📑 Daftar Isi

Toko GameStop yang dibuka kembali di Amerika Serikat mulai 11 September

GameStop Buka Kembali Sejumlah Toko yang Sempat Tutup Mulai 11 September

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GameStop membuka kembali sejumlah toko terpilih mulai 11 September di AS
  • Jumlah toko yang dibuka belum dipastikan, disebut "at least one" per 11 September
  • Langkah ini menyusul penutupan sekitar 470 lokasi yang dijadwalkan Januari 2026
  • Terjadi di tengah pergeseran industri ke digital dan rencana Sony hentikan cakram fisik 2028
  • Collectibles jadi segmen penting, 29,2 persen pendapatan fiskal 2025
  • Pembukaan ini dinilai terbatas, bukan pembalikan strategi perusahaan

Telset.id – GameStop membuka kembali sejumlah tokonya yang sempat ditutup di seluruh Amerika Serikat mulai 11 September. Langkah ini menandai keputusan ritel fisik yang menarik di tengah pergeseran industri game menuju distribusi digital, meski perusahaan belum mengungkap berapa banyak gerai yang benar-benar kembali beroperasi.

Pengumuman tersebut disampaikan GameStop melalui media sosial, dengan menyebut bahwa “select closed stores” atau sejumlah toko yang sebelumnya tutup kini dibuka kembali secara nasional. Hingga 11 September, juru bicara GameStop reportedly memberi keterangan kepada IGN bahwa jumlah toko yang dibuka kembali “at least one”, yang mengindikasikan bahwa rincian lebih lanjut kemungkinan menyusul.

Keputusan ini muncul setelah GameStop menjalani salah satu gelombang penutupan toko terbesar yang dijadwalkan pada Januari 2026. Berdasarkan blog yang memantau penutupan tersebut, sekitar 470 lokasi di seluruh Amerika Serikat tercatat sebagai dikonfirmasi tutup atau sudah tutup, seiring upaya perusahaan memangkas biaya dan meningkatkan profitabilitas. Sebelumnya, GameStop juga telah menutup ratusan toko pada tahun fiskal sebelumnya, sehingga penutupan terbaru menjadi bagian dari pengurangan jejak ritel fisik yang jauh lebih besar.

Strategi Bisnis di Tengah Pergeseran Media Fisik

Langkah GameStop membuka kembali sejumlah toko fisik menjadi menarik karena industri game secara luas justru bergerak menjauh dari media fisik. Unduhan digital telah menggantikan cakram fisik, sementara produsen konsol semakin banyak menawarkan perangkat keras tanpa disk drive. Baru-baru ini, Sony melangkah lebih jauh dengan mengungkap rencana menghentikan produksi cakram game PlayStation fisik baru pada Januari 2028.

Keputusan Sony tersebut menuai reaksi keras dari komunitas gaming secara keseluruhan. Sony kemudian mengklarifikasi bahwa judul yang sudah ada masih dapat dipesan ulang dan produksi cakram tidak akan hilang begitu saja dalam semalam. Isu penghentian cakram ini bahkan sempat menjadi sorotan tersendiri di kalangan pelaku industri, termasuk tanggapan dari pihak GameStop sendiri yang menilai keputusan tersebut tak relevan bagi bisnisnya.

GTA V physical disc in PlayStation 5 console

Meski demikian, penting dicatat bahwa bisnis GameStop kini telah bergerak melampaui penjualan game fisik. CEO Ryan Cohen pada Juli menyatakan bahwa perangkat lunak menyumbang kurang dari 12 persen dari bisnis perusahaan. Sementara itu, laporan fiskal 2025 GameStop menempatkan perangkat lunak, termasuk game fisik dan kode unduhan digital, pada angka 20,1 persen dari penjualan.

Kategori collectibles justru menjadi semakin penting bagi GameStop, dengan kontribusi sebesar 29,2 persen dari pendapatan fiskal 2025 dan tumbuh 47,7 persen secara year over year. Kondisi inilah yang menurut laporan dapat menjelaskan mengapa GameStop relatif nyaman membuka kembali sejumlah toko terpilih meskipun terjadi penurunan pada segmen game fisik. Hubungan antara ritel dan distribusi digital juga sempat menjadi isu tersendiri, seperti ketika kode unduhan PlayStation 4 menjadi pembahasan di antara kedua pihak.

Pembukaan Terbatas, Bukan Pembalikan Strategi

Terlepas dari langkah pembukaan kembali ini, laporan menilai bahwa pengumuman GameStop sebaiknya dipandang sebagai pembukaan terbatas, bukan pembalikan menyeluruh atas strategi perusahaan yang lebih luas. Perusahaan tetap menjalankan pengurangan jejak ritel fisik sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya dan peningkatan profitabilitas.

Josh and his GameStop trade credit cards

Keputusan membuka kembali toko-toko terpilih ini juga hadir di tengah dinamika pasar konsol yang lebih luas. Pasar game saat ini diwarnai berbagai perkembangan, mulai dari perangkat seperti Switch 2 Zelda Edition yang langsung sold out, hingga situasi kelangkaan yang membuat harga PS5 Pro melonjak menjelang GTA 6. Dinamika semacam ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap produk gaming tetap tinggi meskipun lanskap distribusinya terus berubah.

Dalam konteks tersebut, langkah GameStop membuka kembali sejumlah toko fisik dapat dibaca sebagai respons terukur terhadap kebutuhan sebagian konsumen yang masih menginginkan kehadiran ritel fisik. Namun, karena perusahaan belum mengungkap jumlah pasti toko yang kembali beroperasi, skala sebenarnya dari langkah ini masih belum jelas.

A photograph of PlayStation 4 and PlayStation 5 games in their cases.

Yang jelas, GameStop telah mengonfirmasi bahwa pembukaan kembali dimulai pada 11 September dan berlaku untuk “select closed stores” di seluruh negeri. Perusahaan juga belum memberikan rincian resmi mengenai berapa banyak lokasi yang akan kembali dibuka maupun apakah akan ada penambahan jumlah toko di kemudian hari. Informasi resmi dari GameStop masih terbatas pada pernyataan media sosial dan keterangan singkat kepada IGN.

Bagi konsumen yang selama ini mengandalkan toko fisik untuk membeli game, mengakses koleksi collectibles, atau menukar kredit dagang, pembukaan kembali sebagian gerai ini menjadi kabar yang patut dicatat. Namun, karena sifatnya yang terbatas dan belum adanya kepastian jumlah, konsumen disarankan memantau pengumuman resmi GameStop untuk mengetahui apakah lokasi di wilayah mereka termasuk dalam daftar toko yang dibuka kembali.

Secara keseluruhan, langkah ini menegaskan bahwa meskipun industri bergerak ke arah digital, kehadiran ritel fisik belum sepenuhnya ditinggalkan. GameStop memilih membuka kembali sebagian tokonya sambil tetap menjalankan strategi pengurangan biaya yang lebih luas, menjadikan pembukaan ini sebagai langkah selektif ketimbang perubahan haluan besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.