Telset.id ā Kioxia tengah mengembangkan produk memori flash yang dirancang membantu pusat data mengurangi ketergantungan pada DRAM yang mahal, seiring beban kerja AI yang menuntut kapasitas memori semakin besar. Perusahaan memori asal Jepang itu berencana menggabungkan teknologi NAND yang lebih cepat dengan antarmuka baru untuk sistem AI yang membutuhkan volume data besar dan mudah diakses. Pendekatan ini mencakup SSD PCIe 6.0 dan teknologi ekspansi memori CXL, meski Kioxia tidak mengklaim produk-produk tersebut akan sepenuhnya menggantikan DRAM.
Langkah Kioxia menyasar persoalan yang makin menekan industri: kapasitas memori yang terbatas dan biaya DRAM yang terus naik. Perusahaan meyakini bahwa memindahkan sebagian beban kerja ke penyimpanan flash dapat meredakan kelangkaan kapasitas serta kenaikan harga yang saat ini membebani rantai pasok memori global. Alih-alih menghapus DRAM, strategi keseluruhan Kioxia berfokus pada melengkapi DRAM yang sudah ada dalam konfigurasi memori server AI.
XL1 Series dan Teknologi XL FLASH
Perkembangan paling menonjol dari Kioxia adalah XL1 Series, sebuah modul ekspansi memori yang kompatibel dengan CXL dan dibangun di atas teknologi XL FLASH untuk latensi lebih rendah. Modul ini dimaksudkan menggunakan antarmuka CXL dengan kecepatan akses memori yang dialirkan melalui tautan PCIe. CXL memungkinkan perangkat memori terhubung lebih dekat ke prosesor, sehingga menciptakan kapasitas tambahan tanpa mengharuskan setiap byte tetap berada di DRAM.
Kioxia menyatakan bahwa kombinasi NAND berkecepatan tinggi dengan modul pengendali CXL menurunkan latensi baca data menjadi kurang dari sepersepuluh dibandingkan produk NAND konvensional. Perusahaan memosisikan XL1 untuk mengisi ruang performa dan biaya di antara DRAM konvensional dan perangkat penyimpanan SSD biasa.
Kioxia menyebut bahwa mengganti sebagian DRAM dalam sebuah sistem dengan modul CXL dapat menggandakan kapasitas memori sekaligus meningkatkan performa hingga 30 persen. Pembedaan ini penting karena NAND flash secara inheren tetap lebih lambat daripada DRAM, sehingga penggantian menyeluruh akan menimbulkan penalti performa bagi aplikasi yang sensitif terhadap latensi. Unit evaluasi dijadwalkan dikirim ke mitra teknologi pada Agustus 2026, memberi calon pelanggan kesempatan menilai teknologi tersebut. Kioxia juga berencana membahas teknologi ini di FMS 2026 di Santa Clara, California, melalui presentasi, sesi teknis, dan demonstrasi langsung.

Baca Juga:
GP1 Series hingga NX1 Series
Selain XL1, Kioxia memamerkan GP1 Series PCIe 6.0 NVMe SSD yang dirancang untuk operasi input dan output sangat tinggi di lingkungan infrastruktur AI. Drive ini mendukung komunikasi langsung antara GPU dan penyimpanan, berpotensi mengurangi perpindahan data melalui jalur sistem konvensional selama beban kerja komputasi intensif. PCIe 6.0 bisa menarik perhatian tersendiri karena menawarkan bandwidth antarmuka yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya yang banyak digunakan pada SSD pusat data.
Perusahaan juga memamerkan CM10 Series enterprise SSD dan NX1 Series data center drive yang mendukung pendinginan cair. CM10 Series mengandalkan teknologi BiCS FLASH generasi kesepuluh dari Kioxia, sementara NX1 Series memakai desain E1.S dengan konektivitas PCIe 5.0. Produk-produk ini secara spesifik menyasar lingkungan pusat data, tempat peningkatan performa dan manajemen termal yang lebih baik kian menentukan keputusan arsitektur penyimpanan saat ini.

Langkah Kioxia ini berjalan seiring inovasi pada lapisan NAND itu sendiri. Perusahaan sebelumnya tercatat mengembangkan NAND QLC 332 lapis bersama Sandisk, yang disebut sebagai NAND terpadat di dunia. Teknologi densitas tinggi semacam itu menjadi fondasi bagi produk seperti XL1 yang menuntut kapasitas besar dengan latensi rendah.
Persaingan di segmen NAND untuk pusat data juga menghangat. YMTC dikabarkan menargetkan posisi sebagai produsen NAND terbesar dunia pada 2027, menandakan bahwa pasokan flash untuk beban kerja AI akan menjadi medan pertempuran utama di tahun-tahun mendatang.

Yang perlu digarisbawahi, Kioxia tidak memposisikan NAND sebagai pengganti total DRAM. Perusahaan tetap menekankan bahwa flash secara inheren lebih lambat, sehingga penggantian menyeluruh justru akan merugikan aplikasi yang sensitif latensi. Karena itu, XL1 diposisikan sebagai jembatan antara DRAM dan penyimpanan SSD biasa, bukan sebagai penerus DRAM. Strategi ini konsisten dengan pendekatan bertahap: menambah kapasitas memori di server AI tanpa harus menanggung kenaikan biaya DRAM yang setara.
Bagi pelaku industri, jadwal pengiriman unit evaluasi pada Agustus 2026 menjadi penanda kapan teknologi ini mulai diuji oleh mitra teknologi. Sementara itu, FMS 2026 di Santa Clara, California, akan menjadi ajang Kioxia memaparkan detail teknis dan demonstrasi langsung kepada calon pelanggan. Kedua momen itu akan menentukan seberapa cepat pendekatan berbasis CXL dan NAND berkecepatan tinggi ini diadopsi di lingkungan pusat data yang selama ini bergantung pada DRAM.





Komentar
Belum ada komentar.