📑 Daftar Isi

Lara Croft memegang pistol dalam Tomb Raider: Legacy of Atlantis

Tomb Raider: Legacy of Atlantis Dibangun Ulang Tanpa Kode Lama

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Crystal Dynamics pastikan tidak ada kode lama Tomb Raider 1996 untuk Legacy of Atlantis
  • Game dibangun ulang dari nol pakai Unreal Engine 5, disebut reimagining
  • Tim kembangkan implementasi fisika kustom, contoh kepang Lara Croft
  • Rilis 27 Februari 2027 di PS5, Xbox Series X/S, Switch 2, dan PC
  • Pernyataan disampaikan experience director Jeff Adams di Gamescom

Telset.id – Crystal Dynamics memastikan Tomb Raider: Legacy of Atlantis dibangun sepenuhnya dari nol karena tidak ada kode sumber dari game Tomb Raider 1996 yang tersisa. Experience director Jeff Adams menyatakan “no old code exists”, sehingga tim pengembang harus menciptakan ulang game klasik tersebut menggunakan Unreal Engine 5, bukan sekadar meremake versi aslinya.

Pernyataan itu disampaikan Jeff Adams dalam sesi Q&A di Gamescom, setelah presentasi eksklusif yang dihadiri TechRadar Gaming. Menurut Adams, pendekatan ini membuat Legacy of Atlantis masuk kategori reimagining, istilah yang sebelumnya ia gunakan untuk menyebut proyek tersebut. Proyek ini dikerjakan Crystal Dynamics bersama Flying Wild Hog.

Ketiadaan kode lama menjadi alasan utama mengapa Crystal Dynamics tidak menempuh jalur remake konvensional. Adams menegaskan timnya “basically taking it and remaking it, or not remaking, reimagining it. We are bringing it from the ground up.” Artinya, seluruh fondasi teknis game dibangun ulang, bukan dimodifikasi dari warisan kode 1996.

Keputusan ini menempatkan Legacy of Atlantis pada posisi berbeda dibanding proyek remake lain yang masih mempertahankan sebagian kode asli. Pendekatan dari nol memberi Crystal Dynamics kendali penuh atas arsitektur teknis, meski konsekuensinya seluruh sistem harus dirancang ulang tanpa titik awal berupa basis kode lama.

Unreal Engine 5 dan Teknologi Kustom

Adams menjelaskan Unreal Engine 5 berperan besar dalam proses pembangunan ulang tersebut. Menurutnya, “Unreal creates a really great sandbox platform for building a game”, tetapi ketika tim mengincar jenis pengalaman tertentu, mereka perlu menargetkan tingkat fidelity yang sesuai dengan standar yang mereka tetapkan sendiri.

Dari situ, Crystal Dynamics mengembangkan implementasi kustom untuk fisika di dalam engine. Adams menyebut timnya “have our own custom implementation for physics in the engine”, yang mencakup fitur rekayasa sendiri, fisika kustom, dan sejumlah peningkatan umum. Langkah ini yang membuat Legacy of Atlantis disebut sebagai reimagining modern yang sesungguhnya.

Teknologi Nanite dan Lumen di Unreal Engine 5, yang mendukung kemampuan grafis realistis, dimanfaatkan untuk membangun lingkungan game. Meski demikian, Adams mengakui ada kalanya tim merasa teknologi bawaan belum cukup. “There might be some things that we’re saying, ‘Hey, we wish it could do this a little bit better’,” ujarnya. Pada titik itu, para engineer Crystal Dynamics membuat solusi kustom untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

Tujuannya jelas: memastikan pengalaman Tomb Raider yang autentik tetap tersampaikan meski berjalan di Unreal. Salah satu contoh yang disebut Adams adalah kepang panjang Lara Croft yang bereaksi terhadap gerakan karakter. Menurutnya, rambut Lara adalah “a perfect example” dari teknologi kustom yang mereka kembangkan.

A hero shot of Lara Croft holding her guns in Tomb Raider: Legacy of Atlantis

Pendekatan teknis semacam ini menunjukkan bahwa membangun ulang sebuah judul klasik bukan sekadar soal visual. Crystal Dynamics harus menyelesaikan persoalan fisika, animasi, dan detail karakter satu per satu agar hasilnya konsisten dengan identitas Tomb Raider yang dikenal pemain.

Jadwal Rilis dan Platform

Tomb Raider: Legacy of Atlantis dijadwalkan meluncur pada 27 Februari 2027. Game ini akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series X dan Series S, Nintendo Switch 2, serta PC. Artinya, judul ini menyasar hampir seluruh platform konsol generasi terkini sekaligus PC pada hari peluncurannya.

Dengan jadwal rilis yang masih jauh, publikasi teknis seperti pernyataan Adams di Gamescom menjadi acuan utama soal arah pengembangan game. Informasi bahwa tidak ada kode lama yang tersisa menegaskan posisi Legacy of Atlantis sebagai proyek pembangunan ulang total, bukan porting atau remaster.

Bagi pemain yang mengikuti perkembangan game klasik, pernyataan Crystal Dynamics ini menjelaskan mengapa Legacy of Atlantis tampil sebagai sesuatu yang baru. Tidak ada warisan kode dari 1996 yang bisa dipakai, sehingga setiap elemen harus diciptakan kembali dengan alat dan standar produksi modern.

Perdebatan soal remake versus reimagining juga menjadi relevan di sini. Adams sendiri menyebut prosesnya sebagai “remaking it, or not remaking, reimagining it” — sebuah pengakuan bahwa batas antara keduanya tidak selalu jelas ketika kode sumber aslinya sudah tidak ada. Keputusan Crystal Dynamics untuk memakai Unreal Engine 5 dan membangun teknologi fisika sendiri menempatkan proyek ini di ranah reimagining.

Sebagai catatan, industri game belakangan ini juga diwarnai berbagai persoalan seputar kode dan keamanan perangkat lunak, mulai dari penipuan QR Code hingga kampanye palsu yang menyasar pengguna macOS lewat malware AMOS. Isu semacam ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kode dan distribusi perangkat lunak tetap jadi perhatian utama di sektor teknologi.

Untuk saat ini, informasi resmi soal Tomb Raider: Legacy of Atlantis yang tersedia adalah pernyataan Jeff Adams soal ketiadaan kode lama, penggunaan Unreal Engine 5, teknologi fisika kustom, contoh kepang Lara Croft, serta jadwal rilis 27 Februari 2027 di PlayStation 5, Xbox Series X dan Series S, Nintendo Switch 2, dan PC. Detail lain di luar itu belum diungkap Crystal Dynamics.

A screenshot of Lara Croft engaging with a water and gear puzzle in Tomb Raider: Legacy of Atlantis

Yang jelas, keputusan membangun game dari nol tanpa kode lama menunjukkan bahwa Legacy of Atlantis bukan proyek yang bisa diselesaikan dengan cara cepat. Crystal Dynamics memilih jalur yang menuntut investasi teknis besar, dan hasilnya baru akan terlihat saat game ini dirilis pada 27 Februari 2027.

[ META_DESCRIPTION ]
Crystal Dynamics bangun Tomb Raider: Legacy of Atlantis dari nol karena kode lama 1996 tak ada, pakai Unreal Engine 5 dan rilis 27 Februari 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.