Telset.id – Tim peneliti di China mengklaim berhasil mengirimkan data dengan kecepatan 3,2 Pb/s melalui fiber optik 24-core, memecahkan rekor kecepatan real-time sekaligus melampaui capaian sebelumnya sebesar 2,5 Pb/s. Dengan kapasitas tersebut, data setara ribuan film ultra-high-definition secara teoretis dapat berpindah melalui koneksi hanya dalam satu detik. Namun di balik angka itu, belum ada jadwal deployment resmi, informasi harga, maupun penilaian independen atas performa jaringan ini.
Proyek ini melibatkan spesialis dari National Key Laboratory of Optical Communication Technology, China Information and Communication Technologies Group, Pengcheng Laboratory, dan Fiberhome Fujikura Fiber Optic Technology. Sistem mereka menggabungkan spatial division multiplexing dengan transmisi multi-band S+C+L, dua metode yang dimaksudkan untuk meningkatkan informasi yang dibawa melalui jaringan infrastruktur optik yang sudah ada.
Spatial division multiplexing memisahkan informasi ke dalam kanal-kanal berbeda di dalam satu fiber, memungkinkan beberapa aliran data independen bergerak bersamaan melalui kabel. Sementara itu, band S, C, dan L menggunakan rentang panjang gelombang berbeda, memungkinkan transmisi melintasi bagian spektrum optik yang lebih luas. Kombinasi kedua teknik ini menciptakan tantangan rekayasa, terutama interferensi antar kanal yang membawa sinyal simultan melalui perangkat dan jaringan serat, serta perbedaan spesifikasi di antara tiga band panjang gelombang yang harus dikelola tanpa menurunkan performa transmisi.

Pengujian tersebut mencapai angka rekor dengan arsitektur perangkat keras yang disebut sesuai persyaratan komersial dan dioperasikan secara kontinu dalam waktu nyata. Kondisi operasi itu yang membedakan hasil ini dari demonstrasi yang bergantung pada peralatan eksperimental atau pengaturan pemrosesan sinyal yang dikembangkan khusus untuk riset laboratorium. Ini menjadi poin penting dalam klaim tim, meski belum menjadi bukti ketersediaan komersial langsung.
Website pemerintah Provinsi Hubei membandingkan kapasitas tersebut dengan akses internet untuk sekitar 3,2 juta rumah tangga yang menggunakan koneksi 1 Gbps secara bersamaan. Laporan itu menyebut kecepatan tersebut cukup untuk mengunduh “lebih dari 20.000 film 4K” dalam satu detik dalam kondisi ideal. Perbandingan ini menggambarkan kapasitas jaringan teoretis, bukan bukti bahwa rumah tangga individual bisa menerima kecepatan seperti itu melalui langganan broadband biasa.
Baca Juga:
Angka baru ini bukanlah kecepatan tertinggi yang pernah dilaporkan untuk transmisi melalui fiber optik 24-core. Riset laboratorium telah mencapai 5,29 Pb/s menggunakan fiber multi-core serupa, melampaui hasil terbaru kelompok peneliti China tersebut lebih dari dua petabit. Namun, eksperimen itu mungkin bergantung pada metode pemrosesan canggih dan peralatan laboratorium khusus yang belum cocok untuk deployment jaringan rutin. Penggunaan perangkat keras yang disebut sesuai persyaratan komersial oleh kelompok China ini menjadi fitur signifikan dalam klaim mereka, meski tidak menetapkan ketersediaan komersial segera.
Sebuah demonstrasi real-time yang berhasil saja tidak dapat mengonfirmasi keandalan jangka panjang, operasi yang terjangkau, atau kompatibilitas dengan infrastruktur telekomunikasi yang ada dalam kondisi operasi menuntut. Saat ini belum ada jadwal deployment resmi, informasi harga, maupun penilaian independen atas performa selama operasi berkelanjutan dalam kondisi jaringan sehari-hari. Dengan demikian, belum ada kepastian bahwa teknologi ini dapat melampaui pengujian terkontrol menuju jaringan telekomunikasi andal yang melayani pelanggan dalam skala besar.

Meski begitu, riset ini menunjukkan bahwa penggabungan beberapa kanal fiber dan band panjang gelombang dapat menghasilkan kapasitas substansial dalam kondisi pengujian yang praktis. Untuk konteks industri, pengembangan kapasitas transmisi semacam ini berjalan beriringan dengan dinamika lain di sektor komponen dan infrastruktur, seperti yang terlihat pada arah industri chip yang turut menentukan kesiapan perangkat pendukung jaringan generasi berikutnya.
Bagi pasar Indonesia, klaim 3,2 Pb/s ini masih berada pada tahap demonstrasi laboratorium dengan perangkat keras yang disebut mendekati persyaratan komersial, bukan produk yang siap dipasang di jaringan operator. Pembanding yang digunakan pemerintah Hubei, yakni 3,2 juta rumah tangga dengan koneksi 1 Gbps terpisah, bersifat ilustratif untuk menggambarkan skala kapasitas, bukan proyeksi layanan broadband rumah tangga. Ketiadaan jadwal deployment, harga, dan pengujian independen membuat teknologi ini belum bisa dijadikan acuan perencanaan jaringan dalam waktu dekat.
Yang bisa dicatat dari hasil ini adalah bahwa kombinasi spatial division multiplexing dan transmisi multi-band S+C+L terbukti mampu mengantarkan kapasitas besar dalam kondisi pengujian praktis dan operasi real-time. Pertanyaan yang tersisa—keandalan jangka panjang, biaya operasi, dan kompatibilitas dengan infrastruktur telekomunikasi yang ada—masih menunggu jawaban sebelum rekor ini berubah menjadi tulang punggung jaringan yang melayani pelanggan secara luas.
[ META_DESCRIPTION]
Peneliti China catat rekor transmisi 3,2 Pb/s lewat fiber optik 24-core secara real-time, tapi belum ada jadwal deployment, harga, atau uji independen.





Komentar
Belum ada komentar.