📑 Daftar Isi

Ilustrasi kabel fiber optik 24-core untuk transfer data berkecepatan tinggi

Rekor Transfer Fiber Optik 3,2 Pb/s Dunia Diklaim Tim China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tim China klaim rekor transfer fiber optik 3,2 Pb/s via kabel 24-core
  • Melampaui rekor 2,5 Pb/s dengan peningkatan hampir 30% dalam setahun
  • Setara 3,2 juta rumah tangga menikmati broadband gigabit bersamaan
  • Pakai spatial division multiplexing dan transmisi multi-band S+C+L
  • Arsitektur perangkat keras sesuai standar komersial, berpotensi diterapkan

Telset.id – Tim peneliti dari China mengklaim rekor dunia baru untuk kecepatan transfer data real-time melalui kabel fiber optik 24-core. Kolaborasi antara National Key Laboratory of Optical Communication Technology and Network of China Information and Communication Technologies Group, Pengcheng Laboratory, dan Fiberhome Fujikura Fiber Optic Technology Co., Ltd. berhasil menembus kecepatan 3,2 Pb/s, cukup untuk mengunduh lebih dari 20.000 film 4K dalam satu detik.

Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 2,5 Pb/s yang dicetak oleh tim yang sama pada awal tahun ini. Artinya, terjadi peningkatan performa hampir 30 persen dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Rekor transfer optik 3,2 Pb/s ini menjadi sinyal bahwa kapasitas jaringan fiber optik komersial masih punya ruang tumbuh yang besar.

Menurut sumber dari situs resmi pemerintah Provinsi Hubei, kecepatan tersebut setara dengan 3,2 juta rumah tangga yang menikmati broadband gigabit secara bersamaan. Dengan kata lain, kecepatan ini sekitar 3,2 juta kali lebih cepat dibanding koneksi internet gigabit pada umumnya.

China Information and Communication Technologies Group

Detail Teknis di Balik Rekor 3,2 Pb/s

Dalam pengujian teknis, capaian 3,2 Pb/s membuktikan keberhasilan teknologi spatial division multiplexing dan transmisi multi-band S+C+L yang digunakan tim peneliti. Tantangan utama yang dihadapi mencakup interferensi crosstalk serta kebutuhan menangani spesifikasi berbeda dari masing-masing band transmisi S+C+L.

Yang membedakan rekor ini dari eksperimen laboratorium murni adalah penggunaan arsitektur perangkat keras yang sesuai standar komersial secara real-time. Artinya, hasil ini berpotensi praktis dan dapat diterapkan di dunia nyata dalam waktu dekat, asalkan ada kemauan dan upaya yang memadai.

Sebagai perbandingan, tonggak transmisi fiber optik akademik murni di laboratorium pernah mencapai kecepatan hingga 5,29 Pb/s pada fiber telekomunikasi 24-core serupa. Namun, hasil laboratorium yang mengesankan tersebut sering bergantung pada pemrosesan sinyal canggih atau peralatan laboratorium eksperimental.

Perkembangan kecepatan transmisi data seperti ini berjalan seiring dengan upaya standardisasi internasional di bidang pengukuran waktu, termasuk percepatan penghapusan leap second yang tengah dibahas lembaga metrologi dunia.

Mengapa Kecepatan Transfer Data Semakin Krusial

Rekor 3,2 Pb/s ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur data berkapasitas besar. Dalam konteks industri, kemampuan mentransmisikan data dalam volume masif secara real-time menjadi fondasi bagi layanan yang menuntut latensi rendah dan bandwidth tinggi.

Pengujian yang dilakukan tim China ini menggunakan kabel fiber optik 24-core, bukan kabel serat tunggal. Pendekatan multi-core memungkinkan pengiriman data melalui banyak jalur sekaligus dalam satu kabel, sehingga total throughput bisa ditingkatkan tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur dasar.

undersea cable cross section

Kecepatan transfer yang diklaim ini juga relevan dengan diskusi seputar tata kelola perangkat dan data di tingkat konsumen. Wacana kebijakan seperti balik nama HP bekas menunjukkan bahwa ekosistem digital terus berkembang, dan kebutuhan akan jaringan berkapasitas besar akan mengikuti.

Selain itu, perdebatan soal identitas digital di platform media sosial, seperti larangan second account yang diwacanakan DPR, menjadi pengingat bahwa volume data yang mengalir di jaringan terus bertambah dari berbagai layanan.

Bagi pengguna yang ingin memahami tren alternatif pengelolaan akun, uji coba fitur Flipside di Instagram juga menunjukkan bagaimana platform beradaptasi dengan perilaku digital yang semakin kompleks.

Di sisi lain, pengujian transmisi optik seperti ini menjadi penting karena infrastruktur jaringan menjadi tulang punggung seluruh layanan digital, mulai dari streaming, komputasi awan, hingga komunikasi antarperangkat. Ketika kapasitas backbone meningkat, layanan di lapisan atas bisa beroperasi dengan lebih leluasa.

Nvidia Quantum-X800 Q3450 InfiniBand Switch featuring Co-Packaged Optics

Keberhasilan tim China mencetak rekor 3,2 Pb/s pada perangkat keras yang sesuai standar komersial menjadi penanda bahwa batas kecepatan transmisi fiber optik masih terus bergerak naik. Peningkatan hampir 30 persen dalam setahun menunjukkan laju inovasi di bidang komunikasi optik tidak melambat.

Untuk saat ini, angka 3,2 Pb/s masih berstatus rekor dunia yang diklaim, dan penerapan komersialnya bergantung pada kesiapan ekosistem jaringan di masing-masing negara. Namun, arah perkembangannya jelas: kapasitas jaringan masa depan akan jauh melampaui standar gigabit yang kita kenal sekarang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.