Telset.id – Dua pembeli di Jerman dilaporkan menjadi korban penipuan kartu grafis RTX 5090 palsu yang komponen intinya telah dicuri. Kartu grafis GeForce RTX 50-series besutan Nvidia yang dikenal dengan nama kode Blackwell memang masih menjadi incaran, tetapi kini juga menjadi target utama para penipu yang mencari mangsa pembeli yang tidak waspada. Meski modus penipuan kartu grafis kosong atau “phantom” sebenarnya bukan hal baru, frekuensi dan penyebarannya yang semakin meningkat patut menjadi perhatian serius.
Laporan terbaru dari Jerman mengungkap setidaknya dua pembeli yang tertipu oleh modus yang sama, dan keduanya diduga berasal dari penjual yang sama. Korban pertama membeli Palit GeForce RTX 5090 GameRock OC bekas dengan harga sekitar $2.090 atau setara 1.800 euro. Harga tersebut sebenarnya sudah mencurigakan karena kartu grafis baru seri tersebut dibanderol mulai dari sekitar $5.805 atau 4.999 euro di Jerman. Bahkan untuk unit bekas sekalipun, perbedaan harga yang sangat drastis ini merupakan indikasi awal adanya potensi penipuan.
Baca Juga:
Modus Penipuan Kartu Grafis Kosong
Istilah kartu grafis kosong atau phantom mungkin tidak familiar di telinga banyak orang. Istilah ini merujuk pada kartu grafis yang tidak lagi memiliki chip silikon dan memori di dalamnya. Para pelaku kejahatan melepas komponen-komponen tersebut lalu menjual kartu grafis yang sudah tidak berfungsi kepada korbannya. Secara logika, tidak ada cara bagi pembeli untuk mengetahui bahwa komponen tersebut sudah tidak ada kecuali dengan membongkar kartu grafisnya, sesuatu yang jarang dilakukan konsumen awam.
Modus penipuan serupa sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya, seperti penipuan modul memori palsu tanpa sirkuit terpadu atau SSD yang diisi dengan kartu microSD di dalamnya. Pola penipuan ini menunjukkan bahwa para pelaku terus mencari celah untuk mengelabui konsumen yang sedang mencari perangkat keras dengan harga menarik.

Laporan pertama yang diungkap oleh penggemar perangkat keras ternama, Roman “der8auer” Hartung, mengungkap seorang korban yang membeli Palit GeForce RTX 5090 GameRock OC bekas secara online. Menariknya, pembeli ini sempat meminta bertemu langsung dengan penjual secara tatap muka dengan harapan interaksi langsung dapat memastikan kartu grafis tersebut asli dan berfungsi. Namun sayangnya, pertemuan tatap muka tersebut tidak membuat perbedaan karena pembeli tidak membawa sistem untuk menguji kartu grafis di tempat. Pada akhirnya, pembeli hanya bisa mempercayai kata-kata penjual, dan hasilnya sangat buruk.
Dua Korban dengan Kerugian Besar
Laporan kedua datang dari anggota forum Hardwareluxx yang dikabarkan juga menjadi korban penipu yang sama. Korban ini akhirnya membayar hampir $2.613 atau sekitar 2.250 euro untuk kartu grafis phantom tersebut. Dalam kedua kasus ini, penipu menampilkan citra ramah dan memberikan dokumen yang tampak legal untuk meningkatkan kepercayaan pembeli.
Untuk korban pertama, penjual menunjukkan faktur pembelian dua kartu grafis dan mengaku menjual salah satunya karena tidak lagi membutuhkannya. Sementara dalam kasus kedua, penipu juga menyodorkan faktur untuk meyakinkan pembeli tentang keabsahan transaksi. Penggunaan faktur yang tampak realistis ini menjadi tren yang semakin berkembang di kalangan penipu.
Kejanggalan mulai terungkap ketika para korban memeriksa lebih detail. Pembeli pertama menemukan bahwa nomor seri yang tercetak pada kartu grafis tidak cocok dengan nomor seri yang tertera pada kemasan. Sementara pembeli kedua menemukan bahwa nomor seri pada faktur dan kemasan cocok, tetapi penipu sengaja menghapus nomor seri yang ada pada kartu grafisnya.
Motivasi Penipu di Tengah Kelangkaan GPU
Maraknya penipuan kartu grafis ini tidak lepas dari kondisi pasar yang masih sulit. Demam emas AI diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga harga kartu grafis diprediksi tidak akan membaik. Kondisi ini memberikan motivasi lebih bagi para penipu untuk memangsa keinginan pembeli mendapatkan kartu grafis dengan menawarkan harga yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Kedua insiden ini menjadi kisah peringatan bagi siapa pun yang ingin membeli kartu grafis, terutama dari sumber barang bekas. Pembeli perlu lebih waspada terhadap harga yang jauh di bawah harga pasar, karena bisa jadi itu adalah jebakan. Selain itu, penting untuk selalu memeriksa nomor seri pada kartu grafis, kemasan, dan dokumen pendukung lainnya sebelum melakukan transaksi.

Dalam konteks yang lebih luas, isu keamanan dan integritas komponen semikonduktor juga menjadi perhatian di berbagai negara. Beberapa negara mulai memperketat pengawasan terhadap bisnis semikonduktor asing, seperti yang dilakukan Taiwan terhadap perusahaan China. Bahkan kasus pencurian teknologi chip juga pernah terjadi, seperti penangkapan seorang peneliti semikonduktor asal Belgia-China.
Pelajaran Penting bagi Pembeli GPU
Kasus penipuan kartu grafis RTX 5090 ini memberikan beberapa pelajaran penting. Pertama, harga yang terlalu murah harus selalu dicurigai. Kedua, pertemuan tatap muka tidak menjamin keamanan transaksi jika pembeli tidak dapat menguji produk secara langsung. Ketiga, dokumen seperti faktur tidak selalu menjamin keaslian produk karena penipu kini semakin cerdik dalam memalsukan dokumen.
Bagi konsumen yang ingin membeli kartu grafis bekas, disarankan untuk membawa perangkat yang dapat digunakan untuk menguji kartu grafis secara langsung sebelum melakukan pembayaran. Alternatif lain adalah membeli dari penjual terpercaya atau platform yang menawarkan perlindungan pembeli. Dengan meningkatnya kasus penipuan seperti ini, kewaspadaan ekstra menjadi kunci untuk menghindari kerugian finansial yang signifikan.
Kasus penipuan kartu grafis kosong ini juga menjadi pengingat bahwa kejahatan di dunia teknologi terus berevolusi mengikuti tren pasar. Saat produk tertentu sedang diminati dan sulit didapat, para penipu akan memanfaatkan kelangkaan tersebut untuk melancarkan aksinya. Oleh karena itu, pembeli harus selalu melakukan riset dan verifikasi sebelum memutuskan untuk membeli produk dengan harga yang menggiurkan.





Komentar
Belum ada komentar.