Telset.id – Komite IO500 resmi memindahkan subsistem penyimpanan berbasis Sugon ParaStor F9000 dari daftar Production IO500 karena dinilai tidak memenuhi persyaratan reproducibility, sekaligus mengembalikan posisi puncak Aurora milik Intel di daftar Production. Keputusan ini mengubah peta peringkat penyimpanan HPC dunia, di mana sistem SCNet yang sebelumnya menggeser Aurora kini harus turun ke daftar Research IO500 meski catatan performanya tetap tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.
Pemindahan ini diumumkan langsung oleh Komite IO500 melalui pernyataan resmi yang dikutip dari temuan Glenn K. Lockwood. Dalam pernyataannya, komite menjelaskan bahwa setelah peninjauan lebih lanjut, submisi Sugon untuk ISC26 dipindahkan dari Production List ke Research List karena tidak memenuhi kriteria tingkat Reproducibility tertinggi. Alasan yang disebutkan adalah kurangnya detail arsitektur yang tersedia secara luas serta keterbatasan ketersediaan umum dari file system yang digunakan. Sebagai konsekuensinya, posisi nomor satu sebelumnya di daftar Production dan Production 10-Client, yaitu sistem DAOS milik Argonne, dipulihkan kembali.
IO500 sendiri merupakan versi penyimpanan dari daftar TOP500. Jika TOP500 memeringkat superkomputer berdasarkan performa komputasi, IO500 memeringkat sistem penyimpanan HPC berdasarkan performa I/O, baik dari sisi bandwidth keseluruhan maupun operasi I/O. Artinya, hasil pemeringkatan ini bukan soal seberapa cepat prosesor menghitung, melainkan seberapa cepat dan efisien data dapat dibaca dan ditulis dalam skala besar.
Catatan Performa SCNet yang Tetap Superior
Pada gelaran ISC 2026, SCNet mengajukan dua sistem yang berbasis perangkat lunak penyimpanan ParaStor, file system ParaStor, dan sistem penyimpanan all-flash F9000. Sistem yang lebih besar, SCNet AICS-A, menjalankan benchmark IO500 dari 500 node klien dengan 64.000 prosesor klien. Sistem ini mencatatkan skor IO500 sebesar 79.110,05 dengan bandwidth 26.888,39 GiB/s dan performa metadata 232.754,76 kIOPS.
Sementara itu, sistem yang lebih kecil, AICS-B, merupakan submisi 10 klien dengan 2.560 prosesor klien. Sistem ini mencetak skor 7.839,30 dengan bandwidth 2.551,40 GiB/s dan 24.086,69 kIOPS. Kedua submisi tersebut secara eksplisit mengidentifikasi Sugon sebagai vendor penyimpanan dan ParaStor sebagai file system yang digunakan.
Hasil tersebut secara substansial melampaui Aurora milik Argonne National Laboratory, yang menjalankan subsistem penyimpanan kustom dengan modul Intel Optane Persistent Memory, SSD, dan file system DAOS. Hasil Aurora pada daftar Production mencatatkan skor 32.165,90 dengan bandwidth 10.066,09 GiB/s dan 102.785,41 kIOPS. Dengan angka tersebut, skor keseluruhan AICS-A sekitar 2,46 kali lebih tinggi dibanding Aurora. Di kategori 10 klien, skor 7.839,30 milik AICS-B sekitar 2,72 kali lebih cepat dari Aurora yang mencatatkan skor 2.885,57. Karena itu, ketika awalnya diterima masuk ke daftar Production, kedua submisi SCNet sempat menggeser Aurora dari posisi teratas, baik di peringkat utama Production maupun Production 10-Client.

Meski begitu, keunggulan angka tidak serta-merta menjamin posisi di daftar Production. Seperti halnya daftar Top 500, yang 20 besar umumnya diisi superkomputer satu-off, IO500 menerima subsistem penyimpanan yang sepenuhnya dibuat khusus berbasis perangkat keras eksotis dan file system paralel kustom. Namun, IO500 mewajibkan submisi daftar Production memenuhi standar reproducibility tertinggi. Artinya, arsitektur sistem harus terdokumentasi dengan memadai dan file system yang mendasarinya harus tersedia secara umum, sehingga hasilnya dapat dipahami dan direproduksi secara independen.
Sebagai perbandingan, meski sulit membayangkan ada pihak yang mencoba mereproduksi subsistem penyimpanan Aurora berkapasitas 230PB di garasi atau pusat data sendiri, arsitektur dan perangkat lunaknya tetap dapat diperiksa dan direproduksi secara independen dalam skala lebih kecil. Hal ini karena DAOS bersifat open source, dapat diunduh, terdokumentasi secara ekstensif, serta memiliki detail arsitektur, implementasi, dan kebutuhan perangkat keras maupun perangkat lunak yang tersedia untuk publik.
Baca Juga:
Sebaliknya, ParaStor milik Sugon bersifat proprietary dan jauh kurang transparan. IO500 menyatakan bahwa submisi F9000 tidak memiliki detail arsitektur yang tersedia secara luas, dan file system tersebut memiliki ketersediaan umum yang terbatas. Kondisi ini dinilai mencegah pemeriksaan dan reproduksi independen yang cukup untuk memenuhi standar reproducibility daftar Production. Hal serupa juga berlaku untuk arsitektur OceanFS dan SuperFS milik Huawei, serta arsitektur proprietary lain yang dikembangkan di China, yang semuanya masuk dalam daftar Research.
Sebagai gambaran, daftar Research IO500 saat ini dipimpin oleh sistem CloudBrain milik Pengcheng Laboratory dengan penyimpanan Huawei OceanStor A800 dan file system OceanFS. Sistem tersebut mencatatkan skor IO500 sebesar 603.334,56 dengan throughput sekuensial 8.291,11 GiB/s dan performa acak 43.903.983,64 KIOPS. Temuan yang dinilai agak janggal adalah meski submisi CloudBrain dan CloudBrain-II milik Pengcheng Laboratory secara jelas ditandai sebagai ‘proprietary’ pada kolom reproducibility di daftar Research IO500, submisi SCNet-A justru membawa label ‘fully reproducible’.
Standar Reproducibility dan Implikasinya bagi Ekosistem HPC
Keputusan komite IO500 menyoroti satu hal mendasar dalam pemeringkatan penyimpanan HPC: performa mentah bukan satu-satunya faktor penentu. Reproducibility menjadi syarat utama bagi sistem yang ingin bertahan di daftar Production. Sistem dengan arsitektur tertutup dan ketersediaan terbatas tetap dapat mencatatkan angka impresif, tetapi harus puas berada di daftar Research.
Bagi ekosistem HPC global, pemisahan ini memberi sinyal bahwa transparansi arsitektur dan keterbukaan file system menjadi bagian dari kredibilitas hasil benchmark. Sistem yang dapat diperiksa dan direproduksi secara independen memiliki posisi berbeda dibanding sistem yang hanya menonjolkan angka performa tanpa keterbukaan teknis yang memadai. Dalam konteks ini, keputusan terhadap Sugon ParaStor F9000 dan pemulihan posisi Aurora di daftar Production mencerminkan bagaimana IO500 menjaga standar tersebut.
Bagi para pengguna dan pelaku industri yang mengikuti perkembangan teknologi, dinamika ini menunjukkan bahwa klaim performa penyimpanan perlu dibaca bersama konteks keterbukaan sistemnya. Tren serupa juga terlihat di sektor lain, misalnya bagaimana risiko adopsi AI di lingkungan kerja menuntut kejelasan tata kelola, atau bagaimana ekspansi infrastruktur AI berskala besar menuntut fondasi penyimpanan dan komputasi yang dapat diverifikasi. Perkembangan di daftar IO500 menjadi cermin bahwa dalam kompetisi teknologi, kredibilitas teknis sama pentingnya dengan angka di atas kertas.
[ META_DESCRIPTION]
Komite IO500 memindahkan Sugon ParaStor F9000 dari daftar Production karena gagal reproducibility, dan mengembalikan Aurora Intel ke posisi puncak.





Komentar
Belum ada komentar.