperkirakan bertahan hingga Oktober 2028

Telset.id – Pangsa pasar Windows 11 terus melesat dan kini menguasai 71,5% dari seluruh instalasi Windows per September 2026. Lonjakan ini terjadi setelah biaya Extended Security Updates (ESU) untuk Windows 10 melonjak, memaksa banyak organisasi meninggalkan sistem operasi lama tersebut.

Data terbaru dari Statcounter menunjukkan pertumbuhan Windows 11 yang sebelumnya relatif datar sepanjang tahun kini kembali menanjak. Peningkatan ini menyusul lonjakan adopsi yang sudah diperkirakan terjadi setelah berakhirnya dukungan resmi Windows 10 pada Oktober 2025. Namun, lonjakan kedua yang terjadi setahun setelah pemutusan dukungan itu bukan hal yang mengejutkan, karena banyak pengguna kini terhambat oleh harga program ESU Microsoft.

Sekilas, keputusan untuk bermigrasi ke Windows 11 tampak sebagai langkah logis. Namun, situasinya tidak sesederhana anggapan bahwa perusahaan enggan beralih. Dalam banyak kasus, perangkat keras khusus atau perangkat lama yang tidak lagi didukung menjadi penghalang teknis yang membuat upgrade ke Windows 11 tidak dapat dilakukan.

Biaya ESU Melonjak, Perusahaan Mulai Terjepit

Pada 2025, organisasi dapat membeli program ESU seharga $61 per perangkat. Tahun ini, harga tersebut berlipat ganda menjadi $122 per mesin. Harga akan kembali berlipat ganda pada tahun ketiga dan terakhir, sehingga total biaya ESU selama tiga tahun mencapai $427 per perangkat. Angka itu setara dengan $42.700 untuk armada kecil yang hanya terdiri dari 10 PC.

Jika pada tahun pertama perpanjangan ESU masih dianggap sebagai cara membeli waktu bagi perusahaan yang belum sempat beralih, kini biayanya menjadi terlalu mahal untuk dijustifikasi oleh banyak pihak agar tetap bertahan di Windows 10. Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian pengguna akhirnya memilih pindah ke Windows 11.

Windows 10 Logo on Laptop

Meski begitu, dalam jangka panjang, pangsa pasar Windows 10 kemungkinan tidak akan turun secara mendadak. Sebab, sebagian besar perangkat yang tersisa kemungkinan memiliki alasan kuat untuk tidak dipindahkan ke Windows 11. Hambatan teknis pada perangkat lama maupun perangkat keras khusus membuat migrasi tidak selalu bisa dilakukan begitu saja.

Pola serupa pernah terjadi sebelumnya. Windows 7 kehilangan dukungan pada 2020 ketika masih menguasai seperempat (24,9%) instalasi. Pada akhir tahun ketiga program ESU, pangsa Windows 7 tersisa 9,6%, lalu turun menjadi 3,7% hanya dua bulan setelahnya. Jika Windows 7 dijadikan acuan, Windows 10 diperkirakan akan bertahan di sejumlah besar perangkat setidaknya hingga Oktober 2028.

Dampak bagi Pengguna dan Organisasi

Kenaikan harga ESU menjadi faktor utama yang mendorong percepatan migrasi ke Windows 11. Bagi organisasi yang masih bergantung pada Windows 10, keputusan untuk tetap bertahan kini harus dihadapkan pada perhitungan biaya yang terus meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, pengguna yang perangkatnya tidak kompatibel dengan Windows 11 menghadapi pilihan sulit antara membayar ESU atau tetap menggunakan sistem operasi tanpa dukungan keamanan resmi.

Perkembangan pangsa pasar ini juga menunjukkan bahwa adopsi sistem operasi tidak selalu berjalan mulus mengikuti jadwal yang ditetapkan vendor. Faktor teknis dan ekonomi sama-sama berperan dalam menentukan seberapa cepat pengguna berpindah. Untuk memahami bagaimana perusahaan teknologi lain menghadapi tantangan serupa, simak ulasan Active Users Tembus 38% yang menggambarkan dinamika pertumbuhan pengguna di sektor lain.

Windows 11 on a laptop

Lonjakan Windows 11 menjadi 71,5% per September 2026 menegaskan bahwa kombinasi antara berakhirnya dukungan dan kenaikan biaya ESU menjadi pendorong utama perpindahan pengguna. Namun, keberadaan perangkat lama dan perangkat keras khusus tetap menjadi penentu mengapa sebagian pengguna belum bisa meninggalkan Windows 10 sepenuhnya.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan teknologi secara lebih luas, dinamika adopsi ini menjadi contoh bagaimana kebijakan dukungan dan harga dapat memengaruhi keputusan pengguna di tingkat organisasi maupun individu. Perkembangan serupa di sektor lain, seperti langkah Meta Muse Simpan Halaman, juga menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi terus menyesuaikan layanan mereka dengan kebutuhan pengguna.

[ META_DESCRIPTION]
Windows 11 kuasai 71,5% instalasi Windows per September 2026. Biaya ESU Windows 10 yang melonjak jadi pemicu utama perpindahan pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.