📑 Daftar Isi

Logo Virgin Media O2 dengan latar biru dan merah sebagai identitas perusahaan telekomunikasi Inggris

Virgin Media O2 Pertimbangkan Hidupkan Lagi Virgin Mobile dan O2 Broadband

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Virgin Media O2 (VMO2) disebut mempertimbangkan menghidupkan kembali Virgin Mobile dan O2 Broadband
  • Langkah ini untuk menahan kehilangan pelanggan dan membangun dukungan investor di tengah persaingan pasar Inggris
  • Virgin Mobile hilang pada 2023 setelah merger Virgin Media dan O2, tiga juta pelanggannya dimigrasikan ke O2
  • VMO2 menunjuk Lyssa McGowan memimpin divisi konsumen dan dua mantan kolega Sky untuk merek O2 dan Virgin Media
  • ISPreview menemukan halaman O2 Broadband paket full fibre murah pada Juni 2026 yang kemudian dihapus
  • VMO2 belum memberikan komentar resmi atas laporan ini

Telset.id – Virgin Media O2 (VMO2) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali sejumlah merek yang sudah tidak aktif, termasuk Virgin Mobile dan O2 Broadband, sebagai upaya untuk membangkitkan kembali bisnisnya. Langkah ini muncul di tengah persaingan pasar Inggris yang semakin ketat dan upaya perusahaan menahan laju kehilangan pelanggan.

Laporan dari The Times menyebutkan bahwa langkah tersebut berpotensi membantu VMO2 merebut kembali pelanggan. Perusahaan juga disebut ingin menghentikan kerugian pelanggan yang terjadi belakangan ini serta membangun dukungan investor, di tengah kondisi harga obligasi yang menurun dan kebutuhan untuk memangkas biaya hingga jutaan.

Virgin Mobile sendiri merupakan salah satu merek paling diingat di pasar seluler Inggris. Merek ini menghilang dari peredaran pada 2023 setelah merger antara Virgin Media dan O2 dua tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari kesepakatan merger tersebut, tiga juta pelanggan Virgin Mobile dimigrasikan ke jaringan O2, satu tahun setelah MVNO miliknya dipindahkan dari jaringan Vodafone.

VMO2 dimiliki bersama oleh grup investasi asal Amerika Serikat, Liberty Global, dan Telefónica dari Spanyol. Perusahaan baru-baru ini menunjuk mantan bos Pets at Home, Lyssa McGowan, untuk memimpin divisi konsumennya yang tengah bermasalah. Menurut The Times, dalam beberapa pekan terakhir McGowan, yang sebelumnya menjabat sebagai chief consumer officer di Sky, telah menunjuk dua mantan koleganya untuk memimpin merek O2 dan Virgin Media secara terpisah.

VMO2 sendiri sudah memiliki merek GiffGaff yang menyasar langganan seluler berbiaya rendah. Karena itu, langkah menghadirkan kembali merek seluler lain berpotensi menimbulkan kekhawatiran persaingan, atau justru mengarah pada rebranding GiffGaff.

Menariknya, situs industri telekomunikasi ISPreview dilaporkan menemukan halaman baru O2 Broadband di situs web O2 pada Juni 2026 yang mengiklankan sejumlah paket full fibre berbiaya lebih murah. Setelah laporan tersebut diterbitkan, halaman itu dengan cepat dihapus. TechRadar Pro telah menghubungi Virgin Media O2 untuk meminta komentar terkait hal ini.

Virgin Media O2

Tekanan Kompetisi dan Sinyal Kebangkitan Merek Lama

Rencana menghidupkan kembali Virgin Mobile dan O2 Broadband tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar Inggris yang memanas. Laporan The Times menyebut persaingan di pasar Inggris semakin ketat, dan VMO2 berupaya merebut kembali pelanggan yang sempat hilang. Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tekanan dari sisi finansial, dengan laporan tentang harga obligasi yang menurun serta kebutuhan memangkas biaya hingga jutaan.

Dalam konteks inilah langkah penyegaran merek dinilai relevan. Pengamat industri melihat potensi kembalinya nama-nama lama seperti Virgin Mobile sebagai cara untuk menjangkau kembali basis pelanggan yang pernah loyal, sementara O2 Broadband dapat menjadi pintu masuk ke segmen layanan internet rumah berbiaya lebih terjangkau.

Sinyal lain datang dari penemuan ISPreview pada Juni 2026. Halaman O2 Broadband yang sempat muncul di situs O2 mengiklankan sejumlah paket full fibre dengan harga lebih murah, sebelum akhirnya dihapus tak lama setelah laporan diterbitkan. Kemunculan dan penghapusan cepat halaman tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa persiapan ke arah peluncuran ulang tengah berlangsung, meski VMO2 belum memberikan konfirmasi resmi.

Penunjukan Lyssa McGowan sebagai pemimpin divisi konsumen juga menjadi bagian dari upaya pembenahan. Mantan chief consumer officer Sky itu disebut telah menempatkan dua mantan koleganya untuk memimpin merek O2 dan Virgin Media secara terpisah. Struktur kepemimpinan yang baru ini dinilai penting untuk mengeksekusi strategi penyegaran merek yang tengah dipertimbangkan.

Dari sisi portofolio, VMO2 telah memiliki GiffGaff yang menyasar segmen seluler berbiaya rendah. Kehadiran kembali merek seluler lain di bawah payung VMO2 berpotensi menimbulkan kekhawatiran persaingan, atau justru membuka opsi rebranding GiffGaff. Keputusan akhir soal arah ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari perusahaan.

Google logo on a black background next to text reading 'Click to follow TechRadar'

Sejumlah pengamat industri telekomunikasi menilai bahwa langkah VMO2 mencerminkan tekanan nyata untuk merespons dinamika pasar. Upaya menghidupkan kembali merek lama bukan sekadar soal nostalgia, melainkan strategi untuk memperluas jangkauan segmen tanpa harus membangun merek baru dari nol. Bagi pelanggan, potensi kembalinya Virgin Mobile dan O2 Broadband dapat membuka lebih banyak pilihan paket, terutama di segmen full fibre yang menawarkan harga lebih murah.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Virgin Media O2 belum memberikan pernyataan resmi. TechRadar Pro telah menghubungi perusahaan untuk meminta komentar. Semua informasi dalam laporan ini merujuk pada pemberitaan The Times dan temuan ISPreview, tanpa tambahan konfirmasi dari pihak perusahaan.

Bagi pasar Inggris, rencana VMO2 ini menjadi salah satu sinyal bahwa persaingan di segmen seluler dan broadband tetap berlangsung ketat. Langkah penyegaran merek, penataan ulang kepemimpinan, dan kemungkinan peluncuran paket full fibre murah akan menjadi faktor yang menentukan arah bisnis VMO2 ke depan, seiring upaya perusahaan menahan kehilangan pelanggan dan memulihkan dukungan investor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.