Telset.id – Salesforce UK&I menegaskan komitmennya untuk terus memperluas rekrutmen dan program upskilling tenaga kerja di Inggris, termasuk berencana menggandakan ukuran tim forward-deployed engineer dalam enam bulan ke depan. Langkah ini diambil di tengah perubahan lanskap politik Inggris, namun perusahaan menyatakan tidak akan mengubah arah investasinya pada pengembangan keterampilan sumber daya manusia.
CEO Salesforce UK&I, Zahra Bahrololoumi, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah media roundtable yang dihadiri TechRadar Pro. Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaannya terhadap pelatihan keterampilan masyarakat tidak bergantung pada perubahan pemerintahan.
“Terlepas dari pemerintah mana pun, kami berkomitmen, dan sangat aktif dalam peningkatan keterampilan masyarakat,” ujar Bahrololoumi. “Kami tidak berhenti, kami tetap setia pada misi kami, dan kami tetap aktif serta setia kepada pelanggan kami, terlepas dari pemerintah.”
Bahrololoumi dikenal sebagai salah satu suara kunci dalam mempromosikan pelatihan keterampilan di Inggris, menggunakan pengaruh dan skala perusahaannya di seluruh negeri untuk mendorong sejumlah inisiatif penting. Pada Juni 2026, ia memaparkan visi Salesforce yang disebutnya “sangat berani” untuk Inggris, yang mencakup komitmen investasi senilai $6 miliar ke negara tersebut hingga 2030, serta perannya dalam mendukung target pemerintah Inggris untuk melatih 10 juta pekerja Inggris pada 2030.

Selain Bahrololoumi, Paul O’Sullivan, SVP Solution Engineering sekaligus Salesforce UKI CTO, juga memaparkan bagaimana program Trailblazer Salesforce di masa depan berperan dalam “menutup kesenjangan literasi AI”. O’Sullivan menyebut Salesforce sedang mengalami “lonjakan perekrutan”, termasuk menggandakan ukuran tim forward-deployed engineer di Inggris.
“Kami tidak hanya berupaya menarik talenta terbaik untuk bergabung dengan Salesforce, kami juga berinvestasi besar dalam skema magang, menggandakan peluang bagi lulusan baru, dan menargetkan menggandakan ukuran tim dalam enam bulan ke depan,” ujarnya. “Ini adalah kesempatan kami untuk menginvestasikan kembali pada generasi berikutnya.”
Baca Juga:
Dorong Repatriasi Pekerjaan ke Inggris
Ke depan, Bahrololoumi ingin mempromosikan peran Inggris dalam masa depan yang didukung AI dan augmented. Ia menilai bahwa meskipun Inggris merupakan “pasar yang berdaya”, masih ada potensi untuk pertumbuhan lebih lanjut.
“Kami membutuhkan lebih banyak talenta,” tambahnya. “Saya sangat percaya diri, dan kami memiliki bukti serta poin pembuktian bahwa teknologi ini dan platform kami dapat bekerja serta mengotomatiskan pekerjaan, mengaugmentasi pekerjaan, dan memperluas kapasitas manusia dalam sebuah organisasi secara efektif.”
Namun, ia menginginkan lebih banyak pekerjaan yang direpatriasi dari lokasi offshore dan lokasi berbiaya rendah, serta pekerjaan yang diciptakan kembali di Inggris. Ia berharap ada dorongan yang lebih kuat terkait otomatisasi dan repatriasi.
Bahrololoumi memberikan contoh ketika ada 300 pekerjaan di lokasi berbiaya rendah di luar Inggris. “Mengapa saya tidak bisa menciptakan seratus pekerjaan di Inggris dan tetap melakukan kapasitas senilai 300 lebih?” ujarnya.
“Itu adalah sesuatu yang benar-benar kami fokuskan, karena kami memiliki kemampuan untuk melakukannya sekarang… tetapi saya pikir kami memiliki kesempatan sekarang untuk menciptakan pekerjaan di Inggris,” tutupnya. “Kami sedang dalam sebuah misi.”

Pernyataan ini mempertegas arah strategi Salesforce UK&I yang menempatkan pengembangan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja lokal sebagai bagian dari misi perusahaannya. Dengan target menggandakan tim forward-deployed engineer dalam enam bulan, perusahaan menunjukkan bahwa investasi pada sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari dinamika politik yang terjadi.
Fokus pada repatriasi pekerjaan juga menyiratkan bahwa otomatisasi dipandang sebagai peluang untuk menciptakan kapasitas baru di dalam negeri, bukan sekadar menggantikan tenaga kerja. Bagi pasar Inggris, arah ini berpotensi memperkuat ekosistem talenta digital yang dibutuhkan untuk mendukung adopsi AI di berbagai sektor. Perkembangan sektor teknologi dan kebijakan terkait dapat dipantau melalui informasi seputar sistem untuk tangkal panggilan spam yang juga menyoroti pentingnya regulasi di ruang digital.





Komentar
Belum ada komentar.