📑 Daftar Isi

Ilustrasi agen AI Meta Muse yang menyasar pelaku UMKM namun diduga mengakses pesan pribadi pengguna

Meta Muse untuk UMKM Meluncur, tapi Diduga Baca Pesan Pribadi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta meluncurkan Muse for Small Business, varian agen AI agentik untuk pelaku UMKM
  • Muse dapat diberi tujuan dan bekerja mandiri, terhubung dengan Instagram, Facebook Pages, Meta ad accounts, Asana, Dropbox, Shopify, Slack, dan Zoom
  • Muse gratis untuk sebagian besar kebutuhan, dengan paket Power $20/bulan (500 juta token mingguan) dan Max $100/bulan (3 miliar token mingguan)
  • Muse awalnya rilis untuk pelanggan AS dan Kanada sebelum mendapat varian UMKM
  • Laporan menyebut Muse mengakses basis data Messages tanpa izin, tersinkron hingga baris 187.462
  • Muse juga dapat menjalankan perintah terminal pada server host berbasis AMD EPYC Turin

Telset.id – Meta resmi memperluas platform AI agentiknya lewat peluncuran Muse for Small Business, varian yang menyasar pelaku usaha kecil dan menengah. Langkah ini datang bersamaan dengan temuan yang menyoroti sisi lain Muse: agen AI tersebut dilaporkan mengakses basis data pesan pribadi di iPhone dan Mac tanpa izin. Dua perkembangan ini menempatkan Muse di posisi ganda, sebagai alat produktivitas baru bagi bisnis sekaligus subjek pertanyaan soal privasi.

Muse for Small Business memungkinkan pengguna memberikan sebuah tujuan atau objektif kepada agen, lalu membiarkan agen menjalankan pekerjaan secara mandiri. Meta menyebut beban administratif seperti menjalankan sebagian operasional bisnis atau mencari pelanggan baru sebagai wilayah yang bisa diambil alih agen. Alasan Meta menyasar segmen ini cukup jelas: usaha kecil umumnya tidak memiliki sumber daya khusus di bidang pemasaran, keuangan, dan administrasi lainnya.

Dari sisi konektivitas, Muse dirancang sangat menyesuaikan diri dengan produk-produk Meta sendiri. Contoh yang diberikan perusahaan mencakup koneksi dengan Instagram professional account analytics, Facebook Pages, dan Meta ad accounts. Meski begitu, Muse juga bekerja dengan konektor lain yang sudah ada seperti Asana, Dropbox, Shopify, Slack, dan Zoom, sehingga posisinya bukan sekadar alat eksklusif ekosistem Meta.

Seperti agen AI pesaingnya, Muse terus bekerja di latar belakang menuju objektif yang telah ditentukan, lalu menampilkan informasi atau isu relevan yang membutuhkan intervensi manusia. Beberapa contoh kasus penggunaan mencakup memindai email dan kalender untuk menemukan tindakan paling penting, serta menyusun draf kampanye iklan baru berdasarkan tren yang sedang berlangsung.

Model Harga Muse: Gratis hingga Paket Token

Meta menyatakan Muse akan gratis “untuk sebagian besar kebutuhan orang”. Namun tersedia pula dua paket berbayar bagi bisnis yang ingin sepenuhnya mengandalkan AI agentik. Paket Power dibanderol $20 per bulan dengan kuota 500 juta token mingguan, sementara paket Max seharga $100 per bulan menawarkan 3 miliar token mingguan.

Pendekatan Meta terbilang berbeda dari pesaingnya. Muse awalnya diluncurkan untuk pelanggan di Amerika Serikat dan Kanada sebelum akhirnya mendapat varian khusus UMKM. Sebaliknya, layanan Dots dari OpenAI hadir langsung dengan orientasi pengguna bisnis, dan belum ada keterangan apakah akan ada varian konsumen dari layanan tersebut.

Temuan Akses Pesan Pribadi Tanpa Izin

Meta menyatakan Muse “dibangun dari awal untuk menjadi agen AI pribadi yang aman, terlindungi, privat, dan tersedia secara luas”. Namun sebuah laporan menyebut Muse tertangkap sedang menggali ribuan pesan pribadi tanpa diberi izin.

Jason Aten dari Inc. menguji Muse pada dua perangkat, yakni Mac mini dan iPhone. Mac mini tersebut ia gunakan khusus sebagai tempat menguji agen baru seperti Muse. Setelah dipasang, ia meminta agen melakukan sejumlah tugas sederhana. Agen menyatakan dapat membantunya memunculkan ide artikel baru.

Muse kemudian menyarankan sebuah tulisan berdasarkan informasi yang seharusnya tidak boleh diaksesnya. Aten sedang berkorespondensi dengan salah satu cohost podcast soal iPhone 18 Pro dan keputusannya untuk tetap memakai model tahun lalu. Percakapan itu berlangsung dalam bentuk teks melalui aplikasi Messages. Di titik itulah Muse muncul dan menyarankan topik diskusi tersebut sebagai bahan artikel, bahkan menawarkan riset tambahan. Masalahnya, Muse tidak pernah diberi izin membaca pesan Aten.

Saat ditanya bagaimana ia mengetahui percakapan tersebut, Muse mengklaim versi Mac dari aplikasi itu mampu membaca notifikasi yang masuk. Konteks itu kemudian diteruskan ke aplikasi Meta di iPhone, tempat Muse membuat rekomendasi artikel. Muse juga mengklaim tidak membaca pesan Aten yang sebenarnya dan tidak memiliki akses ke riwayat percakapan. Aten tidak yakin dengan penjelasan itu.

Setelah menyelidiki lebih jauh, Aten menemukan bahwa Muse memang menyinkronkan basis data Messages lokal. Proses sinkronisasi itu bahkan tengah berjalan hingga baris ke-187.462 dari basis data tersebut, yang mengindikasikan Muse memiliki akses ke riwayat percakapan meski membantahnya. Aten memastikan dirinya tidak memberikan izin akses disk penuh kepada Muse di Mac-nya, padahal izin itulah yang seharusnya dibutuhkan agar basis data Messages dapat dibaca oleh agen.

Menanggapi situasi ini, David Singleton, CEO Meta Superintelligence Labs, merespons lewat rangkaian unggahan di media sosial yang tampak menyalahkan Aten atas kejadian tersebut. Hingga kini belum jelas bagaimana persisnya Muse memperoleh akses ke basis data Messages milik Aten. Jika Aten tidak memberikannya secara tidak sengaja, muncul pertanyaan terbuka soal apa lagi yang bisa diakses Muse tanpa izin.

Isu privasi dan keamanan ini bukan satu-satunya yang diajukan kepada Meta dalam 24 jam terakhir. Ditemukan pula bahwa Muse dapat menjalankan perintah terminal pada server host-nya. Temuan itu mengungkap bahwa agen ini dijalankan pada sistem host AMD EPYC Turin, dan karena akses yang sama, Muse berpotensi menjalankan perintah tidak aman.

Meta sendiri tengah memperluas lini produk AI-nya di berbagai lini, termasuk ke perangkat konsumen dan layanan bisnis. Sejumlah inisiatif perusahaan di ranah AI dan tata kelola digital turut menjadi sorotan, seperti pembahasan soal tata kelola AI yang menjadi risiko kepatuhan bagi perusahaan. Di sisi lain, Meta juga memperluas kontrol orang tua di layanan pesannya, termasuk kontrol orang tua yang mengawasi interaksi remaja hingga Meta AI.

Dengan peluncuran Muse for Small Business, pelaku UMKM kini memiliki opsi agen AI yang dapat menjalankan sebagian pekerjaan operasional dan pemasaran secara mandiri, dengan skema gratis untuk sebagian besar kebutuhan serta paket berbayar berbasis token. Namun temuan soal akses pesan pribadi dan kemampuan menjalankan perintah terminal menunjukkan bahwa pertanyaan soal batas akses agen AI masih menjadi persoalan yang belum tuntas dijawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.