πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kelangkaan dan kenaikan harga PCB akibat permintaan AI data center

Harga PCB Naik, AI Data Center Rebut Kapasitas Produksi PC 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Harga PCB naik dan pasokan menipis akibat permintaan AI data center
  • Produsen PC AS kesulitan mengamankan pasokan PCB untuk rencana produk
  • Waktu tunggu pesanan PCB capai 30 bulan, pesanan baru baru terpenuhi akhir 2028
  • Biaya CCL melonjak 12 kali sejak Juli, buku pesanan pemasok terisi hingga 2030
  • Nvidia bermitra dengan Ibiden, Samsung Electro-Mechanics, dan Unimicron
  • Gaji staf engineering PCB naik 20-30% demi mempertahankan karyawan terampil

Telset.id – Kelangkaan dan kenaikan harga PCB (printed circuit board) diprediksi menghantam industri PC dan gadget dalam beberapa bulan ke depan. Laporan Nikkei Asia yang mengutip sejumlah manajer industri PC dan PCB menyebut permintaan komputasi AI yang menyerap kapasitas produksi sebagai pemicu utama, menyusul lonjakan serupa yang sudah lebih dulu terjadi pada RAM, GPU, dan SSD sepanjang 2026.

Seorang eksekutif dari produsen PC asal Amerika Serikat, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan kepada Nikkei bahwa pihaknya kesulitan mendapatkan pasokan PCB dalam jumlah cukup. β€œMeskipun pengiriman PC bisa kembali menurun tahun depan, kami tetap berjuang mengamankan pasokan PCB yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya seperti dikutip dari laporan tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada upaya mengamankan stok untuk merencanakan produk pada tahun mendatang. Beberapa narasumber menunjuk permintaan komputasi AI sebagai penyebab produksi PCB tersedot ke sektor lain, sementara kebutuhan PCB tradisional justru semakin kurang terlayani karena produk AI menawarkan harga yang lebih tinggi.

Waktu Tunggu Pesanan PCB Capai 30 Bulan

Dampak kelangkaan ini terlihat dari melonjaknya waktu tunggu pesanan. Seorang produsen PCB yang berbicara kepada Nikkei menyebut sejumlah besar produk kini memiliki lead time yang berlipat dua. Beberapa pesanan PCB bahkan membutuhkan waktu hingga 30 bulan untuk dipenuhi.

Perusahaan pemasok PCB lain menjelaskan bahwa pesanan baru yang masuk hari ini tidak akan terpenuhi hingga akhir 2028. Kondisi ini membuat para pembuat PCB berencana melakukan investasi dan ekspansi kapasitas, tetapi mereka juga harus mengamankan sejumlah material hulu.

Material tersebut mencakup copper clad laminates (CCLs) dan fiberglass khusus yang digunakan untuk konstruksi PCB. Seorang pembuat PC asal Taiwan mencatat bahwa biaya CCL telah melonjak setidaknya 12 kali sejak Juli. Salah satu pemasok CCL terkemuka di dunia bahkan mengaku memiliki buku pesanan yang terisi hingga 2030, meski sudah berencana melipatgandakan kapasitas tiga kali lipat pada 2028.

PCB

Nvidia Jalin Kemitraan dengan Produsen Chip Substrate

Dalam perkembangan yang berkaitan erat, Nikkei mengamati bahwa Nvidia baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan sejumlah produsen chip substrate utama. Chip substrate pada dasarnya adalah PCB kecil dan rumit tempat CPU dan GPU dipasang.

Ibiden dari Jepang, Samsung Electro-Mechanics dari Korea Selatan, dan Unimicron dari Taiwan semuanya memiliki perjanjian baru dengan Nvidia. Unimicron disebut tengah mempertimbangkan perluasan kapasitas hingga 2,5 kali lipat dalam tiga tahun ke depan.

PCB selama ini dipandang sebagai bagian rantai pasok berteknologi lebih rendah yang kurang diperhitungkan, sebagian karena nilainya yang kecil dalam bill of materials (BoM). Pandangan itu kini berpotensi berubah. Perusahaan-perusahaan berlomba meningkatkan produksi PCB dan chip substrate canggih untuk memenuhi permintaan sekaligus mendongkrak pendapatan.

Nvidia

Laporan sumber juga mencatat meningkatnya kesulitan mendapatkan staf engineering yang dibutuhkan di fasilitas produksi baru. Gaji di seluruh industri PCB telah naik 20% hingga 30% untuk mempertahankan karyawan terampil. Situasi ini menambah tekanan di tengah persaingan memperebutkan kapasitas produksi yang sudah ketat.

Bagi pengguna, tekanan pada rantai pasok PCB menambah daftar komponen yang harganya tertekan akibat permintaan AI, setelah RAM, GPU, dan SSD. Perkembangan situasi pasokan ini layak dicermati, terutama bagi mereka yang merencanakan pembelian perangkat dalam waktu dekat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.