Telset.id ā Nvidia mencatat kemenangan desain penting untuk prosesor Vera CPU setelah penyedia cloud AI Modal memilihnya sebagai bagian dari infrastruktur server. Keputusan ini menandai langkah Nvidia memperluas peran dari akselerator AI ke prosesor server mandiri, seiring munculnya era agentic AI yang menuntut sumber daya CPU jauh lebih besar.
Menurut laporan Reuters, Modal menyatakan evaluasi awal menunjukkan Vera CPU mampu menghadirkan throughput dua kali lipat dibandingkan prosesor AMD dan Intel yang saat ini mereka gunakan. Meski begitu, Modal tidak berencana menghentikan penggunaan CPU dari pemasok lamanya.
Modal menyediakan infrastruktur cloud yang memungkinkan pengembang AI men-deploy agen AI untuk menjalankan operasi kompleks secara otonom dalam periode panjang. Beban kerja seperti ini membutuhkan sumber daya CPU besar untuk eksekusi perangkat lunak, pemrosesan data, dan tugas lain yang tidak efisien ditangani GPU.
Arm ISA Jadi Tantangan Adopsi
Saat ini Modal sepenuhnya mengandalkan prosesor AMD dan Intel untuk operasi tersebut. Namun pengujian mereka mengindikasikan Vera CPU dapat meningkatkan performa secara signifikan pada beban kerja spesifik yang mereka jalankan.
Karena Vera berbasis arsitektur instruksi Arm, keputusan Modal mengadopsinya akan memerlukan modifikasi besar pada perangkat lunak mereka. Meski demikian, Modal menilai potensi peningkatan performa tersebut sepadan dengan upaya rekayasa tambahan yang dibutuhkan.

Keunggulan throughput dua kali lipat ini menarik karena beban kerja agentic AI dapat melibatkan banyak tugas independen yang bersaing memperebutkan inti CPU, kapasitas cache, dan bandwidth memori. Namun Modal belum mengungkap konfigurasi benchmark secara rinci, model prosesor AMD dan Intel spesifik yang dibandingkan, maupun angka performa per watt.
Karena itu, belum jelas apakah keunggulan Vera berasal dari inti CPU Olympus berbasis Arm v9.2 yang mampu men-decode dan mengeksekusi hingga 10 instruksi per siklus, subsistem memori dengan bandwidth 1,2 TB/s, atau karakteristik arsitektur lainnya. Perlu dicatat, pengujian tersebut membandingkan Vera dengan prosesor AMD dan Intel yang tersedia saat ini, bukan generasi mendatang yang akan bersaing dengan Vera di tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga:
Strategi Armada Server Heterogen Modal
Karena Modal tidak dapat memindahkan seluruh perangkat lunaknya ke Arm ISA dalam semalam, perusahaan akan terus menggunakan CPU x86 dari AMD dan Intel. Hal ini disampaikan langsung oleh CEO Modal Erik Bernhardsson.
Alih-alih terpaku pada satu ISA untuk semua kebutuhan, Modal berencana mengoperasikan armada server heterogen dan memilih prosesor paling sesuai untuk setiap beban kerja. Perusahaan juga akan mengevaluasi prosesor AMD dan Intel terbaru begitu tersedia untuk menentukan pilihan di masa depan.
Bagi Nvidia, kesepakatan ini menjadi langkah besar untuk menjadikan Vera sebagai prosesor server mandiri yang menguasai pangsa pasar server signifikan. Nvidia memperkirakan penjualan Vera menghasilkan setidaknya US$20 miliar pada tahun fiskal berjalan dan mengestimasi total pasar yang tersedia untuk CPU ini sekitar US$200 miliar. Perusahaan juga berada di jalur untuk menjual setidaknya empat juta Vera CPU pada fiskal 2026.
Pengumuman ini muncul tak lama setelah Modal memperoleh pendanaan US$750 juta yang dipimpin Accel, dengan valuasi perusahaan mencapai US$15,75 miliar. Modal memperkirakan pendapatan tahunannya mencapai US$1 miliar dalam setahun ke depan. Konsumsi layanan perusahaan meningkat tiga kali lipat dalam 12 bulan terakhir, sementara pendapatan melonjak lebih dari 15 kali dibandingkan tahun sebelumnya, menurut laporan Reuters.

Langkah Modal ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri infrastruktur AI, di mana penyedia layanan terus mengevaluasi ulang komposisi perangkat keras mereka. Beberapa pengembang teknologi juga tengah memperluas cakupan investasi komputasi mereka, seperti terlihat dari belanja modal Google yang terus membengkak dan memicu kekhawatiran investor.
Di sisi lain, adopsi CPU berbasis Arm seperti Vera menunjukkan bahwa lanskap prosesor server tidak lagi didominasi satu arsitektur. Perusahaan yang ingin membangun infrastruktur agentic AI kini memiliki lebih banyak opsi untuk menyesuaikan perangkat keras dengan kebutuhan beban kerja masing-masing.
Nvidia sendiri memperkirakan pasar CPU server bernilai ratusan miliar dolar, dan kesepakatan dengan Modal menjadi salah satu bukti awal bahwa Vera dapat diterima di luar ekosistem GPU yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Dengan target penjualan empat juta unit pada fiskal 2026, Nvidia tampaknya serius menjadikan Vera sebagai lini bisnis yang berdiri sendiri.
[SEPARATOR]





Komentar
Belum ada komentar.