Telset.id – Seorang modder berhasil menjalankan PC desktop modern menggunakan 192 baterai AA alkaline. Eksperimen ini membuktikan bahwa sistem berbasis AM4 bisa beroperasi stabil tanpa catu daya konvensional.
Uwoslab, kreator di balik proyek ini, sebelumnya pernah mencoba menyalakan PC dengan baterai 9V zinc-carbon. Percobaan itu gagal karena PC hanya menyala beberapa detik. Pengalaman tersebut mendorongnya beralih ke baterai AA alkaline yang memiliki tegangan lebih tinggi, yaitu 1,5V per sel.
Awalnya, Uwoslab membeli 400 baterai AA yang dikemas dalam empat paket berisi 100 sel. Rencananya, ia akan merangkai delapan sel secara paralel, lalu menghubungkan bank-bank kecil tersebut secara seri hingga terbentuk 50 kelompok. Namun, pada akhirnya ia hanya menggunakan 192 baterai yang dibagi ke dalam tiga kotak kayu besar.
Setiap kotak kayu dibuat dengan potongan laser agar pas menahan sel baterai. Kotak tersebut dilengkapi klip dan bantalan kontak di kedua ujungnya sebagai terminal negatif dan positif. Empat baterai dimasukkan ke setiap slot, lalu seluruh rangkaian diperkuat dengan lakban. Masing-masing kotak menampung 64 baterai, sehingga total mencapai 192 sel.
Karena PC membutuhkan tegangan 12V, merangkai delapan baterai 1,5V secara seri menghasilkan tegangan yang tepat. Uwoslab menggunakan baterai AA alkaline “high-drain” merek Pookell yang mengutamakan tegangan tinggi dibanding kapasitas. Jika 400 baterai digunakan secara sempurna, diperkirakan dapat menghasilkan daya 160 watt selama sepuluh jam.
Tantangan utama baterai AA adalah penurunan tegangan seiring pemakaian. Untuk mengatasi hal ini, Uwoslab tidak menggunakan catu daya dinding tradisional dengan inverter 12V-ke-220V. Sebaliknya, ia menghubungkan grid baterai paralel langsung ke papan adaptor 12V DC-to-ATX yang terpasang ke motherboard.
PC yang digunakan adalah sistem AM4 tanpa GPU khusus, kemungkinan prosesor seri G. Tidak ada media penyimpanan internal; sistem melakukan booting langsung dari flash drive. Sistem operasi yang dipilih adalah Hanna Montana Linux, distribusi Linux populer dari tahun 2009 yang baru saja dihidupkan kembali.
Hasilnya, PC berhasil booting pada percobaan pertama dan bahkan menjalankan tes stres CPU (stress-ng) Linux bawaan dengan sempurna. Selama pengujian, penggunaan CPU mencapai 98% dan tegangan turun stabil ke 11,95V, sementara bank baterai terbaca 13V di awal. Eksperimen ini berjalan sukses, lebih baik dari percobaan PC bertenaga alkaline sebelumnya.
PC tersebut berjalan selama 30 menit tanpa mati menggunakan 200 baterai AA. Dengan kapasitas yang tersisa, diperkirakan PC dapat beroperasi beberapa jam lagi sebelum penurunan daya terlalu signifikan.
Baca Juga:
Proyek ini menunjukkan bahwa PC desktop modern masih bisa berfungsi dengan sumber daya alternatif, meskipun membutuhkan perencanaan dan komponen yang tepat. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para modder dan penggemar teknologi yang ingin mengeksplorasi batasan perangkat keras.
Sementara itu, eksperimen serupa seperti perbaikan RTX 3070 dengan kapasitor radio bekas menunjukkan kreativitas tanpa batas dalam dunia modding. Kedua proyek ini membuktikan bahwa inovasi sering lahir dari keterbatasan.





Komentar
Belum ada komentar.