Telset.id – Meta dilaporkan mulai meminta sejumlah karyawan di divisi Applied AI untuk kembali mengisi posisi manajerial, setelah sebelumnya mendorong struktur tim yang lebih datar dengan sedikit manajer. Langkah ini menyentuh sekitar 7.000 karyawan yang dipindahkan ke bawah payung Applied AI pada tahun ini, dan menjadi sinyal bahwa organisasi yang sempat dikurangi lapisan manajemennya kini membutuhkan kembali peran pengelola tim.
Menurut laporan Business Insider, Meta meminta sebagian pekerja untuk menawarkan diri secara sukarela sebagai manajer, bukan menugaskan mereka secara paksa. Tanpa komentar resmi dari perusahaan, belum jelas bagaimana dampaknya bagi karyawan yang menolak permintaan tersebut. Sebagian pekerja yang sebelumnya menjabat sebagai manajer sempat dialihkan menjadi individual contributor saat bergabung dengan organisasi Applied AI.
Business Insider sebelumnya melaporkan bahwa banyak karyawan merasa mereka seolah “draf” ke dalam unit bisnis tersebut, yang menggambarkan gesekan internal yang masih berlangsung. Applied AI sendiri tergolong organisasi baru yang dibentuk tahun ini, dengan sekitar 7.000 karyawan dialihkan ke bawah naungannya.
Kebijakan Efisiensi Zuckerberg dan Tekanan pada Applied AI
Pendekatan ramping manajer ini berakar pada pengumuman ‘Year of Efficiency’ dari CEO Mark Zuckerberg pada 2023. Saat itu ia berargumen bahwa organisasi yang lebih datar bisa lebih gesit dan lebih siap menghadapi perubahan. Kini, dorongan untuk menambah manajer tampaknya hanya menyentuh Applied AI, sementara program efisiensi ala Zuckerberg masih berlaku di area bisnis lain.
Perusahaan secara keseluruhan berada di jalur belanja lebih dari $130 miliar tahun ini untuk chip dan infrastruktur AI. Kondisi itu membuka kemungkinan bahwa organisasi Applied AI yang terus tumbuh berada di balik kebutuhan akan manajemen yang lebih tradisional.

Terpisah dari itu, CTO Andrew Bosworth sebelumnya mengakui bahwa peluncuran divisi AI baru Meta berjalan “atrocious” atau sangat buruk, seperti dikutip Wired. Ia menjanjikan komunikasi yang lebih baik untuk perubahan di masa depan.
“Kami mengacak struktur manajemen yang selama ini memberi Anda stabilitas, sementara perubahan strategi yang cepat, termasuk siklus boom/bust dalam perekrutan, membuat seluruh tim terpuruk,” ujarnya.
Baca Juga:
Langkah Meta ini juga muncul di tengah sederet dinamika lain di lini bisnis AI-nya. Perusahaan baru saja memperkenalkan Muse sebagai AI baru, sekaligus menghadapi sorotan terkait operasional data center dan kebijakan iklannya.
Bagi Applied AI, kebutuhan akan manajer kembali muncul setelah eksperimen struktur datar diuji di tengah pertumbuhan tim yang cepat. Namun karena perusahaan tidak memberikan komentar, detail seperti jumlah pasti posisi manajerial yang dibuka, tenggat waktu, maupun konsekuensi bagi karyawan yang menolak tetap tidak dijelaskan.

Meta juga masih menghadapi persoalan lain di ranah AI dan platformnya, termasuk gugatan soal iklan AI yang menyasar Facebook dan Instagram. Di sisi lain, operasional infrastrukturnya turut menjadi perhatian publik setelah sanksi terkait data center mencuat.
Dengan belanja AI yang menembus $130 miliar dan organisasi Applied AI yang menampung ribuan karyawan, keputusan menarik sebagian pekerja kembali ke jalur manajerial menunjukkan bahwa struktur organisasi yang terlalu datar tidak selalu mudah dipertahankan saat skala tim membesar. Meta belum membeberkan apakah pendekatan serupa akan diterapkan di divisi lain di luar Applied AI.
[ META_DESCRIPTION]
Meta meminta karyawan divisi Applied AI kembali jadi manajer setelah 7.000 pekerja dipindahkan tahun ini. Kebijakan tim ramping Zuckerberg mulai direvisi.





Komentar
Belum ada komentar.