📑 Daftar Isi

Ilustrasi kebocoran data Sony Network Communications yang berdampak pada 2,5 juta pelanggan ISP So-net

Sony Network Communications Bocor, Data 2,5 Juta Pelanggan ISP Terancam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sony Network Communications konfirmasi kebocoran data berdampak pada sekitar 2,5 juta pelanggan dan mantan pengguna So-net
  • Data terekspos meliputi nomor telepon, email, ID pengguna, tanggal lahir, hingga kata sandi email sebagian pelanggan
  • Insiden terjadi 19 Oktober 2026 dan terdeteksi 23 Oktober 2026, server terdampak langsung dimatikan
  • Kebocoran merembet ke NTT Docomo melalui lebih dari 440.000 catatan dari plala (S Course)
  • 16 catatan data perbankan terekspos, namun PIN rekening tidak terdampak
  • Perusahaan telah melapor ke otoritas Jepang dan mengimbau pelanggan waspada phishing

Telset.id – Sony Network Communications, unit bisnis penyedia layanan internet (ISP) raksasa teknologi Jepang Sony, mengonfirmasi insiden kebocoran data yang berdampak pada sekitar 2,5 juta pelanggan dan mantan pengguna. Data sensitif yang terekspos mencakup nomor telepon, alamat email, dan pada sebagian kasus, kata sandi email pelanggan layanan So-net. Kebocoran data ini menjadi peringatan serius bagi pengguna layanan digital di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tentang pentingnya kewaspadaan terhadap data pribadi.

Perusahaan mengungkapkan insiden tersebut melalui surat permintaan maaf dan pemberitahuan resmi. Dalam pernyataannya, Sony Network Communications menyebut pelaku ancaman berhasil mengakses So-net, merek layanan ISP konsumen perusahaan. Identitas penyerang tidak diungkap, begitu pula metode yang mereka gunakan untuk membobol sistem. Insiden ini sendiri terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026, dan baru terdeteksi empat hari kemudian, tepatnya pada 23 Oktober 2026.

Langkah mitigasi langsung diambil perusahaan begitu insiden terkonfirmasi. “Segera setelah mengonfirmasi insiden, kami mematikan server yang terdampak dan memblokir komunikasi dari sumber akses tidak sah,” demikian bunyi surat yang diterjemahkan secara mesin tersebut. Sehari berselang, investigasi menentukan bahwa penyerang mengeksfiltrasi total 2.141.986 catatan sensitif milik anggota aktif maupun mantan anggota.

Ilustrasi tangan menyentuh ponsel dengan ikon peringatan keamanan siber dan kode di layar komputer

Rincian Data yang Terekspos dan Dampak ke NTT Docomo

Dari total catatan yang bocor, sekitar 1,8 juta di antaranya milik anggota aktif. Data yang terekspos mencakup nama, nomor telepon, alamat email, ID pengguna, tanggal lahir, jenis kelamin, dan ID koneksi internet. Sony menegaskan bahwa kata sandi tidak ikut bocor dalam kelompok data ini. Meski demikian, kombinasi data pribadi tersebut tetap berisiko tinggi jika disalahgunakan untuk penipuan atau phishing.

Kebocoran juga merembet ke lebih dari 440.000 catatan yang diambil dari plala (S Course). Bagian ini turut berdampak pada NTT Docomo, penyedia layanan internet terpisah yang menggunakan infrastruktur dasar Sony Network Communications sebagai bagian dari layanannya. NTT Docomo pun menerbitkan pernyataan terpisah untuk memberi tahu pelanggannya dan mengimbau kewaspadaan terhadap email serta komunikasi masuk.

“Ada risiko komunikasi mencurigakan dari pihak yang menyalahgunakan informasi yang berpotensi bocor di masa depan,” demikian bunyi pemberitahuan NTT Docomo yang diterjemahkan secara mesin. Perusahaan mengimbau pelanggan untuk tidak merespons email, SMS, atau panggilan telepon mencurigakan, tidak membuka tautan di dalam isi pesan, dan tidak membuka file lampiran. NTT Docomo menambahkan bahwa insiden ini berdampak pada seluruh klien layanan Hikari, serta mereka yang membatalkan layanan mulai Mei 2026 dan seterusnya.

Selain data pelanggan umum, sebagian anggota So-net juga kehilangan alamat email dan kata sandi email mereka. Serangkaian data terpisah yang terdampak meliputi layanan Email Service (G), A-Box (layanan kotak surat tambahan), So-net VAIO Mail, dan PostPet Mail Account Service. Perusahaan melaporkan 24.655 alamat terdampak untuk Email Service (G), 17.672 untuk A-Box, 7.005 untuk So-net VAIO Mail, dan 5.069 untuk PostPet Mail Account Service.

Kebocoran ini berdampak pada pelanggan So-net saat ini maupun mereka yang membatalkan langganan pada Maret 2026 atau setelahnya. Pelanggan yang membatalkan hingga akhir Februari tidak terdampak, menurut pengumuman resmi perusahaan. Sebagai perbandingan skala insiden di sektor telekomunikasi, insiden serupa juga sempat menimpa penyedia layanan lain, seperti yang tergambar dalam laporan Starlink Disadap Iklan yang menyoroti kerentanan data pengguna global.

Data Perbankan Turut Bocor dan Langkah Respons Perusahaan

Sejumlah kecil pelanggan juga mengalami kebocoran data perbankan. “Kami mengonfirmasi kebocoran 16 catatan yang berisi informasi rekening bank, termasuk nama lembaga keuangan, kode bank, nama cabang, kode cabang, jenis rekening simpanan, nomor rekening, dan nama pemilik rekening,” ujar perusahaan. Sony Network Communications menegaskan bahwa pihaknya tidak menyimpan PIN rekening bank, sehingga PIN tidak mungkin ikut terekspos dalam insiden ini.

Ilustrasi kebocoran data dengan elemen digital dan ikon peringatan

“Kami akan menghubungi pelanggan yang terdampak secara individual untuk menyampaikan permintaan maaf,” demikian bunyi pemberitahuan tersebut. Perusahaan juga menyatakan telah memberi tahu Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang serta organisasi pemerintah dan penegak hukum terkait, dan saat ini masih menyelidiki serangan tersebut. Hingga kini, belum ada kelompok peretas yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, dan data tersebut belum muncul di mana pun di dark web. Belum ada pula informasi yang menyebut insiden ini sebagai upaya pemerasan.

Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah raksasa internet Jepang GMO Group mengimbau pelanggannya untuk memindai komputer dari virus, mencadangkan seluruh data, memutus perangkat dari internet, lalu mematikannya. Pola serangan terhadap infrastruktur digital ini sejalan dengan berbagai insiden kebocoran data lain yang menimpa perusahaan teknologi global, termasuk kasus yang dibahas dalam laporan Starlink Disusupi Iklan.

Bagi pelanggan yang mungkin terdampak, kewaspadaan menjadi kunci. Imbauan NTT Docomo untuk tidak merespons komunikasi mencurigakan, tidak membuka tautan, dan tidak membuka lampiran menjadi langkah pencegahan dasar yang relevan. Kebocoran data pribadi kerap menjadi pintu masuk bagi upaya phishing dan penipuan yang menyasar korban secara langsung.

Kasus Sony Network Communications menambah daftar panjang insiden keamanan siber yang menyasar penyedia layanan internet dan infrastruktur digital. Perusahaan yang menyimpan data dalam jumlah besar menjadi target bernilai tinggi bagi pelaku ancaman. Investigasi yang masih berjalan akan menentukan sejauh mana dampak insiden ini dan bagaimana langkah penguatan keamanan yang akan diambil Sony Network Communications ke depan.

[ META_DESCRIPTION]
Sony Network Communications alami kebocoran data yang berdampak pada 2,5 juta pelanggan ISP So-net. Nomor telepon hingga kata sandi email terekspos.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.