Telset.id – Microsoft memimpin operasi pembongkaran YAM Store, sebuah marketplace kejahatan siber berbahasa Mandarin yang menjual akun, layanan hosting web, serta berbagai perangkat phishing. Operasi ini berhasil menyita lebih dari 20.000 akun dan memblokir lebih dari 100.000 domain yang digunakan untuk impersonasi dan penipuan di seluruh dunia.
Investigasi ini bermula setelah Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) memberikan informasi kepada Microsoft mengenai gelombang aktivitas penipuan yang menyasar individu maupun bisnis di negara tersebut. Dari titik itu, peneliti Microsoft menemukan sebuah ekosistem kriminal yang jauh lebih besar dari sekadar kampanye phishing biasa.
CoGUI dan Iron Man Jadi Alat Utama
Di dalam YAM Store, dua perangkat menonjol: CoGUI dan Iron Man. CoGUI merupakan kerangka pembangun situs web, sementara Iron Man adalah galeri template. Menurut Microsoft, CoGUI menyediakan situs web siap pakai dan pesan yang mengimpersonasi perusahaan, lembaga keuangan, instansi pemerintah, serta organisasi tepercaya lainnya.
Dengan alat ini, pelaku kejahatan tidak perlu membuat situs web palsu sendiri. Mereka dapat dengan cepat menyebarkan halaman yang dirancang untuk mencuri kata sandi, informasi pembayaran, dan data pribadi lainnya. CoGUI menjadi salah satu penawaran yang paling banyak digunakan dalam ekosistem tersebut, terutama untuk menyasar korban di Jepang dan Amerika Serikat.
Namun, pada pertengahan 2026, CoGUI secara bertahap digantikan oleh Iron Man. Iron Man memperluas model tersebut dengan memberikan akses kepada pelaku kejahatan ke ribuan template siap pakai yang dirancang untuk mengimpersonasi organisasi tepercaya. Pelaku dapat dengan cepat menyebarkan konten email, teks, dan web yang disesuaikan dengan merek, industri, dan negara tertentu.

Microsoft mengungkapkan bahwa alat tersebut menawarkan lebih dari 2.300 template dari berbagai bank, peritel, penyedia layanan kesehatan, departemen kepolisian, dan organisasi lain yang tersebar di lebih dari 150 negara di dunia.
YAM Store dan seluruh penawarannya sangat populer di komunitas kriminal siber. Sepanjang tahun ini saja, mereka memfasilitasi lebih dari satu miliar pesan phishing yang diarahkan ke 75.000 organisasi di seluruh dunia. Pelanggan Microsoft sendiri menerima lebih dari 750 juta pesan tersebut sejak awal tahun. Serangan-serangan ini menghasilkan keuntungan “puluhan juta dolar” bagi para operatornya.
Baca Juga:
Penyitaan Domain dan Akun
Jaringan ini kini sedang dibongkar. Setelah menerima perintah dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida, Microsoft bersama Health-ISAC, sebuah organisasi nirlaba global yang membantu perusahaan kesehatan berbagi intelijen siber, menyita dan mengalihkan domain yang mengarah ke YAM Store, CoGUI, dan Iron Man.
Pada saat yang sama, Microsoft menonaktifkan lebih dari 20.000 akun yang terhubung dengan toko tersebut dan terus membongkar operasi dengan menghapus infrastruktur yang dihosting pada layanannya. Sejauh ini, tindakan tersebut telah memblokir lebih dari 100.000 domain yang digunakan untuk impersonasi dan penipuan.

“Apa yang dimulai dengan aktivitas penipuan yang menyasar orang dan organisasi di Jepang membawa penyidik ke ekonomi layanan bawah tanah yang memasok pelaku kejahatan di seluruh dunia,” simpul para peneliti. “YAM Store, CoGUI dan Iron Man hanyalah sebagian dari jaringan kriminal yang lebih besar, tetapi mengganggu mereka membuat pelaku kejahatan lebih sulit mendapatkan akun, alat, dan infrastruktur yang mereka andalkan.”
Meskipun pembongkaran infrastruktur patut diapresiasi, tanpa penangkapan, kemungkinan marketplace ini akan muncul kembali cepat atau lambat. Sebagai contoh, ketika lembaga penegak hukum menurunkan dua platform besar Cracked dan Nulled pada awal 2025, mereka menangkap dua tersangka dan menyita 17 server serta lebih dari 50 perangkat elektronik.
Cracked dan Nulled, forum yang menawarkan barang ilegal dan kejahatan siber sebagai layanan, tercatat memiliki lebih dari 10 juta pengguna secara total. Penyidik memperkirakan tersangka yang ditangkap meraup lebih dari satu juta dolar dari keuntungan kriminal.

Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa ancaman phishing terus berevolusi melalui penyediaan alat siap pakai. Keberadaan template yang mengimpersonasi organisasi tepercaya membuat pesan penipuan semakin sulit dibedakan dari komunikasi resmi. Pengguna perlu lebih waspada terhadap email, pesan teks, maupun tautan yang meminta data pribadi.
Microsoft menegaskan bahwa pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber. Namun, sifat ekosistem kriminal yang terdesentralisasi membuat operasi semacam ini memerlukan kolaborasi lintas negara antara perusahaan teknologi, organisasi kesehatan, dan penegak hukum.
Sejumlah artikel terkait keamanan digital juga menjadi sorotan, seperti Guest Calling dan Jadwalkan Pesan yang menunjukkan bagaimana platform komunikasi terus memperbarui fitur privasi dan keamanannya.

Dengan lebih dari satu miliar pesan phishing yang berhasil difasilitasi sepanjang tahun ini, langkah Microsoft bersama Health-ISAC dan kepolisian Jepang menjadi salah satu operasi penindakan terbesar terhadap ekosistem kejahatan siber berbasis marketplace dalam beberapa tahun terakhir.
[META_DESCRIPTION]
Microsoft membongkar YAM Store, marketplace phishing yang fasilitasi 1 miliar pesan ke 75.000 organisasi. 20.000 akun dan 100.000 domain diblokir.





Komentar
Belum ada komentar.