📑 Daftar Isi

Troli belanja pintar Morrisons dengan teknologi AI yang diuji coba di gerai supermarket

Morrisons Setop Uji Coba Troli AI, Instacart Hentikan Caper Carts

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Morrisons menghentikan uji coba troli belanja pintar AI di gerai Ashton-on-Ribble, Preston
  • Instacart berhenti mengembangkan teknologi Caper Carts karena adopsi peritel dinilai lambat
  • Troli pintar memakai kamera dan timbangan untuk mencatat belanjaan serta layar sentuh
  • Teknologi AI di balik layar seperti kamera pemantau stok dinilai lebih berhasil
  • Troli juga ditarik dari sejumlah toko di Amerika Serikat termasuk Schnucks dan Wegmans

Telset.id – Morrisons menghentikan uji coba troli belanja pintar berbasis AI di tokonya, menyusul keputusan mitra teknologinya, Instacart, yang berhenti mengembangkan teknologi Caper Carts. Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu eksperimen ritel paling menonjol dalam membawa kecerdasan buatan langsung ke tangan konsumen di lorong supermarket.

Uji coba troli AI tersebut sebelumnya hanya dijalankan di satu gerai Morrisons, yakni di Ashton-on-Ribble, Preston. Instacart selaku mitra penyedia teknologi memutuskan untuk mundur karena adopsi dari pihak peritel dinilai tidak berkembang cukup cepat untuk membenarkan investasi yang terus dikeluarkan.

Seperti dikutip dari laporan The Grocer, Instacart menyatakan bahwa “adopsi peritel tidak berkembang cukup cepat untuk membenarkan investasi kami yang berkelanjutan” pada Caper Carts. Keputusan ini tidak hanya berdampak di Inggris, tetapi juga membuat troli pintar tersebut ditarik dari sejumlah toko di Amerika Serikat, termasuk Schnucks dan Wegmans, tempat teknologi ini sebelumnya cukup mapan.

Bagaimana Troli AI Morrisons Bekerja

Teknologi troli pintar yang diuji Morrisons bekerja dengan memanfaatkan kamera dan timbangan yang tertanam di dalam troli. Sepanjang berbelanja, pembeli dapat mencatat seluruh barang yang mereka ambil, sementara layar sentuh terintegrasi menampilkan informasi mengenai isi troli secara langsung.

Saat tiba di kasir, tersedia jalur khusus yang memungkinkan pengguna troli pintar membayar barang belanjaan mereka hanya dengan memindai barcode. Konsep ini pada dasarnya menawarkan pengalaman scan-as-you-go, di mana pembeli memindai dan membayar tanpa harus mengeluarkan barang satu per satu di meja kasir konvensional.

Instacart smart trolley

Meski secara teknologi tergolong maju, hasil uji coba menunjukkan bahwa uptake atau tingkat adopsi dari pembeli tidak cukup kuat untuk mempertahankan program ini. Morrisons sendiri menyatakan bahwa uji coba tersebut telah memberikan wawasan lebih dalam mengenai evolusi kebiasaan belanja pelanggan mereka.

“Uji coba ini telah memberi kami wawasan yang lebih besar tentang evolusi berkelanjutan dari kebiasaan belanja pelanggan kami, dan kami akan terus menguji serta mengembangkan solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar juru bicara Morrisons kepada The Grocer.

AI di Balik Layar Lebih Berhasil

Kegagalan troli pintar ini justru menunjukkan bahwa inovasi AI di sektor ritel lebih efektif ketika diterapkan di balik layar, bukan di hadapan konsumen secara langsung. Morrisons, misalnya, telah menggunakan kamera AI di rak-rak toko yang terbukti jauh lebih sukses dan bahkan meraih penghargaan.

Kamera AI tersebut memantau tingkat stok, memesan barang-barang yang mulai menipis, dan memberi tahu staf mengenai potensi masalah di rak. Pendekatan ini dinilai lebih bermanfaat karena langsung menjaga ketersediaan barang yang dibutuhkan pembeli, tanpa menuntut pelanggan mempelajari cara belanja yang baru.

Pengalaman serupa juga terlihat pada sejumlah skema AI lain yang mampu memprediksi permintaan dan mengurangi kekurangan stok serta pemborosan dalam skala besar. Bagi pembeli, tampaknya ketersediaan barang yang mereka butuhkan di rak lebih bernilai dibandingkan memiliki troli yang bisa menghitung belanjaan secara otomatis.

Pelajaran dari kasus ini cukup jelas: pembeli umumnya lebih memilih hal yang sudah familiar. Selain itu, belum jelas seberapa jauh lebih cepat proses scan-as-you-go dibandingkan memindai barang di kasir biasa. Meski kamera dan AI saat ini sudah mampu mengenali objek dengan cukup cepat, kecepatan tersebut ternyata belum cukup untuk mengubah kebiasaan belanja masyarakat secara luas.

Morrisons

Keputusan Instacart untuk menghentikan pengembangan Caper Carts juga menjadi sinyal bahwa peritel perlu lebih jeli dalam menilai apakah sebuah teknologi benar-benar menjawab kebutuhan konsumen atau justru menambah beban baru. Bagi Morrisons, pengalaman ini menjadi bahan evaluasi untuk terus menguji solusi lain yang lebih relevan.

Di sisi lain, tren pemanfaatan AI di sektor ritel dan industri secara umum masih terus berkembang. Sejumlah perusahaan teknologi bahkan kian agresif menghadirkan solusi berbasis AI untuk berbagai lini bisnis, mulai dari efisiensi operasional hingga layanan pelanggan. Perkembangan ini sejalan dengan langkah sejumlah perusahaan yang terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan baru, seperti yang terlihat pada Produk Amazon Berikutnya.

Meski begitu, kasus troli pintar Morrisons menjadi pengingat bahwa tidak semua inovasi AI cocok diterapkan di semua titik sentuh pelanggan. Teknologi yang paling berhasil cenderung yang bekerja diam-diam di balik layar, membantu operasional toko tanpa memaksa pembeli mengubah cara mereka berbelanja.

Dengan berakhirnya uji coba ini, Morrisons dan Instacart menutup babak eksperimen troli AI yang sempat menjadi perhatian industri ritel. Namun, keduanya tetap membuka peluang untuk terus mengembangkan solusi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata pelanggan dan staf toko.

[ META_DESCRIPTION]
Morrisons menghentikan uji coba troli belanja pintar berbasis AI setelah mitra Instacart berhenti mengembangkan teknologi Caper Carts.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.