📑 Daftar Isi

Tampilan layar kontrol orang tua baru WhatsApp yang menampilkan pengaturan privasi remaja dan Meta AI

WhatsApp Rilis Kontrol Orang Tua, Awasi Interaksi Remaja hingga Meta AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • WhatsApp rilis kontrol orang tua baru untuk awasi interaksi remaja
  • Orang tua bisa batasi channels, Status, dan penambahan grup via PIN
  • Notifikasi grup saat remaja bergabung, keluar, atau grup membesar
  • Pengaturan konten Meta AI dengan opsi 13+ atau Limited Content
  • Pesan dan panggilan tetap terenkripsi end-to-end
  • Bagian dari upaya Meta memperketat perlindungan anak setelah denda $18 miliar

Telset.id – WhatsApp memperkenalkan kontrol orang tua baru yang memungkinkan wali mengawasi dengan siapa remaja berinteraksi, sekaligus mengatur pengaturan konten untuk obrolan Meta AI. Fitur ini memberi orang tua kendali lebih besar atas aktivitas remaja di aplikasi, mulai dari siapa yang boleh menambahkan mereka ke grup hingga konten apa yang bisa diakses lewat Meta AI.

Dengan kontrol baru ini, orang tua dapat membatasi cara remaja menggunakan channels, Status siapa yang bisa mereka lihat, dan siapa yang bisa melihat pembaruan Status mereka. Wali juga dapat mengontrol siapa yang boleh menambahkan remaja ke grup atau siapa yang bisa melihat foto profil mereka. Semua pengaturan ini berada di balik PIN yang ditetapkan orang tua, sehingga jika remaja perlu mengubah sesuatu, mereka membutuhkan persetujuan orang tua.

Orang tua juga bisa memilih untuk menerima notifikasi ketika remaja bergabung ke grup baru, keluar dari grup, atau ketika ukuran grup bertambah menjadi 30, 100, atau 250 anggota. Wali dapat mematikan kontrol ini sepenuhnya jika diinginkan. Selain pengaturan tersebut, orang tua juga dapat mengatur pengaturan konten untuk Meta AI.

Kontrol Konten Meta AI dan Enkripsi End-to-End

Tersedia opsi untuk memilih pengaturan default 13+, atau opsi ‘Limited Content’ yang lebih ketat yang menonaktifkan fitur berbasis pemrosesan privat seperti incognito chat dan ringkasan pesan. Langkah ini memperluas kendali orang tua ke wilayah kecerdasan buatan, sejalan dengan upaya Meta menghadirkan pengalaman yang lebih aman bagi pengguna muda.

WhatsApp menegaskan bahwa meskipun ada kontrol baru ini, pesan dan panggilan di aplikasi tetap terenkripsi end-to-end, dan tidak ada yang bisa melihatnya. Pernyataan ini penting untuk menegaskan bahwa pengawasan orang tua tidak mengorbankan privasi komunikasi pengguna.

Langkah WhatsApp ini merupakan bagian dari rangkaian panjang upaya Meta memperketat perlindungan anak di berbagai produknya. Meta sebelumnya menghadapi sejumlah gugatan hukum yang menuduh produk media sosial perusahaan menyebabkan kerugian bagi anak-anak. Para pembuat undang-undang juga menekan Meta, khususnya Instagram, terkait keterlambatan peluncuran fitur keselamatan remaja.

Pada Agustus, perusahaan setuju membayar denda besar senilai $18 miliar untuk menyelesaikan gugatan yang diajukan oleh 29 negara bagian di Amerika Serikat. Meta tercatat agresif dalam menghadirkan fitur perlindungan anak di seluruh aplikasinya. Sepanjang tahun ini, mereka telah merilis kontrol konten yang terinspirasi rating film, meluncurkan kontrol orang tua untuk interaksi dengan Meta AI, menambahkan akun pra-remaja di WhatsApp, serta mulai memberi peringatan kepada orang tua jika anak mereka mencari konten menyakiti diri sendiri di Instagram.

Deretan langkah tersebut menunjukkan bahwa Meta berusaha menyeimbangkan antara menghadirkan fitur baru dan memenuhi tuntutan regulator serta publik akan keamanan anak di platform digital. Kontrol orang tua di WhatsApp menjadi salah satu wujud nyata dari arah kebijakan tersebut, dengan fokus pada transparansi aktivitas remaja dan pembatasan konten yang berisiko.

Bagi orang tua, fitur ini memberikan visibilitas yang sebelumnya sulit didapat tanpa harus mengakses isi percakapan. Notifikasi keanggotaan grup dan kontrol atas visibilitas Status menjadi alat praktis untuk memantau lingkaran sosial remaja. Sementara untuk Meta AI, opsi ‘Limited Content’ memberi pilihan lebih ketat bagi keluarga yang ingin membatasi fitur pemrosesan privat.

WhatsApp belum merinci jadwal ketersediaan global fitur ini, namun kehadirannya menandai babak baru dalam pengelolaan keamanan remaja di aplikasi pesan instan paling populer di dunia. Pengguna yang ingin memahami lebih jauh soal fitur keamanan WhatsApp dapat melihat pembaruan lain seperti Fitur Scam Alert yang juga menyasar perlindungan pengguna.

Seiring meningkatnya tekanan hukum dan regulasi, langkah Meta melalui WhatsApp ini menjadi sinyal bahwa platform besar semakin dituntut untuk menyediakan alat kontrol yang transparan bagi orang tua. Dampaknya, remaja akan memiliki ruang interaksi yang lebih terbatas namun terukur, sementara orang tua mendapatkan kendali yang sebelumnya hanya bisa dilakukan lewat pemantauan manual.

[CONCLUSION]
Dengan kontrol orang tua baru ini, WhatsApp dan Meta memperkuat posisi mereka dalam perlindungan anak di platform digital, meskipun pesan dan panggilan tetap terenkripsi end-to-end.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.