šŸ“‘ Daftar Isi

Oracle menyatakan AI tidak akan menggantikan software perusahaan dalam earnings call fiskal 2027

Oracle Sebut AI Tidak Akan Gantikan Software Perusahaan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Oracle sebut AI akselerator, bukan pengganti software perusahaan
  • Mike Sicilia tolak narasi SaaSpocalypse di earnings call fiskal 2027
  • AI agent bantu kurangi waktu dan biaya implementasi aplikasi enterprise
  • Manusia diprediksi bergeser ke peran pengawas AI agent
  • Pendapatan software turun 3%, pendapatan cloud tumbuh 60%
  • Oracle tambah akselerator AI agentik untuk implementasi SaaS

Telset.id – Oracle menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan software perusahaan, meski teknologi kecerdasan buatan itu diprediksi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi. Pernyataan ini disampaikan co-CEO Oracle, Mike Sicilia, dalam earnings call pertama perusahaan untuk fiskal 2027. Menurutnya, AI berperan sebagai akselerator, bukan pengganti aplikasi terpaket yang selama ini menjadi tulang punggung operasional bisnis.

Pernyataan tersebut menjadi bantahan langsung terhadap narasi SaaSpocalypse yang menyebut AI berpotensi menggantikan software tradisional seperti yang dikenal saat ini. Sicilia menegaskan bahwa enterprise suite menawarkan proses dan aturan standar end-to-end yang tidak bisa digantikan oleh AI. Namun, bukan berarti AI tidak memiliki peran dalam perkembangan software ke depan.

AI Ubah Peran Manusia, Bukan Hapus Software

Sicilia mengakui bahwa pelatihan dan peningkatan keterampilan karyawan selama ini menjadi kelemahan bagi banyak paket software. Di titik inilah perusahaan seperti Oracle dapat memanfaatkan AI untuk memperbaiki kondisi tersebut. Dengan AI, karyawan tidak lagi perlu menavigasi berbagai aplikasi rumit sendiri, karena AI agent dapat menjalankan tugas menggunakan alur kerja dan aturan bisnis yang sudah ada di perusahaan.

Oracle memprediksi manusia akan bergeser ke peran pengawas. Sicilia menyebut AI mengubah dinamika ini, dan AI agentik berpotensi memangkas waktu serta biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan aplikasi enterprise secara drastis. Ia menambahkan bahwa perusahaan sangat yakin paradigma baru ini dapat memberikan ROI yang jauh lebih cepat bagi pelanggan.

Hands typing on a tablet with AI superimposed in text in front

Keyakinan Oracle terhadap AI agentik juga diwujudkan dalam rencana produk. Perusahaan dijadwalkan menambahkan akselerator AI agentik baru untuk mengotomatisasi sebagian proses implementasi SaaS paling cepat bulan depan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Oracle tidak hanya berbicara soal AI, tetapi juga menyiapkan perangkat konkret bagi pelanggan. Perkembangan otomatisasi berbasis AI juga terlihat pada alat produktivitas lain, seperti Claude Skills Bawaan yang mempermudah pembuatan dokumen kerja.

Tantangan Oracle di Tengah Pertumbuhan Cloud

Di balik optimisme terhadap AI, Oracle menghadapi tantangan tersendiri pada lini bisnis software. Meski pendapatan SaaS kuartalan naik 10 persen, pendapatan software secara keseluruhan justru turun 3 persen. Sebaliknya, pendapatan cloud yang mencakup infrastruktur dan kapasitas AI perusahaan tumbuh cukup besar, yaitu 60 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pergeseran lanskap teknologi memang sedang berlangsung, dengan cloud dan AI menjadi motor pertumbuhan baru. Namun, Oracle tetap pada pendiriannya bahwa AI mungkin mengubah antarmuka software, tetapi tidak akan menggantikan software yang berada di lapisan bawahnya. Pandangan ini menegaskan posisi Oracle bahwa AI dan software enterprise akan berjalan berdampingan, bukan saling meniadakan.

Perubahan cara kerja manusia dan mesin ini juga menyentuh perangkat sehari-hari, seperti integrasi asisten digital yang makin umum. Pengguna bisa melihat contohnya lewat panduan Setup Google Assistant di iPhone, yang menunjukkan bagaimana AI mulai mengambil alih tugas-tugas rutin. Sementara di sisi perangkat keras, inovasi juga terus berjalan, termasuk pengujian Baterai 14.000 mAh yang dilakukan Honor.

Oracle memproyeksikan bahwa AI akan mengubah cara manusia menggunakan software, tetapi software itu sendiri akan tetap digunakan selama bertahun-tahun mendatang. AI agent akan berinteraksi dengan software terstruktur, sementara manusia mengelola agent-agent tersebut. Dengan pendekatan ini, Oracle berharap dapat mempercepat waktu dan menekan biaya implementasi aplikasi enterprise, sekaligus memperkuat posisinya di pasar cloud dan AI yang terus tumbuh.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.