πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi data center dengan rak server dan lampu menyala terang

Laporan Baru Sebut Data Center Inggris Hanya Ciptakan 10.400 Kerja

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Verdant memperkirakan data center Inggris hanya menciptakan 10.400 pekerjaan operasional permanen
  • techUK memproyeksikan 40.200 pekerjaan, selisih hingga 4-5 kali lipat
  • Data center yang sudah beroperasi disebut menopang 4.400 pekerjaan, bukan 24.300
  • Otomatisasi membuat kapasitas komputasi tumbuh tanpa kenaikan karyawan proporsional
  • Verdant menyerukan jeda pembangunan dan diskusi publik lebih luas

Telset.id – Laporan terbaru dari Verdant menilai data center di Inggris tidak akan menciptakan lapangan kerja sebanyak yang diproyeksikan banyak pihak. Estimasi Verdant menempatkan seluruh data center yang saat ini direncanakan di Inggris hanya akan menghasilkan 10.400 pekerjaan operasional permanen, jauh di bawah proyeksi 40.200 pekerjaan yang diajukan oleh techUK.

Perbedaan angka ini menjadi inti kritik Verdant terhadap estimasi yang beredar di industri. Selain proyeksi untuk fasilitas yang direncanakan, techUK juga mengklaim bahwa data center yang sudah beroperasi saat ini menopang 24.300 pekerjaan. Verdant membantah angka tersebut dan menyebut jumlah yang lebih realistis berada di kisaran 4.400 pekerjaan. Data center menjadi salah satu isu yang terus mengemuka seiring ekspansi infrastruktur komputasi besar-besaran, termasuk di kawasan seperti Texas.

Verdant mengkritik estimasi lain, termasuk milik techUK, karena menggunakan data lama yang didasarkan pada kampus data center berukuran lebih kecil. Seiring data center tumbuh dan semakin terotomatisasi, kebutuhan akan staf justru menurun. Artinya, penambahan kapasitas komputasi tidak lagi berkorelasi langsung dengan penambahan jumlah pekerja dalam proporsi yang tetap.

Data center dengan rak server dan banyak lampu menyala

Otomatisasi Tekan Kepadatan Tenaga Kerja

Dalam penjelasannya, Verdant menyatakan bahwa peningkatan otomatisasi membuat kapasitas komputasi dapat berkembang tanpa kenaikan jumlah karyawan secara proporsional. Karena itu, penambahan satu megawatt kapasitas komputasi tidak serta-merta berarti penambahan jumlah pekerja baru yang tetap. Estimasi kasar Verdant sebesar 1,2 pekerjaan per MW untuk pembangunan baru dinilai tidak sepenuhnya mewakili seluruh fasilitas.

Laporan tersebut juga memperkirakan kepadatan tenaga kerja akan terus menurun seiring fasilitas yang dibangun semakin besar. Verdant membandingkan data center secara kurang menguntungkan dengan pabrik baja, pabrik manufaktur kendaraan, rumah sakit, dan sekolah. Menurut laporan itu, sektor baja dan manufaktur kendaraan justru lebih mungkin menopang lapangan kerja dibandingkan data center.

Verdant juga menyoroti bahwa pertumbuhan megawatt tidak berkorelasi dengan pertumbuhan lapangan kerja. Temuan ini memperkuat argumen bahwa klaim penciptaan tenaga kerja dari pembangunan data center perlu ditinjau ulang. Isu serupa juga muncul dalam konteks pemanfaatan teknologi lain yang terus berkembang, seperti dikte AI yang semakin efisien dan mengurangi kebutuhan intervensi manual.

Verdant menegaskan bahwa beberapa angka yang beredar di industri kelebihan estimasi hingga 4-5 kali lipat. Kritik ini muncul di tengah gelombang investasi besar dari hyperscaler yang terus memperluas kapasitas mereka. Setiap kampus baru dan ekspansi yang diumumkan kerap menjanjikan ratusan hingga ribuan pekerjaan operasional, serta puluhan ribu peran terkait di sektor konstruksi.

AWS data center

Namun, menurut Verdant, janji-janji tersebut tidak sejalan dengan realitas operasional data center yang semakin otomatis. Fasilitas yang lebih besar justru membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja per unit kapasitas. Perdebatan soal dampak tenaga kerja ini menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai ekspansi infrastruktur digital, termasuk di lingkungan perusahaan teknologi besar seperti Meta.

Seruan Jeda Pembangunan Data Center

Dalam kesimpulan briefing-nya, Verdant menyatakan bahwa meskipun data center mungkin menawarkan manfaat lain, lapangan kerja tidak dapat dijadikan justifikasi utama untuk pembangunan cepat yang terus berlanjut. Perusahaan itu menyerukan jeda dalam pembangunan dan mendorong diskusi publik yang lebih luas mengenai dampak sebenarnya dari ekspansi data center.

Seruan ini muncul di tengah latar belakang investasi miliaran dolar dari hyperscaler untuk memperbesar kapasitas mereka. Setiap kampus baru dan ekspansi menjanjikan ratusan atau ribuan pekerjaan operasional dan puluhan ribu peran terkait di sektor konstruksi. Namun, temuan Verdant menunjukkan bahwa proyeksi tersebut perlu diverifikasi ulang dengan mempertimbangkan tren otomatisasi dan skala fasilitas yang terus berkembang.

Perdebatan mengenai dampak tenaga kerja data center ini menambah daftar panjang diskusi seputar ekspansi infrastruktur teknologi. Isu ini juga bersinggungan dengan dinamika industri yang lebih luas, termasuk perubahan kepemimpinan di perusahaan teknologi besar seperti yang terjadi pada Apple dan transformasi di sektor musik digital yang melibatkan Spotify.

Verdant menegaskan bahwa laporan mereka bertujuan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai dampak ketenagakerjaan dari pembangunan data center. Perusahaan itu menilai angka-angka yang digunakan industri saat ini tidak mencerminkan kondisi operasional data center modern yang semakin besar dan otomatis. Seruan untuk jeda pembangunan dan diskusi publik yang lebih luas menjadi poin utama dari briefing tersebut.

Dengan perbedaan estimasi yang mencapai 4-5 kali lipat antara Verdant dan techUK, isu ini menunjukkan adanya kebutuhan akan data yang lebih transparan mengenai dampak ketenagakerjaan data center. Perdebatan ini akan terus relevan seiring pertumbuhan kapasitas komputasi global yang didorong oleh kebutuhan AI dan layanan cloud.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.